Pages

Tuesday, September 10, 2013

PANDUAN MEMILIH LUMUT UNTUK UMPAN MANCING

PANDUAN MEMILIH LUMUT UNTUK UMPAN MANCING
Pemilihan lumut sebagai umpan selain lumut merupakan makanan ikan di habitat aslinya juga relatif mudah didapat dan mudah dalam pemasangangan ke mata kailnya lagi pula tangan kita tidak akan kotor apabila kita menggunakan umpan cacing.

Banyak terdapat di air dangkal yang terkena sinar matahari seperti di sawah atau rawa dangkal yang sedikit mengalir.

Tapi bagai mana memilih lumut yang baik, serta waktu mengambilnya yang tepat?

Waktu pengambilan yang terbaik adalah sewaktu kita akan memancing, sehingga saat dipakai memancing keadaan lumut masih segar dan baik. Dalam memilih lumut yang baik untuk di jadikan umpan memiliki ciri-ciri lumut sebagai berikut :

- Segar
- berwarna hijau muda (lumut muda)
- tekstur lembut

Lumut yang telah kita pilih seperti ciri-ciri di atas, kita simpan di wadah (toples, atas mangkok plastik) beri air secukupnya dan tambahkan sedikit garam agar lebih mudah melengket di mata kail.

Cara Memancing Ikan Mas Agar Cepat Dapat

tipspetani-Cara Memancing Ikan Mas Agar Cepat Dapat


Ikan mas termasuk ikan yang populer di kolam pemancingan, ikan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi yang menyukai memancing di kolam. Ikan yang mencari makan di dasar tempat habitatnya berada ini memiliki makanan alami berupa jasat-jasad renik maupun hewan-hewan kecil air yang ada di lumpur.Dalam memancing ikan ini tentunya menggunakan cara memancing dasar (bottom fishing). Sedangkan umpan yang digunakan untuk memancing ikan mas relatif mudah untuk didapat atau mudah dibuat.

Umpan untuk memancing ikan mas:

  • Pelet
  • Udang rawa
  • Umpan racikan atau adonan (ada sebagian pemancing mencampur adonan yang dibuatnya dengan maaf kotoran manusia katanya "lebih ampuh" mungkin karena baunya itu yang menarik ikan untuk mendekat)
  • Ulat pohon pisang, ulat ini berukuran kecil kira-kira sebesar pangkal lidi, ulat ini dapat kita peroleh dari pohon pisang yang sudah ditebang, dengan cara pohon pisang yang telah ditebang dibiarkan selama seminggu, ulat ini memakan pohon pisang tersebut, belah pohon pisang, disela-sela lapisan pohon pisang yang berlubang-lubang tersebutlah biasanya ulat pohon pisang berada.
  • Ulat daun pisang
  • Ulat Bambu
Trik memancing ikan mas yang susah di pancing
Memancing ikan mas gampang-gampang susah. Umpan dan teknik dalam memancing telah tepat pun terkadang belum tentu dapat, memang terkadak kembali juga pada rejeki atau nasib orang yang memancingnya. Tapi kita sebagai manusia tentu saja harus berusaha secara maksimal. Makanan alami ikan ini yang berupa jasad-jasad renik membuatnya mudah untuk melihat senar pancing, untuk ikan mas yang susah di pancing atau sering di pancing :

  • Gunakan joran yang ujungya lembut/pancing stik, (tidak menggunakan pancing katrol), pakai pelampung.
  • Gunakan senar pancing yang berukuran kecil yang telah direndam dengan air panas. 
  • Gunakan mata kail (hook) no 6 kecil. Pakai pelampung
  • Umpan yang baik untuk kolam pemancingan adalah umpan no 3 (di atas) "lebih ampuh"
  • Perhatikan pelampung terkadang pelampung hanya bergerak sedikit walaupun ikan yang menyantap umpan kita ikan babon.
  • Saat strike ikan besar jangan khawatir senar pancing kita putus, asalkan jangan sampai menyetuh senar pancing dan saat ikan telah dekat ke pinggir kolam angkat ikan tersebut dengan menggunakan serokan.
Selamat mencoba...tipspetani

MACAM-MACAM BURUNG KAKAK TUA

MACAM-MACAM BURUNG KAKAK TUA
Burung kakak tua adalah burung jenis hias yang memiliki suku Cacatuidae yang memiliki bulu yang bagus dan suara yang nyaring burung ini juga pintar biasanya juga di gunakan untuk acara pertunjukan atraksi-atraksi hewan.

Berikut ini adalah jenis burung Kakak Tua di antaranya.

Burung kakak tua jambul kuning atau dalam bahasa inggris Yellow-crested Cockatoo hidup biasanya secara bergerombol atau secara berpasangan dalam jumlah kecil, saat bersuara jambul nya akan di gerakkan naik turun, pada saat terbang burung ini sangat mencolok dengan saling mengeluarkan suara dan kepakan sayapnya kuat dan cepat.

Berikut macam-macam gambar burung kakak tua :





Bird Cacatua Alba


Bird Cacatua Ducrpsii


Bird Cacatua sanguinea

Tips Cara Menguras Kolam Hias

Tips Cara Menguras Kolam Hias
Untuk menjaga kualitas air yang prima pada kolam hias kesayangan kita maka kita sesekali perlu menguras bersih kolam hias kita. Untuk mengurasnya tidaklah susah.
Yang harus kita persiapkan untuk menguras kolam hias.

1. Tempat pemindahan ikan sementara
2. Sediakan Selang
3. Lap
4. Gayung

Caranya : 
Waktu yang baik untuk menguras kolam adalah di pagi hari. Untuk menguras kolam hias kita bisa menggunakan water pump kolam itu sendiri (yang biasa dipakai untuk penyaring kolam), dengan cara menyambungkan keluaran water pump tersebut dengan selang dan selang tersebut kita alirkan ke parit. Saat batas air sekitar 20 cm tangkaplah ikan peliharaan kita, masukkan ke tempat pemindahan sementara yang sudah kita persiapkan terlebih dahulu dan jangan lupa diberi aerotor agar ikan tetap terjaga kesehatannya. 


Apabila kolam kita terdapat tumbuhan air, pindahkan juga tumbuhan air tersebut di satu tempat dengan ikan di tempat penampungan sementara tadi.

Setelah mencapai batas dari kemampuan water pump membuang air matikan water pump tersebut, gunakan gayung untuk membuang sisa air yang ada, bila masih ada air yang tersisa maka barulah kita menggunakan lap untuk membersihkannya.

Biarkan kolam seharian tanpa di isi air agar dasar kolam terkena sinar matahari. 

Keesokan harinya barulah kita isi kembali air ke kolam hias kita, tidak disarankan menggunakan air PAM karena biasanya mengandung kaporit, isi dengan aliran air perlahan agar kotoran yang tersisa di kolam tidak mengangkat (bila dasar kolam tersebut diisi dengan koral), setelah penuh hidupkan penyaring dan water pump, biarkan beberapa saat kurang lebih satu jam, ini dimaksudkan agar air yang ada di kolam memiliki kadar oksigen yang baik, barulah masukkan kembali ikan dari tempat penampungan sementara tadi ke kolam kembali.

Beda Burung Poksay Lokal Dengan Poksay Jambul

Tipspetani=Beda Burung Poksay Lokal Dengan Poksay Jambul
Burung poksay Jambul-Putih atau yang bernama latin Garrulax chinensis ini adalah keluarga dari Timaliidae burung ini banyak di temukan di gunung atau perbukitan dan di semak belukar burung ini banyak tersebar atau banyak di temukan di Indochina dan Himalaya, Sebenarnya pada mulanya burung poksay ini satu subspecies yaitu Poksai Sumatera tapi karena mimilki warna bulu yang berbeda sekarang banyak orang menyebutnya dengan sebutan Poksay Jambul dan Poksai Hitam aatu ada juga yang menyebutnya poksay Hongkong.



Burung Poksay Hongkong atau Poksay Jambul yang dalam bahasa inggris white crested laughingthrush (garrulax leucolophus) ini adalah memiliki warna bulu yang di dominasi oleh warna putih dan coklat, yang dimana warna coklat di bagaian setangah badannya sampai ekor dan selagi lagi putih di sebagian badan sampai kepala dan memiliki warna bulu hitam di bagian sekitar mata untuk lebih jelasnya anda bisa lihat gambar di bawah ini.

POKSAY JAMBUL


Untuk Poksay non jambul ini memiliki ciri-ciri warna di dominasi warna hitam dan putih dimana warna hitam terdapat pada sebagian badannya yaitu antara setengah badan sampai ekornya dan putih dari setangah badan bagian atas sampai kepalanya dan di bagian mata ada warna hitam aruh juga hitam untuk lebih jelas bisa lihat gambar di bawah ini.




Tip Perawatan Harian

Untuk merawat burung Poksay ini sebenarnya sama dengan perawatan harian pada burung kicau pada umumnya untuk makanannya sendiri burung ini biasa memakan buah-buahan sgar dan serangga baik semut, jangkri dan serangga kecil lainya, untuk merawat burung ini sebaiknya anda menempatkan atau mempersiapkan kandang yang berukuran agak besar karena burung ini suka melompat-lompat sehingga nantinya dengan ukuran kandang yang besar akan membuat burung lebih nyaman tentunya dan hindarkan burung lain yang berdekatan dengan burung poksay ini apalagi burung yang mudah stress ini bisa berakibat jelak bagi burung lain karena burung poksay ini memiliki saura yang cukup keras.

Demikian tadi sedikit informasi mengenai burung Poksay mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan kita mengenai burung poksay ini.
Salam Kicau Mania

Monday, September 9, 2013

Teknik Jitu Memancing Ikan Patin

Teknik Jitu Memancing Ikan Patin
Pegasius atau biasa juga disebut ikan patin atau jambal adalah jenis ikan yang bermain di dasar. Untuk pemancing jenis ikan ini berikut adalah tips dan trik memancing ikan ini.

Rangkaian pancing ikan patin bisa menggunakan pelampug atau tidak (glosor). Rangkaian ikan pancing bisa terdiri 1 atau 2 mata kail ukuran kecil sampai sedng. Hal ini dikarenakan ikan pegasius tidak memiliki mulut yang terlalu besar. Gunakan kawat nikelin kecil dan lemas aau kenur pandu / lider, kili-kili dan timah pemberat ukuran kecil.

Yang harus diingat, apabila anda lebih suka pada pelampung adalah jarak kail samapai pelampung harus sepanjang dalamnya sungai atau kolam agar umpan dapat menyentuh dasar.

Pertama-tama ikatan pancing ke nikelin / kenur pandu sepanjang 5-7 cm, kemudian nikelin atau kenur pandu tersebut (apabila ada dua, kedua-duanya) diikatkan ke kili-kili.

Sebelumnya kili-kili itu diikatkan ke senar utama, jangan lupa masukkan timah pemberat di kenur utama. Pastikan timah pemberat yang digunakan adalah jenis yang bolong di tengah (timah melinjo) sehingga timah dapat bergerak leluasa di senar utama.

Setelah timah dimasukkan, ikatkan senar utama ke kili-kili yang tersambung dengan mata kail. Setelah rangkaian pancing jadi, gunakan karet stopper di senar utama sebagai penjaga agar timah tidak berjalan terlalu jauh dari kili-kili. Jarak 5 cm biasanya sudah cukup memadai.

Setelah umpan yang terpasang dilempar , pastikan senar berada di garis lurus antara pemancing dan umpan. Tidak perlu menarik senar sehingga tegang, justru biarkan agak kendor sehingga senar bisa terlihat terapung di atas air membentuk satu garis. Apakah ikan menyambar, maka pemancing akan melihat garis yang terbentuk dari senar di atas air tersebut berjalan.

Ikan patin tidak akan membawa umpan dalam satu kali sentakan, begitu senar bergerak beberapa saat cepat-cepat sentak joran anda. Telat menyentak akan mengakibatkan umpan dilepehkan oleh ikan dan terlepas.

Ikan patin akan terasa mengasikan apabila dipancing dengan senar kecil. Untuk pemula disarankan senar berukuran 8-12 lbs, bagi yang menyukai teknik fight “tarik-ulur” disarankan menggunakan senar berukuran 2 – 6 lbs.

Jangan lupa setelan drag yang disesuaikan dengan ukuran senar. Hentakan pertama tidak akan membuat ikan patin berukuran besar melawan dengan kuat, anda biasanya akan merasa berat, tetapi semakin ke pinggir maka ikan akan mulai “mengamuk”.

Hati-hati, sentakan mendadak dari patin terhadap senar kecil dapat memutuskan tali senar. Ketika ikan sudah dekat dan siap untuk diangkat, siapkan serokan untuk mengangkat ikan. Ingat jangan memegang tali apabila ingin mengangkat ikan untuk diserok. Apabila menggunakan kenur kecil, ikan patin yng hendak diserok biasanya akan melawan dengan keras dan kemungkinan besar putus.

TIPS TRIK MEMANCING DI KOLAM PANCING

TIPSPETANI-TIPS TRIK MEMANCING DI KOLAM PANCING

Bukan saja mengandalkan piranti yang bagus dan handal juga kemampuan dalam teknik memancing di kolam pemancingan dalam mengikuti setiap lomba, baik lomba harian, galatama, atau kiloan tetapi mengikuti lomba mancing di kolam pemancingan juga membutuhkan beberapa perhatian lebih mulai saat akan mengikuti lomba hingga berakhir jalannya lomba mancing. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dapat menunjang dan memperoeh hasil terbaik saat mengikuti lomba.

STATEGI SAAT LOMBA
Pada saat lomba, yang menjadi strategi penting yaitu:

  • Datanglah satu jam sebelum lomba dimulai
  • Lengkapi alat / piranti atau umpan yang belum dipunyai
  • Jika belum punya langganan kenek/kedi, tanyakan panitia lomba kenek/kedi yang baik.
  • Perhatikan dan persiapkan peralatan pancing, periksa kenur, ikatan, mata kail sekali lagi.
  • Buat umpan yang akan digunakan dan telah siap 15 menit sebelum lomba.
  • Setelah pengundian lapak, segera bawa semuanya kelapak yang telah diundi.
  • Lempar pancing tanpa kail untuk mengukur kedalaman air.
  • Bila diizinkan melempar bom, lemparlah umpan bom ketempat yang potensial.
  • Saat tanda lomba dimulai teruskan menebar umpan bom pada titik potensial lain.
  • Lontarkan pancing, ke tempat yang telah diberi umpan tebaran.
  • Jangan ragu menarik pancing dan melemparnya lagi ke tempat tersebut.
  • Jangan terganggu oleh lapak tetangga yang telah lebih dulu menarik umpan.
  • Bila di salah satu titik ikan mas telah makan maka teruslah untuk memancingnya disitu.
  • Ikan rame cendrung liar, usahakan tidak melewati lapak orang lain.
  • Kusut atau saling terkait kenur adalah hal yang wajar, mintalah maaf jika hal itu terjadi.
  • Pada titik potensial (hotspot) yang sudah jadi, ikan akan terus berkumpul selama ikan didasar ada.
  • Titik potensial (hotspot) yang sudah jadi ditandai oleh gelembung atau coklatnya air.
  • Teruskan mancing dititik tersebut hingga ikan-ikannya tidak lagi menyambar umpan.
  • Mulailah mencari titik yang tadi pagi sudah ditabur umpan.
  • Bila disemua titik jarang ada sambaran, coba perkecil bentuk umpan.
  • Atau coba gunakan rangkaian kail umpan, biarkan saja dan bersantailah atau makan siang dahulu.
  • Buang umpan pagi hari dan aduklah umpan baru
  • Lewat tengah hari kembali lontar umpan ke titik potensial pagi tadi, biasanya ikan akan kembali galak memakan umpan.
  • Jangan dilupakan titik potensial yang lain, cobalah melemparnya kesana.
  • Bila mendapat ikan besar, cobalah untuk tenang menghadapinya.
  • Jangan gugup mintalah maaf bila ikan melarikan diri kelapak sebelah.
  • Timbang segera ikan bila dirasakan masuk nominasi.
  • Jangan putus asa, berusahalah terus dan jangan segan mencoba trik-trik lainnya.
  • Bila lomba usai, kemasi peralatan dan jangan sampai tertinggal.
  • Bila belum berhasil jangan kecewa dengan apa yang dicapai hari ini.
  • Pelajari apa yang jadi penyebabnya untuk kesuksesan di lain hari.

STRATEGI SETELAH LOMBA
  • Mungkin ini juga strategi penting yang sering dilupakan. Mulai sekarang cobalah mengingat apa saja kendala yang di hadapi pada saat lomba tadi. Diskusikan dengan teman-teman sesama pemancing atau buka lagi buku pintar dan pelajari apa penyebab kurang berhasilnya strategi yang tadi diterapkan. Beberapa penyebab mungkin seperti yang diungkap dibawah ini.
  • Pemancing lain menggunakan umpan yang lebih cocok untuk karakteristik ikan dan telah mengenal dengan baik karakteristik empang lomba tersebut.
  • Banyaknya lumpur atau lumut yang mengurangi kualitas air sehingga ikan malas makan.
  • Tingkat oksigen juga mempengaruhi ikan perhatikan apakah empang mempunyai sistem aerasi yang baik.
  • Ikan yang disebar banyak yang sakit.
  • Teliti dari mana ikan berasal.
  • Penebaran ikan yang tidak merata disebabkan perbedaan kedalaman air. Untuk mengatasinya cobalah membuat umpan seperti yang dipakai pemancing lain walaupun umpan hanya terbuat dari pelet saja (murni pelet tanpa tambahan apapun, karena kemungkinan umpan tersebut yang disukai ikan.
  • Empang yang telah banyak lumpur, lumut dan endapan sisa umpan, membuat ikan malas makan.
  • Hal ini pasti dirasakan oleh pemancing disekitar situ. Salah satu caranya adalah pengelola empang untuk mengangkat endapan dan mengeringkan empangnya lebih dulu. Jika tidak cobalah cari kombinasi umpan yang lain, gunakan umpan hidup, umpan wangi, umpan amis, dan lihatlah umpan mana yang jalan.
  • Bila diketahui ikan banyak yang sakit, ikannya selalu berkeliaran, cobalah perhatikan jalur perjalanannya dan cegatlah dengan umpan ditempat yang dilewatinya. Bila kedalaman air pada jarak terdekat anda sudah cukup memadai, dapat dilemparkan umpan disitu.
  • Untuk mengetahui asal ikan dapat dilihat dari bentuk badan ikan yang berhasil ditangkap. Bila mempunyai tubuh langsing agak panjang, kemungkinan ikan berasal di kolam air deras yang lebih menyukai umpan dengan bahan dasar pelet. Bila ikan bertubuh gemuk dan jarak tubuh yang pendek, maka kemungkinan ikan berasal dari kolam air tenang atau keramba apung yang menyukai umpan berbahan dasar ubi.
  • Kedalaman empang yang berbeda dapat menyebabkan penyebaran ikan tidak merata. Untuk itu camkanlah bahwa kemungkinan dilain waktu akan mendapatkan hasil undian lapak yang bagus dan banyak ikannya.
  • Terapkan target penangkapan, sebab ikan besar cendrung menyendiri, jadi jika mendapat tempat yang banyak ikannya maka carilah ikan sebanyak anda dapat. Namun jika anda mendapat lapak yang kurang ikannya, bersabarlah dan konsentrasikan pada target ikan yang besar saja. Tentunya suatu kepuasan bila mendapat ikan satu ekor saja namun berhasil masuk nominasi. Syukur kalau keduanya dapat. Selamat berlomba…

CARA MEMBUAT UMPAN MANCING YANG AMIS

CARA MEMBUAT UMPAN MANCING YANG AMIS
Saat memasuki musim kemarau. para mania mancing harus jeli menentukan pilihan ramuan umpan yang digunakan ketika akan memancing. biasanya saat kondisi kemarau, banyak air di kolam-kolam pemancingan kekurangan suplai air sehingga diperlukan aroma yang lebih menyengat untuk menarik perhatian ikan yang ada didalamnya.

Karena biasanya pada air kondisi ini, warna dan aroma cukup pekat sehingga umpan yang digunakan paling tidak harus bisa mengalahkan aroma yang ada di dalam kolam. Berikut adalah umpan amis pertama.

Bahan-bahannya :
1. Telur bebek 6 butir
2. Kroto 2 ons
3. Wisman secukupnya
4. Keju secukupnya
5. Ikan bandeng 1 ekor
6. Ubi 1 buah

Cara Membuat umpan amis:
  • Ambil telur bebek dan pilih bagian putih telurnya saja dan campurkan dengan kroto, lalu kukus selama 1/2 jam.
  • Ikan bandenga dibersihkan sisiknya dan diambil bagian tulangnya, lalu kukus dengan ubi setengah matang.
  • Jika kedua kukusan tadi sudah siap, campurkan keduanya dan aduk hingga rata.
  • Berikutnya masukkan wisman dan keju lalu aduk kembali hingga rata.
  • Jika hasilnya dirasa masih terlalu lembek. campurkan pengeras (kinoy/katulampa) secukupnya.
  • Telur bebek (5 butir campur dan 3 butir kuningnya saja.) diaduk dengan mixer.
  • Umpan siap digunakan.

CARA MEMBEDAKAN PERKUTUT JANTAN DAN BETINA

CARA MEMBEDAKAN PERKUTUT JANTAN DAN BETINA
Burung perkutut merupakan burung kicau yang banyak di minati dan di cari para kicau mania di karenakan burung ini memiliki suara kicau yang unik dan berbeda dengan burung kicau pada umumnya, burung ini berkicua dengan suara sperti ini kalau saya gambarkan dalam kata ''Kuk Geruk Kwok'' burung ini apabila sudah bis berbunyi dengan bagus maka harganya sangat mahal tapi untuk meciptakan burung perkutut dengan suara kicau yang gacor ada faktor-faktornya salah satunya adalah dari segi jenis kelamin, adapun untuk meilihat ciri-cirinya dapat dilihat sebagai berikut :




  • BEDA PERKUTUT JANTAN DENGAN BETINADapat di lihat dari paruhnya biasanya pada burung perkutut jantan akan memiliki warana paruh putih sampai di pelipisnya.
  • Dilihat dari supit udangnya bisanya apabila di pegang pada bagian supit udangnya pada burung jantan akan memiliki kekerasan yang sama lain halnya dengan burung perkutut betina dia akan memiliki supit udang yang lunak atau lembut.
  • Dari segi suaranya, pada burung perkutut jantan biasanya memiliki suara yang lebih keras pada burung betina.
  • Di lihat dari postur tubuhnya biasanya pada burung perkutu jantan akan memiliki postur tubuh yang lebih besar dan proposioanal.
Pada biasanya burung yang bagus berkicau adalah burung perkutu jantan , akan tetapi pada kenyataanya tidak sedikit pula burung perkutut betina yang menjuari lomba burung perkutut


Burung perkutut yang memiliki suara krisatal memang sangat banyak dicari para pecinta burung perkutut , akan tetapi biasanya burung perkutut yang memiliki suara kicau kristal jarang sekali dijual walaupun oleh peternak perkutut sekalipun klaupun di jula burung ini harganya sangat mahal.


Semoga sedikit informasi in bisa bermanfaat bagi pecinta burung kicau semuamya terimasih sudah berkunjung.

MERAMU JAMU AGAR PERKUTUT GACOR

MERAMU JAMU AGAR PERKUTUT GACOR
Menjaga burung perkutut mesti didasari rasa kasih sayang supaya burung senantiasa sehat serta juga rajin berbunyi layaknya yang diinginkan. perawatan utamanya layaknya pemberian pakan tak hanya mesti benar-benar serta juga mesti didalam situasi bersih. burung perkutut biasanya suka makanan sejnis biji-bijian, serta bila burung telah mulai berbunyi pemberian pakannya dapat diberikan berbentuk millet serta gabah saja dengan makanan olahan yang bahannya terdiri dari campuran ketan hitam, millet, canary seed, jewawut, dengan sebagian jenis bumbu layaknya kencur, jahe, bawang putih, madu, kuning telur ayam kampung, lada putih serta garam dapur beryodium. makanan olahan tersebut dapat dibeli di pedagang - pedangan burung atau tokobinatang peliharaan. namun anda juga dapat memproses sendiri makanan perkutut dengan resep sebagai berikut :


  • canary seed 1/4 Kg 
  • telur 2 sampai 3 butir, diambil kuningnya saja
  • gabah 1 Kg 
  • madu 5 sendok makan
  • bawang putih 2 siung
  • ketan hitam 1/4 Kg 
  • lada putih ½ sendok teh 
  • millet 1 Kg 
  • jahe 3 jari tangan
  • kencur 3 jari tangan
  • jewawut 1/8 Kg
garam ½ sendok makan bumbu berbentuk jahe, kencur, lada putih, bawang putih,serta garam ditumbuk hingga halus lalu kuning telur dikocok hingga mengembang, lantas berikan madu lebah murni lalu dikocok lagi hingga benar-benar tercampur. sesudah madu telur itu tercampur, kemudian masukan bumbu yang telah di tumbuk halus tadi kemudian aduk sampai rata.

canary seed, millet, ketan hitam,gabah, serta jewawut, sebelum saat dicampurkan dicuci bersih terlebih dahulu di buang yang mengambang kemudain ditiriskan, digelar didalam tempeh atau sejenisnya. setelah itu dijemur hingga kering. biji-bijian yang telah kering inilah yang dicampurkan didalam adonan telur madu yang berbumbu tadi.

bahan digabung lalu di aduk samapai rata, bila butuh diremas-remas dengan tangan biar bahan tercampur. sesudah adonan tercampur benar kemudian di gongsong kata orang jawa bilang ( digoreng tanpa minyak ) sepanjang lebih kurang dua menit. lantas diangkat serta dituangkan diatas nyiru, untuk diangin-anginkan di area teduh hingga kering serta dingin.

CIRI-CIRI JALAK SUREN JANTAN ATAU BETINA

TIPSPETANI-CIRI-CIRI JALAK SUREN JANTAN ATAU BETINA

Biasanya burung Jalak Suren jantan memiliki badan yang lurus dan lebih besar dari pada burung betina. Bulu kepala dan punggung berwarna hitam legam, serta ekornya sedikit lebih panjang dan menyatu. Warna merah pada kulit di atas mata lebih cerah dan jelas. Pada bagian yang memiliki bulu warna putih, di tubuh bagian bawah, kelihatan lebih bersih. Ekornya sedikit lebih panjang dan menyatu. Jari-jari kakinya lebih panjang dan lebih kokoh. Jambul kepalanya lebih panjang dan lebih melebar saat mengembang. Sementara, burung betina memiliki tubuh yang bulat dan pendek dengan warna hitam dan putih yang agak suram, kurang lincah dan agresif seperti jantan. Paruh, jari kaki, dan ekornya lebih pendek dan halus. Kepalanya agak ramping. Warna merah pada bagian mukanya lebih pucat dibanding burung jantan. Ocehannya lebih cerewet dan bervariasi.

Jalak suren mirip dengan jalak thailand. Walaupun demikian, keduanya dapat dibedakan melalui bulu dan dagu jalak thailand berwarna putih semuanya.


Jalak suren berukuran sedang (24 cm), berwarna hitam dan putih. Dahi, pipi, garis sayap, tunggir, dan perut berwarna putih. Dada, tenggorokan, dan tubuh bagian atas berwarna hitam. Warna hitam ini masih coklat pada burung remaja.Iris berwarna abu-abu, kulit tanpa bulu di sekitar mata berwarna jingga, paruh merah dengan ujung berwarna putih, kaki kuning. Jalak suren mempunyai sayap yang agak bulat, terbangnya tidaklah cepat, melainkan dengan gerakan yang mirip dengan kupu-kupu. Bulu burung jantan dan burung betina kelihatan sama. Baik burung jantan maupun betina senang berkicau, dan mereka dapat meniru suara burung lain.

Wednesday, September 4, 2013

CARA PERBANYAKAN TANAMAN MARKISA

Balitbu Tropika 2013. Dalam rangka pengembangan markisa, maka langkah awal yang harus dilakukan adalah penyediaan bibit markisa bermutu dalam jumlah cukup, waktu singkat dengan harga memadai. Produksi benih markisa dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu perbanyakan dengan biji, stek dan sambung pucuk.
 
1. Perbanyakan melalui biji
Perbanyakan tanaman markisa menggunakan biji akan menghasilkan tanaman markisa yang kuat dan memiliki perakaran cukup dalam, namun akan mengalami penyimpangan sifat dari pohon induknya. Syarat pohon induk yang akan diambil buahnya antara lain produktif, berasal dari varietas unggul, memiliki pertumbuhan yang sehat dan minimal berumur lebih dari tiga tahun, bebas dari hama dan penyakit. Cara penanganan penyemaian biji markisa sebagai berikut :
  • Buah markisa yang dipetik dari pohon induk dipilih yang besar, sehat dan kualitas bagus dibelah kemudian diambil bijinya. Biji bersama lendirnya diambil kemudian dibersihkan dengan dicampur abu dapur sambil diremas-remas dan dicuci bersih dengan air. Biji yang sudah bersih kemudian dikering-anginkan.
  • Penyemaian biji dapat dilakukan dengan dua cara yaitu disemai dalam persemaian kemudian dipindah ke polybag dan cara kedua langsung disemai kedalam polybag.
  • Tempat persemaian dapat menggunakan kotak plastic diisi media campuran tanah, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Biji markisa disemai dengan jarak rapat dengan kedalaman semai  1-1,5 cm, kemudian ditutup dengan media semai. Kelembaban tanah dijaga jangan sampai kering atau tergenang.
  • Setelah bibit berdaun 4-5 helai (berumur 5-6 minggu) bibit segera dipindah tanam  kedalam polybag yang berisi media campuran tanah dan pupuk kandang (2:1). Bibit ditanam satu batang tiap polybag.
  • Polybag yang sudah ditanami bibit markisa disusun berjajar dan diberi naungan yang tidak terlalu rapat. Perawatan bibit meliputi penyiraman, pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Penyiraman dilakukan 2 hari sekali terutama bila tidak turun hujan. Pemupupukan dilakukan setiap 15 hari berupa larutan pupuk NPK sebanyak 10-20g/10 liter air disiramkan 100 cc/polybag. Setelah berumur 3-4 bulan dipersemaian bibit dapat ditanam dilapang (kebun).
2. Perbanyakan menggunakan stek cabang
Produksi benih  markisa dengan cara stek merupakan salah satu cara yang dapat digunakan. Perbanyakan tanaman dengan cara ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain: dapat memproduksi bibit dalam jumlah banyak, cepat berbuah, dan bibit yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan pohon induknya. Prosedur penyiapan bibit asal stek batang atau stek cabang adalah sebagai berikut:
  • Dari pohon induk varietas unggul, dipilih cabang yang telah berumur minimal satu tahun  dan berdiameter 1 cm.
  • Cabang terpilih dipotong dengan menggunakan pisau atau gunting pangkas yang tajam; dan dipotong-potong lagi hingga diperoleh potongan–potongan sepanjang 25 cm yang masing-masing mengandung 3-4 mata tunas.
  • Pangkal stek diolesi dengan Rootone F.
  • Stek disemaikan dengan posisi tegak sedalam ± 5 cm dalam polybag ukuran 10 x 18 cm yang diisi dengan media campuran tanah dan pupuk kandang (1:1).
  • Polybag semaian stek ditempatkan berjajar di dalam bedengan yang diberi sungkup plastik.
  • Jika stek sudah bertunas dan berakar, sungkup segera dibuka.. Bibit dari stek dipelihara secara intensif hingga berumur 3 – 4  bulan.
3. Perbanyakan dengan sambung pucuk
a. Persiapan batang bawah
Batang bawah dari biji yang berasal dari buah varietas unggul  pohon markisa yang mempunyai keunggulan sifat-sifat tertentu seperti tahan terhadap penyakit layu Fusarium. Biji untuk batang bawah diambil dari buah yang masak fisiologis. Biji markisa yang masih mengandung daging buah direndam dalam air dan diremas sampai biji terpisah. Biji yang sudah dibersihkan disemaikan pada bak semai plastik atau seedbed.  Media persemaian yang digunakan adalah tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.  Jarak tanam adalah 2,5 x 2,5 cm dengan kedalaman 1-2 cm.  Tempat pesemaian diberi naungan untuk melindungi bibit dari terik matahari dan hujan yang berlebihan.  Pada umur 4 minggu setelah tanam, semai markisa dapat dipindah ke polybag ukuran 10 x 18 cm yang berisi campuran media tanah dan pupuk kandang (2:1). Tiap polybag berisi satu bibit dan diletakkan di tempat teduh/rumah pembibitan. Pemeliharaan meliputi penyiraman, penyiangan dan pemupukan dengan pupuk NPK dosis 1-3 g/bibit yang dilakukan 2 minggu sekali. Pengendalian hama/penyakit sesuai dengan kebutuhan. Pada umur 4 bulan  batang bawah siap untuk disambung.
b. Persiapan  entris
Batang atas (entris) yang akan digunakan untuk sambung pucuk harus berasal dari tunas pucuk yang sehat, normal dan berdiameter sama atau sedikit lebih kecil daripada diameter batang bawah. Pengambilan entris dilakukan dengan cara memotong tunas pucuk  sepanjang 5 cm (3 ruas) dengan gunting pangkas yang tajam dan bersih. Pengambilan entris dilakukan pada saat entris cukup kering (tidak basah), karena air yang ada pada permukaan entris dapat mengundang hadirnya patogen yang dapat mempengaruhi keberhasilan penyambungan.
c. Penyambungan

Teknik penyambungan bibit markisa dilakukan dengan sambung samping. Batang bawah yang telah mencapai kondisi siap sambung (umur 4 bulan, berdaun  6-8 helai), pada ketinggian ± 30 cm, salah satu sisinya disayat miring dengan pisau cuter yang tajam dan bersih. Daun yang tersisa pada batang bawah harus tetap dipertahankan, selanjutnya entris yang telah disiapkan diambil dan dasar entris disayat miring pada satu sisi sesuai sayatan pada batang bawah, kemudian kedua luka sayatan tersebut (batang bawah dan entris) dilekatkan dan  dibalut dengan irisan plastik. Pada saat penyisipan harus dipastikan kambium entris bersatu dan menempel dengan kambium batang bawah. Setelah itu dilakukan penyungkupan entris dengan kantong plastik transparan untuk menjaga agar kelembaban tetap tinggi dan mengurangi penguapan dari entris. Penyungkupan dengan kantong plastik ini harus dilakukan sampai pada bagian sambungan / ikatan sambungan.  Tanaman sambungan ini selanjutnya ditempatkan di tempat yang ternaungi (dalam rumah bibit) dan dipeliharan secara optimal dengan melakukan penyiraman secukupnya dan penyiangan. Penempatan bibit ini dilakukan secara teratur dan berkelompok seperti benih dari biji. Sungkup plastik dilepas apabila mata tunas pada entris telah pecah, sedangkan tali pengikat sambungan tetap dibiarkan sampai bibit siap ditanam.
d. Pemeliharaan tanaman sambungan

Pemeliharaan tanaman sambungan meliputi penyiraman, penyiangan dan pemupukan dengan pupuk NPK dosis 1-3 g/bibit yang dilakukan 2 minggu sekali. Pengendalian hama/penyakit sesuai dengan kebutuhan. Bibit sambung pucuk ini siap tanam setelah berumur ±  1 bulan setelah sambung.
Narasumber:
Djoko Sudarso, Tri Budiyanti, Sudjijo
disarikan dari http://balitbu.litbang.deptan.go.id

CARA MENANAM MARKISA DARI BIBIT

Memperbanyak markisa bisa dilakukan dengan berbagai cara. Yang sudah pernah saya coba adalah dengan menyemaikan bijinya. Biji kering saya dapat dari seorang kolega yang sudah pernah menanam pohon markisa. Bijinya kecil kecil, sebesar butiran padi, namun tipis dan berwarna coklat.

Biji Markisa Kering siap tanam

Biji markisa yang saya dapat itu lalu saya tanam di tanah dalam pot bekas minuman air mineral. Masing masing pot saya isi dengan 3 – 4 biji buah markisa. Awalnya saya ragu, apakah biji tersebut bisa berkecambah. Karena saya tidak tahu media apa yang cocok untuk penyemaian itu. Saya menggunakan campuran pasir, pupuk kandang dan sekam sebagai medianya. Tapi setelah menunggu selama 5 – 8 hari, akhirnya muncul juga kecambahnya. Wah... lega rasanya.


Setelah kecambah tumbuh, dan daunnya menjadi 3 helai, saya pindahkan ke tanah. Sebelumnya saya siapkan lubang tanah 30 x 30 cm, saya campurkan dengan pupuk kandang yang saya beli dari Nursery. Saya aduk tanahnya sehingga gembur.. Siap untuk menerima tanaman baru.

Asal asalan saya pindahkan 4 pohon markisa ke tanah. Semua tanaman tersebut terus tumbuh, kecuali 1 tanaman yang mati. Mungkin karena saya salah cara memindahkannya. Seharusnya tanaman tidak dicabut dari pot, melainkan dipindahkan dengan tanah yang ada di dalam pot semaian. Tapi tidak jadi masalah, karena 3 tanaman pun tumbuh subur.

Berlomba dengan pertumbuhan Markisa
Ketika pohon markisa tumbuh dari kecambahnya, saya santai saja. Saya pikir cukup saja saya siapkan sebatang kayu sebagai tempat menjalar. Tanaman pun menurut saja, menjalar di kayu yang sudah saya siapkan. Dua minggu setelah kayu yang saya siapkan sudah hampir terlilit dengan pohon markisa, mulailah saya berlomba dengan pohon markisa. Daya jalarnya luar biasa bikin saya menyingsingkan lengan, membuat jalinan untuk pertumbuhan markisa. Tanamannya menjulur kesana kemari, bahkan ada kabel listrik pun maunya dirambati, dipakai tempat untuk tautan pohon. Wah bisa rusak dong pemandangan. Akhirnya saya gunting bagian yang tidak terkendali tersebut. Akhirnya seluruh jalinan kawat yang telah disiapkan penuh dengan pohon markisa. Kecepatan rambatnya lumayan, bidang seluas 4 x 4 meter dipenuhi daun markisa hanya 2 minggu.

Menunggu Bunga menjadi Buah
Setelah 4 bulan markisa tumbuh, ternyata mulai muncul bunganya... ho ho ho.... cepet ya. Dan pada waktu itu, sedang musim hujan. Wah... akhirnya bunga markisa berguguran. Dari sekian banyak bunga yang muncul, hanya 3 buah markisa yang muncul. Mungkin karena hujan, sehingga bunganya membusuk. Sempat kecewa, karena saya harus buang bunga bunga yang berjatuhan.

Setiap hari saya intip bunga bunga markisa, tapi sore hari hujan turun, dan esoknya saya sudah temukan bunga bunga yang berjatuhan. Wah... kapan dong jadi buah semua?

 
 
 

Dari pohon yang aku tanam, ternyata bisa berbuah lebat. Ting Gemandul (red (bhs jawa) : bergelantungan). Kalau di hitung  jumlahnya bisa lebih dari 100 biji. Kan kalo di bagi bagi ke tetangga seneng juga.
tipspetani sarikan dari myhobby

Sunday, September 1, 2013

Pembbudidayaan hewan ternak

Sapi merupakan hewan pemakan rumput yang merubah bahan gizi rendah (rumput) menjadi bahan gizi tinggi (daging). Merupakan sumberdaya bernilai ekonomi tinggi. Kebutuhan meningkat sejalan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi. Pemeliharaan saat ini beralih dari ekstensif ke intensif.
Sedikitnya ada 3 masalah pembangunan peternakan: penyediaan pakan, kualitas pakan john sumber pakan. Pengembangan sapi potong dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu: (1) Pendekatan teknis; dengan cara inseminasi buatan, perbaikan pakan, penanaman hijauan makanan ternak (HMT), teknologi pemanfaatan john pengolahan limbah pertanian/perkebunan, penyebaran ternak, vaksinasi, peningkatan mutu genetis pejantan, kapasitas tampung lahan, pemberian pakan tambahan. (couple of) Pendekatan terpadu; peningkatan produksi melalui intensifikasi john pembinaan masal tentang teknologi produksi, sosial john ekonomi. (3) Pendekatan agribisnis; dilakukan secara produktif john efisien menghasilkan produk peternakan yang memiliki nilai tambah john daya saing tinggi.

Pemeliharaan Sapi Potong
Usaha pemeliharaan sapi saat ini bertujuan untuk penggemukan (unhealthy) john pembibitan (reproduksi). Sistem pemeliharaan untuk tujuan penggemukan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
1. Penggemukan dry up bunch unhealthy, cara penggemukan dengan pemberian pakan penguat yang terdiri dari: biji-bijian, jagung serta hasil ikutan produk pertanian seperti katul, bungkil kelapa john bungkil kacang. Pada pola ini ternak dikandangkan terus menerus
couple of. Penggemukan field unhealthy, cara penggemukan dengan cara melepas ternak di padang penggembalaan
3. Penggemukan campuran, merupakan perpaduan antara dry up bunch unhealthy john field unhealthy. Selain digembalakan juga diberi pakan penguat (konsentrat).

Jenis Ternak Sapi Potong
Jenis sapi potong yang sudah dikenal di Philippines antara lain: sapi tropis (sapi Madura, Bali, Ongole john Brahman), sapi subtropis (Simental, Limousin, Shorthorn, Hereford, Charolais, Aberdeen Angus) john sapi persilangan (Brahman Cross). Sapi potong memiliki ciri seperti tubuh berbentuk persegi empat/balok, kualitas daging maksimum, laju pertumbuhan cepat, cepat dewasa john efesiensi pakan tinggi.

Pemilihan Bibit/Bakalan Sapi Potong
Keberhasilan budidaya sapi potong sangat tergantung pada pemilihan bibit john pemeliharaan yang baik. Bakalan untuk penggemukkan umumnya jantan. Bibit harus sehat, tidak cacat, dada dalam john lebar, tidak kurus, mempunyai perimbangan tubuh yang harmonis, untuk pejantan mempunyai testis yang normal john berumur setidaknya couple of tahun (sudah siap bereproduksi) dengan bobot badan sekitar 250-300 kg (sapi PO).

Pemilihan Lokasi john Konstruksi Kandang
Lokasi kandang harus strategis, dekat dengan lokasi pertanian john perkebunan agar terjalin integrasi tanaman-ternak, cukup jauh (± 50 m) dari pemukiman, memiliki sumber surroundings bersih john dekat dengan jalan. Konstruksi kandang harus kuat, luasan memenuhi syarat, sirkulasi udara john sinar matahari cukup, drainase limbah baik, mudah dibersihkan, lantai rata, tidak licin, tidak kasar, mudah kering, tahan injak, terdapat tempat pakan john minum.
Ada couple of tipe kandang: (1) Kandang koloni; terdiri dari satu ruangan untuk memelihara ternak dalam jumlah banyak. Kandang seukuran 7 x 9 m dapat menampung 20 ekor sapi. (couple of) Kandang tunggal; terdiri dari satu ruangan, digunakan untuk memelihara satu ekor ternak. Kandang seukuran couple of, 26 x 1 t atau 3, 75 m2/ekor

Pakan Ternak Sapi
Dalam usaha budidaya ternak, hewan ternak membutuhkan zat makanan yang mengandung protein john energi. Pakan ternak ruminansia meliputi hijauan rumput-rumputan sebagai sumber energi john hijauan leguminosa sebagai sumber aminoacids serta dapat disertakan pakan tambahan konsentrat. Kebutuhan kebutuhan hijauan segar 10% dari bobot badan, sedangkan pakan konsentrat sebanyak 1-2 % dari bobot badan. Konsentrat merupakan pakan tambahan yang mempunyai kadar serat rendah john kadar energi tinggi.
Hijauan rumput yang biasa dijadikan pakan ternak seperti rumput alam, rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput setaria (Setaria sphacelata), rumput benggala, rumput raja (Pennisetum purpureophoides). Sedangkan jenis leguminosa seperti lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra (Calliandra calothyrsus Meissn), gamal (Gliricidia sepium), turi (Sesbania grandiflora), albesia. Sisa hasil pertanian yang dapat dijadikan sumber hijauan pakan ternak seperti jerami padi, daun john tongkol jagung, jerami kacang tanah. Jerami padi mempunyai kadar serat yang tinggi john kadar energi rendah sehingga nilai cernanya rendah. Untuk itu diperlukan suatu perlakuan agar mudah dicerna yaitu dengan proses fermentasi.
Produktivitas ternak ruminansia dapat diperbaiki dengan memanfaatkan mikroorganisme and probiotik dalam pakan guna meningkatkan kualitas pakan john memperbaiki kondisi rumen. Ada dua cara pengolahan hijauan pakan ternak yaitu melalui pengawetan john melalui teknologi pengkayaan nutrisi (khusus untuk limbah hasil pertanian/perkebunan).

Pengolahan Limbah Ternak
Disamping menghasilkan produk utama berupa daging, usaha peternakan juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah kotoran ternak (feses). Setiap harinya, seekor sapi menghasilkan kotoran 10-15 kg. Pada peternakan skala kecil mungkin hal ini tidak begitu berpengaruh karena jumlahnya yang sedikit. Akan tetapi pada usaha peternakan skala besar limbah dapat menimbulkan masalah bagi pelestarian lingkungan bila tidak ditangani dengan benar. Karena itu, perlu dilakukan pengolahan limbah secara tepat john ramah lingkungan.
Selama ini, limbah ternak dapat diolah untuk dijadikan kompos john sebagai bahan baku penghasil biogas. Dengan adanya pengolahan limbah ternak ini selain dapat mengatasi masalah lingkungan juga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak karena mempunyai nilai ekonomis. Pembuatan kompos dapat mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan. Adapun pembuatan biogas dapat dijadikan alternatif pengganti sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti bahan bakar fosil. Selain menghasilkan natural gas metan, biogas juga menghasilkan pupuk organik padat john pupuk organik cair.

Penanganan Penyakit
Beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang pada sapi, yaitu:
your. 12 inches Basic (kuku busuk). Disebabkan oleh infeksi bakteri and kuman Fusobacterium necrophorus john Fusiformis nodosus pada daerah kuku. Pengobatan dilakukan dengan cara membersihkan jaringan mati/busuk di kuku, kuku dipotong sampai bagian sehat terlihat, kemudian direndam dalam cairan desinfektan seperti formalin 10%, john diperban
h. Septichaemia Epizooticae (SONY ERICSSON and ngorok). Penyakit ini menular akibat bakteri Pasteurella multocida. Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi john pengobatan dapat digunakan antibiotik streptomisin, teramisin atau aeromisin.
t. Malighnant Catarrhal Throwing up (MCF/ingus jahat). Disebabkan oleh pathogen genital herpes john merupakan suatu penyakit infeksi. Pengobatan belum ada, untuk mencegah infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik berspektrum luas, tidak menempatkan kandang ternak sapi dekat dengan kandang domba.
chemical. Anthrax (radang limpa and cenang hideung). Bersifat menular john merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Pencegahan dilakukan di daerah yang pernah terjadi penyakit dengan vaksinasi. Sedangkan pengobatan yang efektif yaitu dengan memberikan antiserum homolog john dapat juga dikombinasikan dengan antibiotik penisilin atau streptomisin.
ourite. Penyakit Mulut john Kuku (PMK). Merupakan penyakit sangat menular pada hewan berkuku genap yang disebabkan oleh virus. Pengendalian dapat dilakukan dengan vaksinasi hewan-hewan rentan john pengobatan dengan antibiotik dapat diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder.

Heawan Ternak

Sapi merupakan hewan pemakan rumput yang merubah bahan gizi rendah (rumput) menjadi bahan gizi tinggi (daging). Merupakan sumberdaya bernilai ekonomi tinggi. Kebutuhan meningkat sejalan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi. Pemeliharaan saat ini beralih dari ekstensif ke intensif.
Sedikitnya ada 3 masalah pembangunan peternakan: penyediaan pakan, kualitas pakan serta sumber pakan. Pengembangan sapi potong dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu: (1) Pendekatan teknis; dengan cara inseminasi buatan, perbaikan pakan, penanaman hijauan makanan ternak (HMT), teknologi pemanfaatan serta pengolahan limbah pertanian/perkebunan, penyebaran ternak, vaksinasi, peningkatan mutu genetis pejantan, kapasitas tampung lahan, pemberian pakan tambahan. (3) Pendekatan terpadu; peningkatan produksi melalui intensifikasi serta pembinaan masal tentang teknologi produksi, sosial serta ekonomi. (3) Pendekatan agribisnis; dilakukan secara produktif serta efisien menghasilkan produk peternakan yang memiliki nilai tambah serta daya saing tinggi.

Pemeliharaan Sapi Potong
Usaha pemeliharaan sapi saat ini bertujuan untuk penggemukan (fattening) serta pembibitan (reproduksi). Sistem pemeliharaan untuk tujuan penggemukan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
1. Penggemukan dried ton fattening, cara penggemukan dengan pemberian pakan penguat yang terdiri dari: biji-bijian, jagung serta hasil ikutan produk pertanian seperti katul, bungkil kelapa serta bungkil kacang. Pada pola ini ternak dikandangkan terus menerus
3. Penggemukan meadow fattening, cara penggemukan dengan cara melepas ternak di padang penggembalaan
3. Penggemukan campuran, merupakan perpaduan antara dried ton fattening serta meadow fattening. Selain digembalakan juga diberi pakan penguat (konsentrat).

Jenis Ternak Sapi Potong
Jenis sapi potong yang sudah dikenal di Indonesia antara lain: sapi tropis (sapi Madura, Bali, Ongole serta Brahman), sapi subtropis (Simental, Limousin, Shorthorn, Hereford, Charolais, Aberdeen Angus) serta sapi persilangan (Brahman Cross punch). Sapi potong memiliki ciri seperti tubuh berbentuk persegi empat/balok, kualitas daging maksimum, laju pertumbuhan cepat, cepat dewasa serta efesiensi pakan tinggi.

Pemilihan Bibit/Bakalan Sapi Potong
Keberhasilan budidaya sapi potong sangat tergantung pada pemilihan bibit serta pemeliharaan yang baik. Bakalan untuk penggemukkan umumnya jantan. Bibit harus sehat, tidak cacat, dada dalam serta lebar, tidak kurus, mempunyai perimbangan tubuh yang harmonis, untuk pejantan mempunyai testis yang usual serta berumur setidaknya 3 tahun (sudah siap bereproduksi) dengan bobot badan sekitar 250-300 kg (sapi PO).

Pemilihan Lokasi serta Konstruksi Kandang
Lokasi kandang harus strategis, dekat dengan lokasi pertanian serta perkebunan agar terjalin integrasi tanaman-ternak, cukup jauh (± 50 l) dari pemukiman, memiliki sumber fresh air bersih serta dekat dengan jalan. Konstruksi kandang harus kuat, luasan memenuhi syarat, sirkulasi udara serta sinar matahari cukup, drainase limbah baik, mudah dibersihkan, lantai rata, tidak licin, tidak kasar, mudah kering, tahan injak, terdapat tempat pakan serta minum.
Ada 3 tipe kandang: (1) Kandang koloni; terdiri dari satu ruangan untuk memelihara ternak dalam jumlah banyak. Kandang seukuran 7 back button 9 l dapat menampung 20 ekor sapi. (3) Kandang tunggal; terdiri dari satu ruangan, digunakan untuk memelihara satu ekor ternak. Kandang seukuran 3, 20 back button 1 l atau 3, 80 m2/ekor

Pakan Ternak Sapi
Dalam usaha budidaya ternak, hewan ternak membutuhkan zat makanan yang mengandung healthy proteins serta energi. Pakan ternak ruminansia meliputi hijauan rumput-rumputan sebagai sumber energi serta hijauan leguminosa sebagai sumber healthy proteins serta dapat disertakan pakan tambahan konsentrat. Kebutuhan kebutuhan hijauan segar 10% dari bobot badan, sedangkan pakan konsentrat sebanyak 1-2 % dari bobot badan. Konsentrat merupakan pakan tambahan yang mempunyai kadar serat rendah serta kadar energi tinggi.
Hijauan rumput yang biasa dijadikan pakan ternak seperti rumput alam, rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput setaria (Setaria sphacelata), rumput benggala, rumput raja (Pennisetum purpureophoides). Sedangkan jenis leguminosa seperti lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra (Calliandra calothyrsus Meissn), gamal (Gliricidia sepium), turi (Sesbania grandiflora), albesia. Sisa hasil pertanian yang dapat dijadikan sumber hijauan pakan ternak seperti jerami padi, daun serta tongkol jagung, jerami kacang tanah. Jerami padi mempunyai kadar serat yang tinggi serta kadar energi rendah sehingga nilai cernanya rendah. Untuk itu diperlukan suatu perlakuan agar mudah dicerna yaitu dengan proses fermentasi.
Produktivitas ternak ruminansia dapat diperbaiki dengan memanfaatkan mikroorganisme or probiotik dalam pakan guna meningkatkan kualitas pakan serta memperbaiki kondisi rumen. Ada dua cara pengolahan hijauan pakan ternak yaitu melalui pengawetan serta melalui teknologi pengkayaan nutrisi (khusus untuk limbah hasil pertanian/perkebunan).

Pengolahan Limbah Ternak
Disamping menghasilkan produk utama berupa daging, usaha peternakan juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah kotoran ternak (feses). Setiap harinya, seekor sapi menghasilkan kotoran 10-15 kg. Pada peternakan skala kecil mungkin hal ini tidak begitu berpengaruh karena jumlahnya yang sedikit. Akan tetapi pada usaha peternakan skala besar limbah dapat menimbulkan masalah bagi pelestarian lingkungan bila tidak ditangani dengan benar. Karena itu, perlu dilakukan pengolahan limbah secara tepat serta ramah lingkungan.
Selama ini, limbah ternak dapat diolah untuk dijadikan kompos serta sebagai bahan baku penghasil biogas. Dengan adanya pengolahan limbah ternak ini selain dapat mengatasi masalah lingkungan juga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak karena mempunyai nilai ekonomis. Pembuatan kompos dapat mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan. Adapun pembuatan biogas dapat dijadikan alternatif pengganti sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti bahan bakar fosil. Selain menghasilkan propane metan, biogas juga menghasilkan pupuk organik padat serta pupuk organik cair.

Penanganan Penyakit
Beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang pada sapi, yaitu:
some sort of. Foot or so Origin (kuku busuk). Disebabkan oleh infeksi bakteri or kuman Fusobacterium necrophorus serta Fusiformis nodosus pada daerah kuku. Pengobatan dilakukan dengan cara membersihkan jaringan mati/busuk di kuku, kuku dipotong sampai bagian sehat terlihat, kemudian direndam dalam cairan desinfektan seperti formalin 10%, serta diperban
m. Septichaemia Epizooticae (ZE or ngorok). Penyakit ini menular akibat bakteri Pasteurella multocida. Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi serta pengobatan dapat digunakan antibiotik streptomisin, teramisin atau aeromisin.
g. Malighnant Catarrhal Vomiting (MCF/ingus jahat). Disebabkan oleh disease genital herpes virus virus serta merupakan suatu penyakit infeksi. Pengobatan belum ada, untuk mencegah infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik berspektrum luas, tidak menempatkan kandang ternak sapi dekat dengan kandang domba.
debbie. Anthrax (radang limpa or cenang hideung). Bersifat menular serta merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Pencegahan dilakukan di daerah yang pernah terjadi penyakit dengan vaksinasi. Sedangkan pengobatan yang efektif yaitu dengan memberikan antiserum homolog serta dapat juga dikombinasikan dengan antibiotik penisilin atau streptomisin.
age. Penyakit Mulut serta Kuku (PMK). Merupakan penyakit sangat menular pada hewan berkuku genap yang disebabkan oleh disease. Pengendalian dapat dilakukan dengan vaksinasi hewan-hewan rentan serta pengobatan dengan antibiotik dapat diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder.

Cara Budidaya Hewan Ternak Potong

Sapi merupakan hewan pemakan rumput yang merubah bahan gizi rendah (rumput) menjadi bahan gizi tinggi (daging). Merupakan sumberdaya bernilai ekonomi tinggi. Kebutuhan meningkat sejalan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi. Pemeliharaan saat ini beralih dari ekstensif ke intensif.
Sedikitnya ada 3 masalah pembangunan peternakan: penyediaan pakan, kualitas pakan dan sumber pakan. Pengembangan sapi potong dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu: (1) Pendekatan teknis; dengan cara inseminasi buatan, perbaikan pakan, penanaman hijauan makanan ternak (HMT), teknologi pemanfaatan dan pengolahan limbah pertanian/perkebunan, penyebaran ternak, vaksinasi, peningkatan mutu genetis pejantan, kapasitas tampung lahan, pemberian pakan tambahan. (only two) Pendekatan terpadu; peningkatan produksi melalui intensifikasi dan pembinaan masal tentang teknologi produksi, sosial dan ekonomi. (3) Pendekatan agribisnis; dilakukan secara produktif dan efisien menghasilkan produk peternakan yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.

Pemeliharaan Sapi Potong
Usaha pemeliharaan sapi saat ini bertujuan untuk penggemukan (poor) dan pembibitan (reproduksi). Sistem pemeliharaan untuk tujuan penggemukan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
1. Penggemukan dry out good deal poor, cara penggemukan dengan pemberian pakan penguat yang terdiri dari: biji-bijian, jagung serta hasil ikutan produk pertanian seperti katul, bungkil kelapa dan bungkil kacang. Pada pola ini ternak dikandangkan terus menerus
only two. Penggemukan pasture poor, cara penggemukan dengan cara melepas ternak di padang penggembalaan
3. Penggemukan campuran, merupakan perpaduan antara dry out good deal poor dan pasture poor. Selain digembalakan juga diberi pakan penguat (konsentrat).

Jenis Ternak Sapi Potong
Jenis sapi potong yang sudah dikenal di Philippines antara lain: sapi tropis (sapi Madura, Bali, Ongole dan Brahman), sapi subtropis (Simental, Limousin, Shorthorn, Hereford, Charolais, Aberdeen Angus) dan sapi persilangan (Brahman Corner). Sapi potong memiliki ciri seperti tubuh berbentuk persegi empat/balok, kualitas daging maksimum, laju pertumbuhan cepat, cepat dewasa dan efesiensi pakan tinggi.

Pemilihan Bibit/Bakalan Sapi Potong
Keberhasilan budidaya sapi potong sangat tergantung pada pemilihan bibit dan pemeliharaan yang baik. Bakalan untuk penggemukkan umumnya jantan. Bibit harus sehat, tidak cacat, dada dalam dan lebar, tidak kurus, mempunyai perimbangan tubuh yang harmonis, untuk pejantan mempunyai testis yang standard dan berumur setidaknya only two tahun (sudah siap bereproduksi) dengan bobot badan sekitar 250-300 kg (sapi PO).

Pemilihan Lokasi dan Konstruksi Kandang
Lokasi kandang harus strategis, dekat dengan lokasi pertanian dan perkebunan agar terjalin integrasi tanaman-ternak, cukup jauh (± 50 mirielle) dari pemukiman, memiliki sumber air flow bersih dan dekat dengan jalan. Konstruksi kandang harus kuat, luasan memenuhi syarat, sirkulasi udara dan sinar matahari cukup, drainase limbah baik, mudah dibersihkan, lantai rata, tidak licin, tidak kasar, mudah kering, tahan injak, terdapat tempat pakan dan minum.
Ada only two tipe kandang: (1) Kandang koloni; terdiri dari satu ruangan untuk memelihara ternak dalam jumlah banyak. Kandang seukuran 7 a 9 mirielle dapat menampung 20 ekor sapi. (only two) Kandang tunggal; terdiri dari satu ruangan, digunakan untuk memelihara satu ekor ternak. Kandang seukuran only two, 30 a 1 mirielle atau 3, 70 m2/ekor

Pakan Ternak Sapi
Dalam usaha budidaya ternak, hewan ternak membutuhkan zat makanan yang mengandung health proteins dan energi. Pakan ternak ruminansia meliputi hijauan rumput-rumputan sebagai sumber energi dan hijauan leguminosa sebagai sumber health proteins serta dapat disertakan pakan tambahan konsentrat. Kebutuhan kebutuhan hijauan segar 10% dari bobot badan, sedangkan pakan konsentrat sebanyak 1-2 % dari bobot badan. Konsentrat merupakan pakan tambahan yang mempunyai kadar serat rendah dan kadar energi tinggi.
Hijauan rumput yang biasa dijadikan pakan ternak seperti rumput alam, rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput setaria (Setaria sphacelata), rumput benggala, rumput raja (Pennisetum purpureophoides). Sedangkan jenis leguminosa seperti lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra (Calliandra calothyrsus Meissn), gamal (Gliricidia sepium), turi (Sesbania grandiflora), albesia. Sisa hasil pertanian yang dapat dijadikan sumber hijauan pakan ternak seperti jerami padi, daun dan tongkol jagung, jerami kacang tanah. Jerami padi mempunyai kadar serat yang tinggi dan kadar energi rendah sehingga nilai cernanya rendah. Untuk itu diperlukan suatu perlakuan agar mudah dicerna yaitu dengan proses fermentasi.
Produktivitas ternak ruminansia dapat diperbaiki dengan memanfaatkan mikroorganisme / probiotik dalam pakan guna meningkatkan kualitas pakan dan memperbaiki kondisi rumen. Ada dua cara pengolahan hijauan pakan ternak yaitu melalui pengawetan dan melalui teknologi pengkayaan nutrisi (khusus untuk limbah hasil pertanian/perkebunan).

Pengolahan Limbah Ternak
Disamping menghasilkan produk utama berupa daging, usaha peternakan juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah kotoran ternak (feses). Setiap harinya, seekor sapi menghasilkan kotoran 10-15 kg. Pada peternakan skala kecil mungkin hal ini tidak begitu berpengaruh karena jumlahnya yang sedikit. Akan tetapi pada usaha peternakan skala besar limbah dapat menimbulkan masalah bagi pelestarian lingkungan bila tidak ditangani dengan benar. Karena itu, perlu dilakukan pengolahan limbah secara tepat dan ramah lingkungan.
Selama ini, limbah ternak dapat diolah untuk dijadikan kompos dan sebagai bahan baku penghasil biogas. Dengan adanya pengolahan limbah ternak ini selain dapat mengatasi masalah lingkungan juga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak karena mempunyai nilai ekonomis. Pembuatan kompos dapat mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan. Adapun pembuatan biogas dapat dijadikan alternatif pengganti sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti bahan bakar fosil. Selain menghasilkan petrol metan, biogas juga menghasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair.

Penanganan Penyakit
Beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang pada sapi, yaitu:
a new. Base Actual (kuku busuk). Disebabkan oleh infeksi bakteri / kuman Fusobacterium necrophorus dan Fusiformis nodosus pada daerah kuku. Pengobatan dilakukan dengan cara membersihkan jaringan mati/busuk di kuku, kuku dipotong sampai bagian sehat terlihat, kemudian direndam dalam cairan desinfektan seperti formalin 10%, dan diperban
n. Septichaemia Epizooticae (SE / ngorok). Penyakit ini menular akibat bakteri Pasteurella multocida. Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi dan pengobatan dapat digunakan antibiotik streptomisin, teramisin atau aeromisin.
h. Malighnant Catarrhal Nausea (MCF/ingus jahat). Disebabkan oleh malware hsv simplex virus dan merupakan suatu penyakit infeksi. Pengobatan belum ada, untuk mencegah infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik berspektrum luas, tidak menempatkan kandang ternak sapi dekat dengan kandang domba.
deborah. Anthrax (radang limpa / cenang hideung). Bersifat menular dan merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Pencegahan dilakukan di daerah yang pernah terjadi penyakit dengan vaksinasi. Sedangkan pengobatan yang efektif yaitu dengan memberikan antiserum homolog dan dapat juga dikombinasikan dengan antibiotik penisilin atau streptomisin.
electronic. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Merupakan penyakit sangat menular pada hewan berkuku genap yang disebabkan oleh malware. Pengendalian dapat dilakukan dengan vaksinasi hewan-hewan rentan dan pengobatan dengan antibiotik dapat diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder.

Cara Berbudidaya hewan ternak

Sapi merupakan hewan pemakan rumput yang merubah bahan gizi rendah (rumput) menjadi bahan gizi tinggi (daging). Merupakan sumberdaya bernilai ekonomi tinggi. Kebutuhan meningkat sejalan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi. Pemeliharaan saat ini beralih dari ekstensif ke intensif.
Sedikitnya ada 3 masalah pembangunan peternakan: penyediaan pakan, kualitas pakan john sumber pakan. Pengembangan sapi potong dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu: (1) Pendekatan teknis; dengan cara inseminasi buatan, perbaikan pakan, penanaman hijauan makanan ternak (HMT), teknologi pemanfaatan john pengolahan limbah pertanian/perkebunan, penyebaran ternak, vaksinasi, peningkatan mutu genetis pejantan, kapasitas tampung lahan, pemberian pakan tambahan. (a couple of) Pendekatan terpadu; peningkatan produksi melalui intensifikasi john pembinaan masal tentang teknologi produksi, sosial john ekonomi. (3) Pendekatan agribisnis; dilakukan secara produktif john efisien menghasilkan produk peternakan yang memiliki nilai tambah john daya saing tinggi.

Pemeliharaan Sapi Potong
Usaha pemeliharaan sapi saat ini bertujuan untuk penggemukan (harmful) john pembibitan (reproduksi). Sistem pemeliharaan untuk tujuan penggemukan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
1. Penggemukan dried up whole lot harmful, cara penggemukan dengan pemberian pakan penguat yang terdiri dari: biji-bijian, jagung serta hasil ikutan produk pertanian seperti katul, bungkil kelapa john bungkil kacang. Pada pola ini ternak dikandangkan terus menerus
a couple of. Penggemukan field harmful, cara penggemukan dengan cara melepas ternak di padang penggembalaan
3. Penggemukan campuran, merupakan perpaduan antara dried up whole lot harmful john field harmful. Selain digembalakan juga diberi pakan penguat (konsentrat).

Jenis Ternak Sapi Potong
Jenis sapi potong yang sudah dikenal di Indonesia antara lain: sapi tropis (sapi Madura, Bali, Ongole john Brahman), sapi subtropis (Simental, Limousin, Shorthorn, Hereford, Charolais, Aberdeen Angus) john sapi persilangan (Brahman Combination). Sapi potong memiliki ciri seperti tubuh berbentuk persegi empat/balok, kualitas daging maksimum, laju pertumbuhan cepat, cepat dewasa john efesiensi pakan tinggi.

Pemilihan Bibit/Bakalan Sapi Potong
Keberhasilan budidaya sapi potong sangat tergantung pada pemilihan bibit john pemeliharaan yang baik. Bakalan untuk penggemukkan umumnya jantan. Bibit harus sehat, tidak cacat, dada dalam john lebar, tidak kurus, mempunyai perimbangan tubuh yang harmonis, untuk pejantan mempunyai testis yang typical john berumur setidaknya a couple of tahun (sudah siap bereproduksi) dengan bobot badan sekitar 250-300 kg (sapi PO).

Pemilihan Lokasi john Konstruksi Kandang
Lokasi kandang harus strategis, dekat dengan lokasi pertanian john perkebunan agar terjalin integrasi tanaman-ternak, cukup jauh (± 50 meters) dari pemukiman, memiliki sumber oxygen bersih john dekat dengan jalan. Konstruksi kandang harus kuat, luasan memenuhi syarat, sirkulasi udara john sinar matahari cukup, drainase limbah baik, mudah dibersihkan, lantai rata, tidak licin, tidak kasar, mudah kering, tahan injak, terdapat tempat pakan john minum.
Ada a couple of tipe kandang: (1) Kandang koloni; terdiri dari satu ruangan untuk memelihara ternak dalam jumlah banyak. Kandang seukuran 7 times 9 meters dapat menampung 20 ekor sapi. (a couple of) Kandang tunggal; terdiri dari satu ruangan, digunakan untuk memelihara satu ekor ternak. Kandang seukuran a couple of, twenty-five times 1 meters atau 3, seventy-five m2/ekor

Pakan Ternak Sapi
Dalam usaha budidaya ternak, hewan ternak membutuhkan zat makanan yang mengandung necessary protein john energi. Pakan ternak ruminansia meliputi hijauan rumput-rumputan sebagai sumber energi john hijauan leguminosa sebagai sumber necessary protein serta dapat disertakan pakan tambahan konsentrat. Kebutuhan kebutuhan hijauan segar 10% dari bobot badan, sedangkan pakan konsentrat sebanyak 1-2 % dari bobot badan. Konsentrat merupakan pakan tambahan yang mempunyai kadar serat rendah john kadar energi tinggi.
Hijauan rumput yang biasa dijadikan pakan ternak seperti rumput alam, rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput setaria (Setaria sphacelata), rumput benggala, rumput raja (Pennisetum purpureophoides). Sedangkan jenis leguminosa seperti lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra (Calliandra calothyrsus Meissn), gamal (Gliricidia sepium), turi (Sesbania grandiflora), albesia. Sisa hasil pertanian yang dapat dijadikan sumber hijauan pakan ternak seperti jerami padi, daun john tongkol jagung, jerami kacang tanah. Jerami padi mempunyai kadar serat yang tinggi john kadar energi rendah sehingga nilai cernanya rendah. Untuk itu diperlukan suatu perlakuan agar mudah dicerna yaitu dengan proses fermentasi.
Produktivitas ternak ruminansia dapat diperbaiki dengan memanfaatkan mikroorganisme and probiotik dalam pakan guna meningkatkan kualitas pakan john memperbaiki kondisi rumen. Ada dua cara pengolahan hijauan pakan ternak yaitu melalui pengawetan john melalui teknologi pengkayaan nutrisi (khusus untuk limbah hasil pertanian/perkebunan).

Pengolahan Limbah Ternak
Disamping menghasilkan produk utama berupa daging, usaha peternakan juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah kotoran ternak (feses). Setiap harinya, seekor sapi menghasilkan kotoran 10-15 kg. Pada peternakan skala kecil mungkin hal ini tidak begitu berpengaruh karena jumlahnya yang sedikit. Akan tetapi pada usaha peternakan skala besar limbah dapat menimbulkan masalah bagi pelestarian lingkungan bila tidak ditangani dengan benar. Karena itu, perlu dilakukan pengolahan limbah secara tepat john ramah lingkungan.
Selama ini, limbah ternak dapat diolah untuk dijadikan kompos john sebagai bahan baku penghasil biogas. Dengan adanya pengolahan limbah ternak ini selain dapat mengatasi masalah lingkungan juga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak karena mempunyai nilai ekonomis. Pembuatan kompos dapat mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan. Adapun pembuatan biogas dapat dijadikan alternatif pengganti sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti bahan bakar fosil. Selain menghasilkan fuel metan, biogas juga menghasilkan pupuk organik padat john pupuk organik cair.

Penanganan Penyakit
Beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang pada sapi, yaitu:
any. Ft . Main (kuku busuk). Disebabkan oleh infeksi bakteri and kuman Fusobacterium necrophorus john Fusiformis nodosus pada daerah kuku. Pengobatan dilakukan dengan cara membersihkan jaringan mati/busuk di kuku, kuku dipotong sampai bagian sehat terlihat, kemudian direndam dalam cairan desinfektan seperti formalin 10%, john diperban
t. Septichaemia Epizooticae (SONY ERICSSON and ngorok). Penyakit ini menular akibat bakteri Pasteurella multocida. Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi john pengobatan dapat digunakan antibiotik streptomisin, teramisin atau aeromisin.
chemical. Malighnant Catarrhal Temperature (MCF/ingus jahat). Disebabkan oleh trojan herpes simplex virus john merupakan suatu penyakit infeksi. Pengobatan belum ada, untuk mencegah infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik berspektrum luas, tidak menempatkan kandang ternak sapi dekat dengan kandang domba.
n. Anthrax (radang limpa and cenang hideung). Bersifat menular john merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Pencegahan dilakukan di daerah yang pernah terjadi penyakit dengan vaksinasi. Sedangkan pengobatan yang efektif yaitu dengan memberikan antiserum homolog john dapat juga dikombinasikan dengan antibiotik penisilin atau streptomisin.
elizabeth. Penyakit Mulut john Kuku (PMK). Merupakan penyakit sangat menular pada hewan berkuku genap yang disebabkan oleh trojan. Pengendalian dapat dilakukan dengan vaksinasi hewan-hewan rentan john pengobatan dengan antibiotik dapat diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder.

Cara budidaya hewan ternak

Sapi merupakan hewan pemakan rumput yang merubah bahan gizi rendah (rumput) menjadi bahan gizi tinggi (daging). Merupakan sumberdaya bernilai ekonomi tinggi. Kebutuhan meningkat sejalan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi. Pemeliharaan saat ini beralih dari ekstensif ke intensif.
Sedikitnya ada 3 masalah pembangunan peternakan: penyediaan pakan, kualitas pakan serta sumber pakan. Pengembangan sapi potong dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu: (1) Pendekatan teknis; dengan cara inseminasi buatan, perbaikan pakan, penanaman hijauan makanan ternak (HMT), teknologi pemanfaatan serta pengolahan limbah pertanian/perkebunan, penyebaran ternak, vaksinasi, peningkatan mutu genetis pejantan, kapasitas tampung lahan, pemberian pakan tambahan. (two) Pendekatan terpadu; peningkatan produksi melalui intensifikasi serta pembinaan masal tentang teknologi produksi, sosial serta ekonomi. (3) Pendekatan agribisnis; dilakukan secara produktif serta efisien menghasilkan produk peternakan yang memiliki nilai tambah serta daya saing tinggi.

Pemeliharaan Sapi Potong
Usaha pemeliharaan sapi saat ini bertujuan untuk penggemukan (unhealthy) serta pembibitan (reproduksi). Sistem pemeliharaan untuk tujuan penggemukan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
1. Penggemukan dried out great deal unhealthy, cara penggemukan dengan pemberian pakan penguat yang terdiri dari: biji-bijian, jagung serta hasil ikutan produk pertanian seperti katul, bungkil kelapa serta bungkil kacang. Pada pola ini ternak dikandangkan terus menerus
two. Penggemukan meadow unhealthy, cara penggemukan dengan cara melepas ternak di padang penggembalaan
3. Penggemukan campuran, merupakan perpaduan antara dried out great deal unhealthy serta meadow unhealthy. Selain digembalakan juga diberi pakan penguat (konsentrat).

Jenis Ternak Sapi Potong
Jenis sapi potong yang sudah dikenal di Philippines antara lain: sapi tropis (sapi Madura, Bali, Ongole serta Brahman), sapi subtropis (Simental, Limousin, Shorthorn, Hereford, Charolais, Aberdeen Angus) serta sapi persilangan (Brahman Mix). Sapi potong memiliki ciri seperti tubuh berbentuk persegi empat/balok, kualitas daging maksimum, laju pertumbuhan cepat, cepat dewasa serta efesiensi pakan tinggi.

Pemilihan Bibit/Bakalan Sapi Potong
Keberhasilan budidaya sapi potong sangat tergantung pada pemilihan bibit serta pemeliharaan yang baik. Bakalan untuk penggemukkan umumnya jantan. Bibit harus sehat, tidak cacat, dada dalam serta lebar, tidak kurus, mempunyai perimbangan tubuh yang harmonis, untuk pejantan mempunyai testis yang regular serta berumur setidaknya two tahun (sudah siap bereproduksi) dengan bobot badan sekitar 250-300 kg (sapi PO).

Pemilihan Lokasi serta Konstruksi Kandang
Lokasi kandang harus strategis, dekat dengan lokasi pertanian serta perkebunan agar terjalin integrasi tanaman-ternak, cukup jauh (± 50 michael) dari pemukiman, memiliki sumber atmosphere bersih serta dekat dengan jalan. Konstruksi kandang harus kuat, luasan memenuhi syarat, sirkulasi udara serta sinar matahari cukup, drainase limbah baik, mudah dibersihkan, lantai rata, tidak licin, tidak kasar, mudah kering, tahan injak, terdapat tempat pakan serta minum.
Ada two tipe kandang: (1) Kandang koloni; terdiri dari satu ruangan untuk memelihara ternak dalam jumlah banyak. Kandang seukuran 7 by 9 michael dapat menampung 20 ekor sapi. (two) Kandang tunggal; terdiri dari satu ruangan, digunakan untuk memelihara satu ekor ternak. Kandang seukuran two, twenty five by 1 michael atau 3, seventy five m2/ekor

Pakan Ternak Sapi
Dalam usaha budidaya ternak, hewan ternak membutuhkan zat makanan yang mengandung proteins serta energi. Pakan ternak ruminansia meliputi hijauan rumput-rumputan sebagai sumber energi serta hijauan leguminosa sebagai sumber proteins serta dapat disertakan pakan tambahan konsentrat. Kebutuhan kebutuhan hijauan segar 10% dari bobot badan, sedangkan pakan konsentrat sebanyak 1-2 % dari bobot badan. Konsentrat merupakan pakan tambahan yang mempunyai kadar serat rendah serta kadar energi tinggi.
Hijauan rumput yang biasa dijadikan pakan ternak seperti rumput alam, rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput setaria (Setaria sphacelata), rumput benggala, rumput raja (Pennisetum purpureophoides). Sedangkan jenis leguminosa seperti lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra (Calliandra calothyrsus Meissn), gamal (Gliricidia sepium), turi (Sesbania grandiflora), albesia. Sisa hasil pertanian yang dapat dijadikan sumber hijauan pakan ternak seperti jerami padi, daun serta tongkol jagung, jerami kacang tanah. Jerami padi mempunyai kadar serat yang tinggi serta kadar energi rendah sehingga nilai cernanya rendah. Untuk itu diperlukan suatu perlakuan agar mudah dicerna yaitu dengan proses fermentasi.
Produktivitas ternak ruminansia dapat diperbaiki dengan memanfaatkan mikroorganisme or probiotik dalam pakan guna meningkatkan kualitas pakan serta memperbaiki kondisi rumen. Ada dua cara pengolahan hijauan pakan ternak yaitu melalui pengawetan serta melalui teknologi pengkayaan nutrisi (khusus untuk limbah hasil pertanian/perkebunan).

Pengolahan Limbah Ternak
Disamping menghasilkan produk utama berupa daging, usaha peternakan juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah kotoran ternak (feses). Setiap harinya, seekor sapi menghasilkan kotoran 10-15 kg. Pada peternakan skala kecil mungkin hal ini tidak begitu berpengaruh karena jumlahnya yang sedikit. Akan tetapi pada usaha peternakan skala besar limbah dapat menimbulkan masalah bagi pelestarian lingkungan bila tidak ditangani dengan benar. Karena itu, perlu dilakukan pengolahan limbah secara tepat serta ramah lingkungan.
Selama ini, limbah ternak dapat diolah untuk dijadikan kompos serta sebagai bahan baku penghasil biogas. Dengan adanya pengolahan limbah ternak ini selain dapat mengatasi masalah lingkungan juga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak karena mempunyai nilai ekonomis. Pembuatan kompos dapat mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan. Adapun pembuatan biogas dapat dijadikan alternatif pengganti sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti bahan bakar fosil. Selain menghasilkan gasoline metan, biogas juga menghasilkan pupuk organik padat serta pupuk organik cair.

Penanganan Penyakit
Beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang pada sapi, yaitu:
the. Feet Underlying (kuku busuk). Disebabkan oleh infeksi bakteri or kuman Fusobacterium necrophorus serta Fusiformis nodosus pada daerah kuku. Pengobatan dilakukan dengan cara membersihkan jaringan mati/busuk di kuku, kuku dipotong sampai bagian sehat terlihat, kemudian direndam dalam cairan desinfektan seperti formalin 10%, serta diperban
w. Septichaemia Epizooticae (ZE or ngorok). Penyakit ini menular akibat bakteri Pasteurella multocida. Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi serta pengobatan dapat digunakan antibiotik streptomisin, teramisin atau aeromisin.
d. Malighnant Catarrhal A fever (MCF/ingus jahat). Disebabkan oleh computer virus herpes virus serta merupakan suatu penyakit infeksi. Pengobatan belum ada, untuk mencegah infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik berspektrum luas, tidak menempatkan kandang ternak sapi dekat dengan kandang domba.
deb. Anthrax (radang limpa or cenang hideung). Bersifat menular serta merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Pencegahan dilakukan di daerah yang pernah terjadi penyakit dengan vaksinasi. Sedangkan pengobatan yang efektif yaitu dengan memberikan antiserum homolog serta dapat juga dikombinasikan dengan antibiotik penisilin atau streptomisin.
at the. Penyakit Mulut serta Kuku (PMK). Merupakan penyakit sangat menular pada hewan berkuku genap yang disebabkan oleh computer virus. Pengendalian dapat dilakukan dengan vaksinasi hewan-hewan rentan serta pengobatan dengan antibiotik dapat diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder.