Pages

Showing posts with label Hobby. Show all posts
Showing posts with label Hobby. Show all posts

Tuesday, September 10, 2013

PANDUAN MEMILIH LUMUT UNTUK UMPAN MANCING

PANDUAN MEMILIH LUMUT UNTUK UMPAN MANCING
Pemilihan lumut sebagai umpan selain lumut merupakan makanan ikan di habitat aslinya juga relatif mudah didapat dan mudah dalam pemasangangan ke mata kailnya lagi pula tangan kita tidak akan kotor apabila kita menggunakan umpan cacing.

Banyak terdapat di air dangkal yang terkena sinar matahari seperti di sawah atau rawa dangkal yang sedikit mengalir.

Tapi bagai mana memilih lumut yang baik, serta waktu mengambilnya yang tepat?

Waktu pengambilan yang terbaik adalah sewaktu kita akan memancing, sehingga saat dipakai memancing keadaan lumut masih segar dan baik. Dalam memilih lumut yang baik untuk di jadikan umpan memiliki ciri-ciri lumut sebagai berikut :

- Segar
- berwarna hijau muda (lumut muda)
- tekstur lembut

Lumut yang telah kita pilih seperti ciri-ciri di atas, kita simpan di wadah (toples, atas mangkok plastik) beri air secukupnya dan tambahkan sedikit garam agar lebih mudah melengket di mata kail.

Cara Memancing Ikan Mas Agar Cepat Dapat

tipspetani-Cara Memancing Ikan Mas Agar Cepat Dapat


Ikan mas termasuk ikan yang populer di kolam pemancingan, ikan ini memiliki daya tarik tersendiri bagi yang menyukai memancing di kolam. Ikan yang mencari makan di dasar tempat habitatnya berada ini memiliki makanan alami berupa jasat-jasad renik maupun hewan-hewan kecil air yang ada di lumpur.Dalam memancing ikan ini tentunya menggunakan cara memancing dasar (bottom fishing). Sedangkan umpan yang digunakan untuk memancing ikan mas relatif mudah untuk didapat atau mudah dibuat.

Umpan untuk memancing ikan mas:

  • Pelet
  • Udang rawa
  • Umpan racikan atau adonan (ada sebagian pemancing mencampur adonan yang dibuatnya dengan maaf kotoran manusia katanya "lebih ampuh" mungkin karena baunya itu yang menarik ikan untuk mendekat)
  • Ulat pohon pisang, ulat ini berukuran kecil kira-kira sebesar pangkal lidi, ulat ini dapat kita peroleh dari pohon pisang yang sudah ditebang, dengan cara pohon pisang yang telah ditebang dibiarkan selama seminggu, ulat ini memakan pohon pisang tersebut, belah pohon pisang, disela-sela lapisan pohon pisang yang berlubang-lubang tersebutlah biasanya ulat pohon pisang berada.
  • Ulat daun pisang
  • Ulat Bambu
Trik memancing ikan mas yang susah di pancing
Memancing ikan mas gampang-gampang susah. Umpan dan teknik dalam memancing telah tepat pun terkadang belum tentu dapat, memang terkadak kembali juga pada rejeki atau nasib orang yang memancingnya. Tapi kita sebagai manusia tentu saja harus berusaha secara maksimal. Makanan alami ikan ini yang berupa jasad-jasad renik membuatnya mudah untuk melihat senar pancing, untuk ikan mas yang susah di pancing atau sering di pancing :

  • Gunakan joran yang ujungya lembut/pancing stik, (tidak menggunakan pancing katrol), pakai pelampung.
  • Gunakan senar pancing yang berukuran kecil yang telah direndam dengan air panas. 
  • Gunakan mata kail (hook) no 6 kecil. Pakai pelampung
  • Umpan yang baik untuk kolam pemancingan adalah umpan no 3 (di atas) "lebih ampuh"
  • Perhatikan pelampung terkadang pelampung hanya bergerak sedikit walaupun ikan yang menyantap umpan kita ikan babon.
  • Saat strike ikan besar jangan khawatir senar pancing kita putus, asalkan jangan sampai menyetuh senar pancing dan saat ikan telah dekat ke pinggir kolam angkat ikan tersebut dengan menggunakan serokan.
Selamat mencoba...tipspetani

MACAM-MACAM BURUNG KAKAK TUA

MACAM-MACAM BURUNG KAKAK TUA
Burung kakak tua adalah burung jenis hias yang memiliki suku Cacatuidae yang memiliki bulu yang bagus dan suara yang nyaring burung ini juga pintar biasanya juga di gunakan untuk acara pertunjukan atraksi-atraksi hewan.

Berikut ini adalah jenis burung Kakak Tua di antaranya.

Burung kakak tua jambul kuning atau dalam bahasa inggris Yellow-crested Cockatoo hidup biasanya secara bergerombol atau secara berpasangan dalam jumlah kecil, saat bersuara jambul nya akan di gerakkan naik turun, pada saat terbang burung ini sangat mencolok dengan saling mengeluarkan suara dan kepakan sayapnya kuat dan cepat.

Berikut macam-macam gambar burung kakak tua :





Bird Cacatua Alba


Bird Cacatua Ducrpsii


Bird Cacatua sanguinea

Beda Burung Poksay Lokal Dengan Poksay Jambul

Tipspetani=Beda Burung Poksay Lokal Dengan Poksay Jambul
Burung poksay Jambul-Putih atau yang bernama latin Garrulax chinensis ini adalah keluarga dari Timaliidae burung ini banyak di temukan di gunung atau perbukitan dan di semak belukar burung ini banyak tersebar atau banyak di temukan di Indochina dan Himalaya, Sebenarnya pada mulanya burung poksay ini satu subspecies yaitu Poksai Sumatera tapi karena mimilki warna bulu yang berbeda sekarang banyak orang menyebutnya dengan sebutan Poksay Jambul dan Poksai Hitam aatu ada juga yang menyebutnya poksay Hongkong.



Burung Poksay Hongkong atau Poksay Jambul yang dalam bahasa inggris white crested laughingthrush (garrulax leucolophus) ini adalah memiliki warna bulu yang di dominasi oleh warna putih dan coklat, yang dimana warna coklat di bagaian setangah badannya sampai ekor dan selagi lagi putih di sebagian badan sampai kepala dan memiliki warna bulu hitam di bagian sekitar mata untuk lebih jelasnya anda bisa lihat gambar di bawah ini.

POKSAY JAMBUL


Untuk Poksay non jambul ini memiliki ciri-ciri warna di dominasi warna hitam dan putih dimana warna hitam terdapat pada sebagian badannya yaitu antara setengah badan sampai ekornya dan putih dari setangah badan bagian atas sampai kepalanya dan di bagian mata ada warna hitam aruh juga hitam untuk lebih jelas bisa lihat gambar di bawah ini.




Tip Perawatan Harian

Untuk merawat burung Poksay ini sebenarnya sama dengan perawatan harian pada burung kicau pada umumnya untuk makanannya sendiri burung ini biasa memakan buah-buahan sgar dan serangga baik semut, jangkri dan serangga kecil lainya, untuk merawat burung ini sebaiknya anda menempatkan atau mempersiapkan kandang yang berukuran agak besar karena burung ini suka melompat-lompat sehingga nantinya dengan ukuran kandang yang besar akan membuat burung lebih nyaman tentunya dan hindarkan burung lain yang berdekatan dengan burung poksay ini apalagi burung yang mudah stress ini bisa berakibat jelak bagi burung lain karena burung poksay ini memiliki saura yang cukup keras.

Demikian tadi sedikit informasi mengenai burung Poksay mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan kita mengenai burung poksay ini.
Salam Kicau Mania

Monday, September 9, 2013

Teknik Jitu Memancing Ikan Patin

Teknik Jitu Memancing Ikan Patin
Pegasius atau biasa juga disebut ikan patin atau jambal adalah jenis ikan yang bermain di dasar. Untuk pemancing jenis ikan ini berikut adalah tips dan trik memancing ikan ini.

Rangkaian pancing ikan patin bisa menggunakan pelampug atau tidak (glosor). Rangkaian ikan pancing bisa terdiri 1 atau 2 mata kail ukuran kecil sampai sedng. Hal ini dikarenakan ikan pegasius tidak memiliki mulut yang terlalu besar. Gunakan kawat nikelin kecil dan lemas aau kenur pandu / lider, kili-kili dan timah pemberat ukuran kecil.

Yang harus diingat, apabila anda lebih suka pada pelampung adalah jarak kail samapai pelampung harus sepanjang dalamnya sungai atau kolam agar umpan dapat menyentuh dasar.

Pertama-tama ikatan pancing ke nikelin / kenur pandu sepanjang 5-7 cm, kemudian nikelin atau kenur pandu tersebut (apabila ada dua, kedua-duanya) diikatkan ke kili-kili.

Sebelumnya kili-kili itu diikatkan ke senar utama, jangan lupa masukkan timah pemberat di kenur utama. Pastikan timah pemberat yang digunakan adalah jenis yang bolong di tengah (timah melinjo) sehingga timah dapat bergerak leluasa di senar utama.

Setelah timah dimasukkan, ikatkan senar utama ke kili-kili yang tersambung dengan mata kail. Setelah rangkaian pancing jadi, gunakan karet stopper di senar utama sebagai penjaga agar timah tidak berjalan terlalu jauh dari kili-kili. Jarak 5 cm biasanya sudah cukup memadai.

Setelah umpan yang terpasang dilempar , pastikan senar berada di garis lurus antara pemancing dan umpan. Tidak perlu menarik senar sehingga tegang, justru biarkan agak kendor sehingga senar bisa terlihat terapung di atas air membentuk satu garis. Apakah ikan menyambar, maka pemancing akan melihat garis yang terbentuk dari senar di atas air tersebut berjalan.

Ikan patin tidak akan membawa umpan dalam satu kali sentakan, begitu senar bergerak beberapa saat cepat-cepat sentak joran anda. Telat menyentak akan mengakibatkan umpan dilepehkan oleh ikan dan terlepas.

Ikan patin akan terasa mengasikan apabila dipancing dengan senar kecil. Untuk pemula disarankan senar berukuran 8-12 lbs, bagi yang menyukai teknik fight “tarik-ulur” disarankan menggunakan senar berukuran 2 – 6 lbs.

Jangan lupa setelan drag yang disesuaikan dengan ukuran senar. Hentakan pertama tidak akan membuat ikan patin berukuran besar melawan dengan kuat, anda biasanya akan merasa berat, tetapi semakin ke pinggir maka ikan akan mulai “mengamuk”.

Hati-hati, sentakan mendadak dari patin terhadap senar kecil dapat memutuskan tali senar. Ketika ikan sudah dekat dan siap untuk diangkat, siapkan serokan untuk mengangkat ikan. Ingat jangan memegang tali apabila ingin mengangkat ikan untuk diserok. Apabila menggunakan kenur kecil, ikan patin yng hendak diserok biasanya akan melawan dengan keras dan kemungkinan besar putus.

TIPS TRIK MEMANCING DI KOLAM PANCING

TIPSPETANI-TIPS TRIK MEMANCING DI KOLAM PANCING

Bukan saja mengandalkan piranti yang bagus dan handal juga kemampuan dalam teknik memancing di kolam pemancingan dalam mengikuti setiap lomba, baik lomba harian, galatama, atau kiloan tetapi mengikuti lomba mancing di kolam pemancingan juga membutuhkan beberapa perhatian lebih mulai saat akan mengikuti lomba hingga berakhir jalannya lomba mancing. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dapat menunjang dan memperoeh hasil terbaik saat mengikuti lomba.

STATEGI SAAT LOMBA
Pada saat lomba, yang menjadi strategi penting yaitu:

  • Datanglah satu jam sebelum lomba dimulai
  • Lengkapi alat / piranti atau umpan yang belum dipunyai
  • Jika belum punya langganan kenek/kedi, tanyakan panitia lomba kenek/kedi yang baik.
  • Perhatikan dan persiapkan peralatan pancing, periksa kenur, ikatan, mata kail sekali lagi.
  • Buat umpan yang akan digunakan dan telah siap 15 menit sebelum lomba.
  • Setelah pengundian lapak, segera bawa semuanya kelapak yang telah diundi.
  • Lempar pancing tanpa kail untuk mengukur kedalaman air.
  • Bila diizinkan melempar bom, lemparlah umpan bom ketempat yang potensial.
  • Saat tanda lomba dimulai teruskan menebar umpan bom pada titik potensial lain.
  • Lontarkan pancing, ke tempat yang telah diberi umpan tebaran.
  • Jangan ragu menarik pancing dan melemparnya lagi ke tempat tersebut.
  • Jangan terganggu oleh lapak tetangga yang telah lebih dulu menarik umpan.
  • Bila di salah satu titik ikan mas telah makan maka teruslah untuk memancingnya disitu.
  • Ikan rame cendrung liar, usahakan tidak melewati lapak orang lain.
  • Kusut atau saling terkait kenur adalah hal yang wajar, mintalah maaf jika hal itu terjadi.
  • Pada titik potensial (hotspot) yang sudah jadi, ikan akan terus berkumpul selama ikan didasar ada.
  • Titik potensial (hotspot) yang sudah jadi ditandai oleh gelembung atau coklatnya air.
  • Teruskan mancing dititik tersebut hingga ikan-ikannya tidak lagi menyambar umpan.
  • Mulailah mencari titik yang tadi pagi sudah ditabur umpan.
  • Bila disemua titik jarang ada sambaran, coba perkecil bentuk umpan.
  • Atau coba gunakan rangkaian kail umpan, biarkan saja dan bersantailah atau makan siang dahulu.
  • Buang umpan pagi hari dan aduklah umpan baru
  • Lewat tengah hari kembali lontar umpan ke titik potensial pagi tadi, biasanya ikan akan kembali galak memakan umpan.
  • Jangan dilupakan titik potensial yang lain, cobalah melemparnya kesana.
  • Bila mendapat ikan besar, cobalah untuk tenang menghadapinya.
  • Jangan gugup mintalah maaf bila ikan melarikan diri kelapak sebelah.
  • Timbang segera ikan bila dirasakan masuk nominasi.
  • Jangan putus asa, berusahalah terus dan jangan segan mencoba trik-trik lainnya.
  • Bila lomba usai, kemasi peralatan dan jangan sampai tertinggal.
  • Bila belum berhasil jangan kecewa dengan apa yang dicapai hari ini.
  • Pelajari apa yang jadi penyebabnya untuk kesuksesan di lain hari.

STRATEGI SETELAH LOMBA
  • Mungkin ini juga strategi penting yang sering dilupakan. Mulai sekarang cobalah mengingat apa saja kendala yang di hadapi pada saat lomba tadi. Diskusikan dengan teman-teman sesama pemancing atau buka lagi buku pintar dan pelajari apa penyebab kurang berhasilnya strategi yang tadi diterapkan. Beberapa penyebab mungkin seperti yang diungkap dibawah ini.
  • Pemancing lain menggunakan umpan yang lebih cocok untuk karakteristik ikan dan telah mengenal dengan baik karakteristik empang lomba tersebut.
  • Banyaknya lumpur atau lumut yang mengurangi kualitas air sehingga ikan malas makan.
  • Tingkat oksigen juga mempengaruhi ikan perhatikan apakah empang mempunyai sistem aerasi yang baik.
  • Ikan yang disebar banyak yang sakit.
  • Teliti dari mana ikan berasal.
  • Penebaran ikan yang tidak merata disebabkan perbedaan kedalaman air. Untuk mengatasinya cobalah membuat umpan seperti yang dipakai pemancing lain walaupun umpan hanya terbuat dari pelet saja (murni pelet tanpa tambahan apapun, karena kemungkinan umpan tersebut yang disukai ikan.
  • Empang yang telah banyak lumpur, lumut dan endapan sisa umpan, membuat ikan malas makan.
  • Hal ini pasti dirasakan oleh pemancing disekitar situ. Salah satu caranya adalah pengelola empang untuk mengangkat endapan dan mengeringkan empangnya lebih dulu. Jika tidak cobalah cari kombinasi umpan yang lain, gunakan umpan hidup, umpan wangi, umpan amis, dan lihatlah umpan mana yang jalan.
  • Bila diketahui ikan banyak yang sakit, ikannya selalu berkeliaran, cobalah perhatikan jalur perjalanannya dan cegatlah dengan umpan ditempat yang dilewatinya. Bila kedalaman air pada jarak terdekat anda sudah cukup memadai, dapat dilemparkan umpan disitu.
  • Untuk mengetahui asal ikan dapat dilihat dari bentuk badan ikan yang berhasil ditangkap. Bila mempunyai tubuh langsing agak panjang, kemungkinan ikan berasal di kolam air deras yang lebih menyukai umpan dengan bahan dasar pelet. Bila ikan bertubuh gemuk dan jarak tubuh yang pendek, maka kemungkinan ikan berasal dari kolam air tenang atau keramba apung yang menyukai umpan berbahan dasar ubi.
  • Kedalaman empang yang berbeda dapat menyebabkan penyebaran ikan tidak merata. Untuk itu camkanlah bahwa kemungkinan dilain waktu akan mendapatkan hasil undian lapak yang bagus dan banyak ikannya.
  • Terapkan target penangkapan, sebab ikan besar cendrung menyendiri, jadi jika mendapat tempat yang banyak ikannya maka carilah ikan sebanyak anda dapat. Namun jika anda mendapat lapak yang kurang ikannya, bersabarlah dan konsentrasikan pada target ikan yang besar saja. Tentunya suatu kepuasan bila mendapat ikan satu ekor saja namun berhasil masuk nominasi. Syukur kalau keduanya dapat. Selamat berlomba…

CARA MEMBUAT UMPAN MANCING YANG AMIS

CARA MEMBUAT UMPAN MANCING YANG AMIS
Saat memasuki musim kemarau. para mania mancing harus jeli menentukan pilihan ramuan umpan yang digunakan ketika akan memancing. biasanya saat kondisi kemarau, banyak air di kolam-kolam pemancingan kekurangan suplai air sehingga diperlukan aroma yang lebih menyengat untuk menarik perhatian ikan yang ada didalamnya.

Karena biasanya pada air kondisi ini, warna dan aroma cukup pekat sehingga umpan yang digunakan paling tidak harus bisa mengalahkan aroma yang ada di dalam kolam. Berikut adalah umpan amis pertama.

Bahan-bahannya :
1. Telur bebek 6 butir
2. Kroto 2 ons
3. Wisman secukupnya
4. Keju secukupnya
5. Ikan bandeng 1 ekor
6. Ubi 1 buah

Cara Membuat umpan amis:
  • Ambil telur bebek dan pilih bagian putih telurnya saja dan campurkan dengan kroto, lalu kukus selama 1/2 jam.
  • Ikan bandenga dibersihkan sisiknya dan diambil bagian tulangnya, lalu kukus dengan ubi setengah matang.
  • Jika kedua kukusan tadi sudah siap, campurkan keduanya dan aduk hingga rata.
  • Berikutnya masukkan wisman dan keju lalu aduk kembali hingga rata.
  • Jika hasilnya dirasa masih terlalu lembek. campurkan pengeras (kinoy/katulampa) secukupnya.
  • Telur bebek (5 butir campur dan 3 butir kuningnya saja.) diaduk dengan mixer.
  • Umpan siap digunakan.

CARA MEMBEDAKAN PERKUTUT JANTAN DAN BETINA

CARA MEMBEDAKAN PERKUTUT JANTAN DAN BETINA
Burung perkutut merupakan burung kicau yang banyak di minati dan di cari para kicau mania di karenakan burung ini memiliki suara kicau yang unik dan berbeda dengan burung kicau pada umumnya, burung ini berkicua dengan suara sperti ini kalau saya gambarkan dalam kata ''Kuk Geruk Kwok'' burung ini apabila sudah bis berbunyi dengan bagus maka harganya sangat mahal tapi untuk meciptakan burung perkutut dengan suara kicau yang gacor ada faktor-faktornya salah satunya adalah dari segi jenis kelamin, adapun untuk meilihat ciri-cirinya dapat dilihat sebagai berikut :




  • BEDA PERKUTUT JANTAN DENGAN BETINADapat di lihat dari paruhnya biasanya pada burung perkutut jantan akan memiliki warana paruh putih sampai di pelipisnya.
  • Dilihat dari supit udangnya bisanya apabila di pegang pada bagian supit udangnya pada burung jantan akan memiliki kekerasan yang sama lain halnya dengan burung perkutut betina dia akan memiliki supit udang yang lunak atau lembut.
  • Dari segi suaranya, pada burung perkutut jantan biasanya memiliki suara yang lebih keras pada burung betina.
  • Di lihat dari postur tubuhnya biasanya pada burung perkutu jantan akan memiliki postur tubuh yang lebih besar dan proposioanal.
Pada biasanya burung yang bagus berkicau adalah burung perkutu jantan , akan tetapi pada kenyataanya tidak sedikit pula burung perkutut betina yang menjuari lomba burung perkutut


Burung perkutut yang memiliki suara krisatal memang sangat banyak dicari para pecinta burung perkutut , akan tetapi biasanya burung perkutut yang memiliki suara kicau kristal jarang sekali dijual walaupun oleh peternak perkutut sekalipun klaupun di jula burung ini harganya sangat mahal.


Semoga sedikit informasi in bisa bermanfaat bagi pecinta burung kicau semuamya terimasih sudah berkunjung.

MERAMU JAMU AGAR PERKUTUT GACOR

MERAMU JAMU AGAR PERKUTUT GACOR
Menjaga burung perkutut mesti didasari rasa kasih sayang supaya burung senantiasa sehat serta juga rajin berbunyi layaknya yang diinginkan. perawatan utamanya layaknya pemberian pakan tak hanya mesti benar-benar serta juga mesti didalam situasi bersih. burung perkutut biasanya suka makanan sejnis biji-bijian, serta bila burung telah mulai berbunyi pemberian pakannya dapat diberikan berbentuk millet serta gabah saja dengan makanan olahan yang bahannya terdiri dari campuran ketan hitam, millet, canary seed, jewawut, dengan sebagian jenis bumbu layaknya kencur, jahe, bawang putih, madu, kuning telur ayam kampung, lada putih serta garam dapur beryodium. makanan olahan tersebut dapat dibeli di pedagang - pedangan burung atau tokobinatang peliharaan. namun anda juga dapat memproses sendiri makanan perkutut dengan resep sebagai berikut :


  • canary seed 1/4 Kg 
  • telur 2 sampai 3 butir, diambil kuningnya saja
  • gabah 1 Kg 
  • madu 5 sendok makan
  • bawang putih 2 siung
  • ketan hitam 1/4 Kg 
  • lada putih ½ sendok teh 
  • millet 1 Kg 
  • jahe 3 jari tangan
  • kencur 3 jari tangan
  • jewawut 1/8 Kg
garam ½ sendok makan bumbu berbentuk jahe, kencur, lada putih, bawang putih,serta garam ditumbuk hingga halus lalu kuning telur dikocok hingga mengembang, lantas berikan madu lebah murni lalu dikocok lagi hingga benar-benar tercampur. sesudah madu telur itu tercampur, kemudian masukan bumbu yang telah di tumbuk halus tadi kemudian aduk sampai rata.

canary seed, millet, ketan hitam,gabah, serta jewawut, sebelum saat dicampurkan dicuci bersih terlebih dahulu di buang yang mengambang kemudain ditiriskan, digelar didalam tempeh atau sejenisnya. setelah itu dijemur hingga kering. biji-bijian yang telah kering inilah yang dicampurkan didalam adonan telur madu yang berbumbu tadi.

bahan digabung lalu di aduk samapai rata, bila butuh diremas-remas dengan tangan biar bahan tercampur. sesudah adonan tercampur benar kemudian di gongsong kata orang jawa bilang ( digoreng tanpa minyak ) sepanjang lebih kurang dua menit. lantas diangkat serta dituangkan diatas nyiru, untuk diangin-anginkan di area teduh hingga kering serta dingin.

CIRI-CIRI JALAK SUREN JANTAN ATAU BETINA

TIPSPETANI-CIRI-CIRI JALAK SUREN JANTAN ATAU BETINA

Biasanya burung Jalak Suren jantan memiliki badan yang lurus dan lebih besar dari pada burung betina. Bulu kepala dan punggung berwarna hitam legam, serta ekornya sedikit lebih panjang dan menyatu. Warna merah pada kulit di atas mata lebih cerah dan jelas. Pada bagian yang memiliki bulu warna putih, di tubuh bagian bawah, kelihatan lebih bersih. Ekornya sedikit lebih panjang dan menyatu. Jari-jari kakinya lebih panjang dan lebih kokoh. Jambul kepalanya lebih panjang dan lebih melebar saat mengembang. Sementara, burung betina memiliki tubuh yang bulat dan pendek dengan warna hitam dan putih yang agak suram, kurang lincah dan agresif seperti jantan. Paruh, jari kaki, dan ekornya lebih pendek dan halus. Kepalanya agak ramping. Warna merah pada bagian mukanya lebih pucat dibanding burung jantan. Ocehannya lebih cerewet dan bervariasi.

Jalak suren mirip dengan jalak thailand. Walaupun demikian, keduanya dapat dibedakan melalui bulu dan dagu jalak thailand berwarna putih semuanya.


Jalak suren berukuran sedang (24 cm), berwarna hitam dan putih. Dahi, pipi, garis sayap, tunggir, dan perut berwarna putih. Dada, tenggorokan, dan tubuh bagian atas berwarna hitam. Warna hitam ini masih coklat pada burung remaja.Iris berwarna abu-abu, kulit tanpa bulu di sekitar mata berwarna jingga, paruh merah dengan ujung berwarna putih, kaki kuning. Jalak suren mempunyai sayap yang agak bulat, terbangnya tidaklah cepat, melainkan dengan gerakan yang mirip dengan kupu-kupu. Bulu burung jantan dan burung betina kelihatan sama. Baik burung jantan maupun betina senang berkicau, dan mereka dapat meniru suara burung lain.

Wednesday, August 14, 2013

INFO CARA MEMILIH MERPATI YANG BAGUS

INFO CARA MEMILIH MERPATI YANG BAGUS

Merpati tinggi atau merpati kolongan yang bagus mempunyai ciri-ciri yang mungkin beberapa ini dapat menjadi acuan dalam memilih merpati yang bagus, hingga bila kita membeli atau mencari merpati dipasaran bagi yang baru terjun dalam hobby memelihara merpati antara lain : 
1.Bentuk Kepala
Pilih burung yang mempunyai kepala besar dan dengan batok kepala depan lebih tinggi dari batok kepala belakang “nonong”, tapi pilih yang mempunyai derajat kemiringan antara pangkal hidung dg atas batok kepala sebesar 45-60, jangan yang memiliki derajat kemiringan 90, karena biasanya bentuk kepala spt ini dimiliki oleh burung yang hanya bagus turun atas kepala “tengah” (arah jam12.00). berbeda dengan yang mempunyai kemiringan 45-60, tipe kepala spt ini kan OK turun dari arah manapun. selain itu biasanya burung dengan bentuk kepala spt ini lebih cerdas (mengingat untuk merpati tinggian sangat diperlukan feeling yang mempunyai tingkat kecerdasan tinggi) 

2.Bentuk paruh 
Pilih paruh yang berbentuk “merit” (runcing pada ujungnya), tidak terlalu besar & tidak terlalu panjang. Pilih yang mempunyai panjang dari ujung hidung sampai ujung paruh berjarak sedikit lebih pendek dari jarak pangkal hidung sampai batok kepala depan teratas. 

3.Mata 
Mata sebagai senjata utama bagi merpati untuk menemukan gerakan tentu tidak akan kita abaikan dalam hal pemilihannya. Pilih mata yang mempunyai pupil (bijih mata) berwarna hitam pekat dan responsif terhadap cahaya (akan membesar dan mengecil dg cepat saat menerima perubahan rangsangan cahaya). Pilih juga yang mempunyai cincin lingkar menempel pada bijih mata (biasanya berwarna hijau) 1/4 keliling bijih mata menggantung di depan bawah. Sedangkan untuk warna mata, pilih yang mempunyai dua warna mata,biasanya perpaduan antara kuning tua dg kuning muda, merah tua dg hijau tua, atau merah muda dg putih. Pilih yang mwmpunyai warna tengah lebih tenggelam dari warna luarnya,sehingga akan terlihat jelas perbedaan antara keduanya (bila mata burung kita lihat pada tempat yang teduh/tidak terkena cahaya langsung). jika mata burung kita lihat pada saat terkena sinar matahari langsung, maka kedua warna mata akan bergabung dan tampak seperti titik2 warna yang menyatu. 

4.Hidung 
Kalau didaerah sy, oleh sebagian teman, keadaan, bentuk,besar dan kecilnya hidung tidaklah pernah digubris. akan tetapi tidaklah sependapat dg yg akan sy sampaikan, karena menurut pengalaman, berbagai bentuk hidung mempunyai kelebihan dan kelemehan. menurut sy hidung juga berperan untuk merpati menemukan jalan pulangnya (disamping feelingnya), beberapa hidung favorit sy: 1. besar, panjang, menggembung (bukan “prambon”/turunan dari merpati pos), sy suka dg hidung berbentuk spt ini bila mempunyai warna kapur pekat dan pangkal hidung bagian bawah menjorok kebelakang. 2. besar, panjang, “trepes”/melekat ke paruh (jika burung ini “prambon”), sy suka hidung berbentuk spt ini jika memiliki warna kapur pekat akan tetapi terlihat garis2 samar sejajar berwarna kemerah2an diseluruh bagian hidungnya, dan pangkal hidung bagian bawah menjorok kebelakang. 3. kecil, menggembung (strain jawa, baik jawa sungut ataupun jawa deles), sy suka dg hidung berbentuk ini bila mempunyai warna kapur pekat dan pangkal hidung bagian bawah menjorok kebelakang. adapun bila pada pangkal hidung berbentuk lurus, sy suka burung ini untuk “gaburan”/bermain dirumah, biasanya burung tidak membutuhkan jarak jauh2 untuk bisa terbang tinggi, yang penting pemilihan mitra terbang yg imbang dan sepadan (justru bila burung dg tipe hidung spt ini akan pulang lama bila dilepas jauh, bahkan kadang hilang). 

5.Leher 
sampai saat ini sy masih berpendapat bahwa leher adalah sarana utama bagi burung merpati untuk “metil”/”njungkel”/”nunjem”/”nenggel”/”thel”. pilih leher yg kuat dan jangan terlalu panjang, pilih panjang leher yang sedikit lebih pendek dari tulang dadanya. pilih juga tulang leher yg kuat, tegak, kencang dan mendongak keatas (saat burung memperhatikan sesuatu,biasanya gerakan), akan tetapi akan kembali mengendur/menekuk seperti semula. karena leher yg selalu tegak terkesan kaku, dan kualitas “metil” kalah fleksibel dibanding dg tipe tulang leher yg tadi sy sebutkan. 

6.Sayap 
sayap sebagai sarana utama burung untuk terbang hendaknya kita harus benar2 memilihnya yg terbaik, beberapa contoh al: 
1. bahu sayap harus kuat dan lentur/jangan kaku, utk bentuk bisa bervariasi, ada yg tebal bulat, pendek berotot. ada juga yg berbentuk pipih, lebar berotot. 
2. bulu sayap tebal kencang tidak bergelombang. pilih juga yg lebar (landung) rapat jarak satu bulu dg yg lainnya. ujung bulu meruncing. 
3. tulang bulu sayap besar kuat sedikit lentur pada ujung bulunya 
pilih juga yg memiliki sayap sedikit terlihat “mekongkong” saat dipegang. jangan yg memiliki sayap merapat ke badan, karena kualitas turunnya akan lebih kencang yg mempunyai sayap agak “mekongkong”. 

7.Bentuk dada 
Pilih bentuk dada yang berbentuk huruf V (kalau dilihat dari depan), jangan yg berbentuk O, apalagi elip mendatar/gepeng. burung dengan bentuk dada berhuruf V biasanya akan turun kencang dari arah manapun. berbeda dg yg berbentuk huruf O (hny bgs turun atas kepala/jam12.00), karena kalau turun agak condong biasanya kecepatan turun burung berbentuk dada sptri ini akan berkurang. 

8. Tulang Dada 
Pilih tulang dada yg mempunyai panjang sedikit lebih panjang dari telunjuk org dewasa, atau paling tidak sama panjang. masalah bentuk sy pny pengalaman sseperti ini: 
1. berbentuk seperti tanda ‘centang’ : dg tulang dada blk menjorok kebelakang, biasanya burung jadi berbentuk jantung. burung dengan type tulang dada sprti ini dg perangkat lain yg memadai biasanya akan turun anteng/tidak goyang. 
2. berbentuk sprti perahu : dengan perangkat lain yg memadai dan “cekelan”padat berisi, burung akan turun sambil “nggenjot-nggenjot” 
8.Sapit Udang 
Ada yang berpendapat bahwa kondisi, ukuran jarak dan bentuk “sapit urang” pada burung merpati tidak mempengaruhi gaya terbang dan turunny, kalau dari pengalaman sy pribadi, bila dinilai dari cara terbang burung sendiri memang sampai saat ini saya belum menemukan adanya pengaruh “sapit urang” sama gaya terbang burung. akan tetapi utk masalah turun sprtiny berpengaruh besar. ketebalan dan kuatny “sapit urang” pun juga mempengaruhi turunnya merpati. sprti cont; merpati dg “sapit urng” rapat (tidak berjarak sama sekali/”ganthet”) biasany kalau burung mempyai kemampuan turun, turunyny akan pelan. merpati dg “sapit urang” berjarak sempit, kira 0,5-1cm (untuk burung merpati berukuran besar). 0,5cm (untuk merpati berukuran sedang) kalau burung mempyai kemampuan turun, turunny akan megal-ol/goyang-goyang. merpati dg jarak “sapit urang” kira2 >1cm kalau burung mempyai kemampuan turun, akan turun dg “anteng”/tidak goyang2, tentuny juga didukung ukuran “brutu” dan bentuk ekorny. kondisi “sapit urng” yg bengkok sejauh pengalaman sy: dulu sy pernah pny burung dg jarak “sapit urang” kira2 1cm, sebelum “sapit urng” bengkok burung mampu turung cepat dan shoot kasar, karena shoot terlalu keras, burung turun “ngebrok lemah”. kemudian salah satu “sapit urangny” patah, setelah manjalani perawatan beberapa minggu “sapit” nyambung tapi bengkok sebelah. sejak saat itu burung tsb masih mampu turun hny kecepatan turun dan shootny berkurang. 

9.Pinggang/Brutu 
perbedaan ukuran dan jarak dari pinggang/”brutu” merpati tentuny tidak mungkin bila tidak memp pengaruh apa2 pada kinerjany. dari yg berukuran besar, kecil, sedang, berjarak rapat ataupun yg berjarak renggang. kalau dari pengalaman, pinggang berjarak renggang dari badanny akan membuat burung tidak memiliki keseimbangan yg bagus. burung dg kecepatan turun lambat, tentuny tidak akan terlihat dg jelas ketidakseimbanganny dg adany pinggang spt ini. berbeda dg burung dg kemampuan kecepatan turun tinggi/keras, jika memiliki pinggang renggang spt ini akan terlihat jelas saat burung turun arah jam 12.00/atas kepala. kemungklinan pertama turun burung akan patah/ separuh jalan berbelok. kemungkinan kedua burung turun dg kecepatan tinggi tanpa adany keseimbangan pengereman, akibatny burung akan turun dg keras(yg berakibat menyakiti diriny sdr). 

berbeda dg pinggang yg berjarqk rapat, baik yg besar maupun yg kecil memiliki kelebihan sdr2. dg perkakas lain yg mendukung, burung dg “brutu” kecil rapat, akan memiliki tipe turun “anteng”/tidak goyang2. burung dg “brutu” besar rapat, akan memiliki tipe turun tampak goyang2, bila semua perkakas mendukung sebenarny goyang2ny itu merupakan seni lemparan tubuh burung/”nggenjot2″ saat turun. 

10.Ekor 
ketebalan dan bentuk ekor saat burung kita pegang tentuny akan bermacam2, dari sinilah kita sebenarny dapat mengira2 daya dan gaya turun dari burung tsb. 
pilihlah burung yg mempunyai bulu ekor rapat, tebal dan panjang (tebal disini harus disesuaikan dg pegangan/”cekelan” burung, u/ kadar ketebalan bulu ekor akan berbeda dari

“cekelan” padat/”kiyel”, empuk/ngapuk, keras/rapet/”atos” yg sangat susah u/ di utarakan lewat tulisan) tpi dg pemilihan dan pembelajaran yg berulang2 psti kelak dg mudah kita akan dapat membedakan ukuran yg sesuai. 
*saat kita pegang bulu ekor akan tampak menyatu, itu ciri dari “brutu” kecil, biasany bentuk ekor spt ini dimiliki oleh burung dg gaya turun “anteng”. 
*saat kita pegang bulu ekor akan tampak melebar pada ujungny/tdk mengumpul jadi satu, itu ciri2 dari “brutu” besar, biasany bentuk ekor spt ini dimiliki oleh burung dg gaya turun “nggenjot2″. 
saat kita pegang ekor merpatipun akan memp daya tekan kebawah yg berbeda2, ada yg “ndlosor”, “ngawet” 45 derajat, dan ada pula yg “ngawet” 90 derajat/ ditempat sy biasa disebut dg “bengkuk”. 
u/ gaya terbang : 
*bila burung memp pegangan ekor “ngawet” 45 derajat: burung dg pegangan ekor spt ini bila dilepas dg partner yg yg memp tipe pegangan ekor sama, akan memp gaya lepas/start memutar agak melebar dan tidak beraturan (kadang start belum tinggi burung sudah menuju kearah tujuan) 
*bila burung mmp pegangan ekor “ngawet” 90 derajat/”bengkuk”: burung dg pegangan ekor spt ini bila dilepas dg partner yg yg memp tipe pegangan ekor sama, akan memp gaya lepas/start memutar “cekak”, spt obat nyamuk (biasany burung mencapai ketinggian ttntu baru menuju arah tujuan) 
*bila burung memp pegangan ekor “ndlosor”: burung dg tipe pegangan ekor spt ini biasany memp 2 kemungkinan gaya terbang. yg pertama terbang langsung menuju arah tujuan. yg kedua “nggandeng”/ ngikut partnernya. 

11.Kaki 
kalau soal kaki sy lebih suka kaki yg merit, garing/terlihat “mbesisik” & panjang (baik kaki maupun jarinya) 
saat dipegang posisi kaki menjorok/mendorong kebelakang sejajar dg arah ekor. 

Tingkah laku merpati 
- Suara kepakan sayap 
bila kita mau memperhatikan suara kepakan dari sayap burung merpati, tentu dari merpati yg satu dan lainnya akan berbeda. apa sebenarny yg membuat suara kepakan ini kian berbeda? 
ya,, memang suara kepakan dari burung yg sudah jadi/terbang tinggi dan belun jadi/msh latihan trnyta memang berbeda. apalagi dg burung merpati yg sama sekali belum latih terbang (umbaran) 
*kepakan sayap burung merpati yang sudah terbang akan terdengar lebih ringan (teratatak)kira2 bgtu,kalau sudah terbang dan tinggi, di sela2 kepakannya ada suara sperti(wis.. wis..) 
*sedangkan sayap burung merpati yg belum folsir terbang/jarang terbang akan terdengar lebih berat(tjeplak-tjeplak) 
memang kalau tanpa mengamati dg seksama dan berulang2 akan tampak susah membedakan suara kepakan ini. 

- Cara turun 
saat kita belanja di pasar,, 
tentu akan banyak pedagang yg sibuk menawarkan merpati dagangannya,, 
kalu saya,, saat membeli sering mengamati dari jarak yg agak jauh, melihat para pedagang menawarkan burung2 yg dijajakanny pada calon pembeli, 
biasany burung ini (burung giring) akan diperlihatkan giringny dg cara betina di naik turunkan kurungan,, 
nah,, inilah kesempatan kita menilai mental si burung tsb! 
kalau kita mau mengamati, cara turun burung dari kurungan itu akan bermacam2. ada yg melompat dg mengepakkan sayap, ada yg langsung turun menjatuhkan tubuhnya (ada yg dg posisi kepala di depan, ada pula yg dadany di depan). 
ya,, untuk mental burung, , 
burung yg menjatuhkan tubuhnyalah yg memiliki mental untuk turun. bukan merpati yg turun kurungan dg cara melompat dg mengepakkan sayapny. 
akan tetapi cara itu hanya bisa di pakai untuk memperkirakan kemampuan mental turunny, bukan kemampuanny untuk turun. karena untuk kemampuan turun masih diperlukan perangkat2 lain yg memadai(tulang leher,sapit urang,pinggang,dll) 

- Cara Jalan 
banyak dari penggemar burung merpati tidak lagi memperdulikan cara jalan dari burung merpati ini.
memang cara jalan burung hanya bisa digunakan untuk memperkirakn malas dan tidakny burung,, meski hanya sedikit orang yg mempercayai, semoga pendapat ini bisa sedikit bermanfaat bagi sesama penggemar yg menginginkan burung merpatiny adalah merpati yg rajin dan tidak malas terbang. 
saat burung berjalan, coba kita amati telapak kakiny,, 
napak(menyentuh tanah) atau tidak. 
biasany burung merpati yg berjalan hanya menapakkan keempat jariny(tanpa telapak kakiny), 
akan mempunyai kemampuan terbang yg lebih panjang/lama dari pada burung yg menapakkan telapak kakiny saat berjalan. anda tidak percaya? coba buktikan sendiri dg burung yg mempunyai segala baik pegangan dan lain2 yg sama, dan perkiraan umur yg sama, latihan yg sama, pakan yg sama, dengan jalan yg berbeda seperti diatas. 
saat burung sudah sama2 jadi/hafal lapak/rumah, terbangkan burung berulang kali, dan burung mana yg memp. ketahanan terbang paling baik diantara keduanya? burung mana yg lebih dulu lelah/”ngenduk”/hinggap di sembarang tempat? 

- Penampilan 
setelah melihat cara berjalan dari burung merpati, tidak salah bila kita melihat keunggulan burung merpati dari bentuk tubuhny saat berdiri. 
burung yg berdiri terlihat punggung & pinggangny menyembul/ tampak “berpunuk” tentu akan memp kemampuan terbang dan turun yg berbeda dari burung yg memp bentuk tdk spt itu. biasany syp burung akan tampak menggantung. 
bila kita melihat merpati dg bentuk tubuh spt itu, ada kemungkinan burung ini memp gaya terbang dg speed kencang, dan kemampuan turun yg patut diperhitungkan. 

- Waspada 
saat burung kita lepas di luar kandang, bila kita mau memperhatikan tentu pandangan dan gerak-ik kepala burung merpati ini akan memp gaya yg berbeda. ada yg hny diam terlihat cuek dg keadaan sekitar, ada pula yg tampak waspada dan gesit mengikuti gerakan2 disekitarny, baik gerakan didekatny ataupun gerakan dari kejauhan. 
burung dg tingkat kewaspadaan tinggi patut kita perhitungkan kemampuan penglihatanny. 

- Gerak bulu ekor 
saat kita memilih burung merpati, baik di pasar maupun di peternak, tidal ada salahny kit a memperhatikan pergerakan bulu ekor merpati tsb saat bekur. 
I. ekor burung saat bekur yang memp kecepatan “megar-mingkup”/ bulu2 ekorny merapat dg cepat (dilihat dari samping), biasany dimiliki oleh burung yg memp pinggang rapat. dan ini sangat mempengaruhi kemampuan turunny. 

II. ekor bururng yg selalu “megar”/terlihat jarak2 dari bulu ekorny (dilihat dari samping), Akan memp kemampuan turun yg kalah baik bila dibandingkan dg tipe pertama.

Tuesday, August 13, 2013

INFO PENETASAN TELUR MERPATI TINGGI

INFO PENETASAN TELUR MERPATI TINGGI

1. Menyiapkan indukan.
Pilih indukan merpati tinggi trah jawara yang umurnya sudah cukup dewasa ( diatas dua tahun ) Dan sesuai dengan selera , baik gaya terbang merpati tinggi maupun sifat-sifat keberaniannya /petarungnya Calon indukan merpati tinggi atau merpati kolongan ini harus diberi asupan yang cukup baik protein, karbohidrat dan mineral maupun vitaminnya.




2. Menyiapkan sarang
Sarang merpati tinggi sebaiknya dibuat kotak dan diberi alas yang cukup tebal dari bahan – bahan alami, seperti dahan pohon yang kecil-kecil, rumput- rumput kering, daun cemara dan lain –lain. Bahan- bahan ini ditaruh saling silang agar terdapat rongga udara dibawah telur hingga suplai O2 untuk metabolisme inti sel telur ( calon embrio ) terjamin dan sebagai alas telur merpati tinggi agar tetap lentur hingga telur merpati tinggi tidak pecah walaupun dibebani tubuh induknya. Bahan bahan alami ini masih mengandung energi yang hangat yang bisa membantu mempertahankan suhu sarang tetap hangat dan stabil hingga calon embrio merpati tinggi tumbuh dengan sempurna dan tidak mati.

3. Memilih telur.
Ukuran telur merpati tinggi/ merpati tinggian / merpati kolongan tidak sama antara telur merpati tinggi yang satu dibandingkan dengan telur merpati tinggi / merpati tinggian lainnya, namun perlu diperhatikan telur merpati tinggi yang bagus tentu telur merpati tinggi yang lebih besar, hingga pertumbuhan embrio-nya bisa lebih maksimal .Kalau telur kecil material dan ruang untuk pertumbuhan embrio kurang maksimal, hingga anak merpati tinggi yang diharapkan menetas malah mati sebelum waktunya dan kalaupun menetas anakan yang dihasilkan setelah dilatih tidak sesuai dengan yang diharapkan.Isi telur terdiri dari dua warna yaitu putih telur (albumin) dan kuning telur.Telur dengan albumin lebih banyak/berat akan menghasilkan anak jantan. Biasanya telur merpati tinggi yang mengandung albumin lebih banyak / lebih berat berbentuk lebih lonjong dibandingkan dengan telur dengan volume sama dan mengandung albumin yang lebih sedikit/ringan.Cara mengukur yang mudah adalah dengan cara dimasukkan kedalam air dalam ember , telur yang tenggelam lebih dalam berati berat jenisnya lebih besar.Telur yang terbuahi akan terbentuk kuning telur yang berembrio ( ada inti sel telur ). Mudahnya bisa dilihat dengan cara telur ditaruh diatas bolam lampu yang dinyakan akan terlihat didalam kuning telur terdapat sebagian warna yang lebih pekat/gelap.




4. Menyiapkan pengasuh.
Pengasuh merpati tinggi juga berperan besar dalam mewariskan sifat – sifat kepada anak merpati tinggi / merpati tinggian yang diasuhnya. Begitu telur menetas secara alamiah kelenjar – kelenjar tubuh /tembolok induk menghasilkan susu yang biasanya disebut dengan susu tembolok baik induk jantan maupun induk betinanya. Susu tembolok ini berperan besar dalam mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental anak-anak yang diasuhnya. Oleh karenanya pilih pengasuh yang masih saudara dari indukan yang akan diambil anaknnyaPengasuh merpati tinggian juga harus diberi asupan yang cukup baik protein, karbohidrat dan mineral maupun vitaminnya. Pengasuh merpati tinggian yang cerdas akan mengasilkan anak asuh yang cerdas pula.

5. Masa mengeram.
Masa mengeram telur merpati tinggi / merpati tinggiaan rata – rata 16 hari sejak mulai dieramiSebelum mencapai 16 hari telur ini harus dikontrol pertumbuhan embrionya.

Masa eram 4 hari telur dicek pertumbuhan embrio-nya dengan cara ditaruh diatas bolam lampu apakah sudah ada guratan – guratan benang – benang darah dalam dinding telur. Jika tidak ada berarti embrio tidak tumbuh, telur tidak jadi.
Masa eram 10 hari pertumbuhan embrio sudah mendekati sempurna telur sudah hitam pekat tinggal menyisakan sedikit rongga udara
Masa eram 14 – 15 hari anak merpati sudah mulai mematok- matok dinding telur untuk mencari jalan keluar, telur sudah mulai berlubang

Pada hari ke 16 anak merpati sudah menemukan jalannya alias menetas.

TIPS GAMPANG TERNAK MERPATI

TIPS GAMPANG TERNAK MERPATI

BERBEDA dengan burung lainnya, burung merpati termasuk jenis burung yang mudah dirawat. dan untuk mencari merpati pun bukan hal yang sulit, karna merpati banyak dijual di pasar burung diindonesia. ada beberapa tips simple saat memilih burung merpati, tentunya untuk yang mau dirawat atau diternakan kembali.

pertama, tentu saja burung yang kamu beli itu harus sehat.ciri burung merpati yang sehat adalah memiliki bulu yang bagus. bagian ujung sayapnya tidak melor alias turun. bila di tangkap dengan tangan tenaga reaksi/perlawanan besar.

kedua, usahakan jangan membeli burung merpati yang sudah tua, ini tidak bagus bagi yang sekedar membeli untuk disembelih maupun untuk diternak.

ciri-ciri burung merpati yang telah berusia senja/tua adalah sebagai berikut, daging di sekitar paruh yang kelihatan tebal. bagian lubang hidungnya juga terlihat ada kerutan daging tebal. bila di cermati paruhnya sudah ngak kilat.

selanjutnya, ketiga , bila saat kamu memilih diantara banyak burung yang ada dalam satu sangkar, jangan terlalu dekat dengan sangkarnya dulu. ambil beberapa langkah ke belakang dan cermati perilaku si burung merpati dari kejauhan. yang mesti kamu perhatikan adalah burung yang menjadi raja didalam sangkar, atau yang memiliki sifat paling domininan

kelima, pelajari ciri-ciri antara induk pejantan dan induk betina, induk pejantan biasanya memiliki paruh yang lebih tebal, lehar lebih besar, kepala yang lebih panjang dan besar. bulu disekitar lebih yang mengkilap. bila didekato burung lain pejantan/betina lain dia akan bekur (berkutut)

kalau cara menternakan merpati juga gampang-gampang susah sebenarnya. ada dua metode disini, yang pertama sistim kurung. jadi burung merpati itu nga pernah dilepas atau keluar dari sangkar nya. cara ini tidak begitu maksimal bila dipilih dalam menternakan burung merpati. karna burung merpati adalah burung yang suka bersosialisai melalui terbang dan mondar-mandir. tapi bila ini cara yang terakhir dipilih metode ternaknya, usahakan sangkar nya di perbesar.

metode kedua, sistim lepas kandang. bagi yang baru membeli burungnya dari pasar burung ngak boleh langsung dilepas. kurung dan kasih makan burung nya dahulu selama beberapa hari didalam kandang. selanjutnya sayap burung disalasiban/di lakban/di lem isolasi.barulah burung dilepas dalam keadaan sayap dilem (usahakan jangan merusak bulu sayapnya saat me-lem maupun membuka lemnya).biarkan burung keluar sendiri dari sangkar untuk pertama kali. saat malam tiba , bila si burung sudah tau cara pulang sendiri kerumah barunya berarti ada kemajuan.

biarkan kejadian ini berulang-ulang selama beberpaa hari hingga memungkinkan untuk dilepas (tips yg paling aman adalah saat burung sudah bertelur dan mengerami baru dilepas) untuk mengawinkannya sendiri sebenarnya ada triknya, kumpulkan beberapa burung merpati dalam kandang selama seminggu, maka akan terjadi pacaran anatar sesama burung merpati. pasangan yang sudah menjadi ini tidak akan berpisah bila tidak diapa-apain atau satunya tiada. dan untuk melihat kapan saatnya burung merpati akan bertelur juga ada caranya. berikut adalah tanda-tanda burung merpati bila akan bertelur. indukan pejantan akan bersifat agresif dan membuntuti si burung betina kemana pun ia terbang. selalu mengekor dibelakang si burung betina hingga terlihat seperti overprotect (kayak orang yang pacaran aja)

sekedar pengetahuan, masa - masa inilah burung merpati bisa di balapkan.caranya : tangkaplah siburung indukan ketika memasuki kandang. pisahkan dan jangan sampai terlihat oleh burung pejantan selama beberapa menit. lalu ketika siburung jantan sudah terlihat sibuk/bingung mencari burung betina dan memanggil-manggil dengan suara khas khuuu khuuu keluarkan si burung betina.sijantan akan lengket ditangan.

untuk membantu menjaga perkawinan siburung agar lancar ada beberapa cara juga yang bisa kita lakukan. bila tanda-tanda akan bertelur sudah terlihat seperti yang baru kusebutkan diatas , kamu bisa menyediakan kayu-kayuan kceil seperti batang lidi, jerami, tali bekas yang kecil, atau apa saja yang sifatnya bisa di rangkai burung merpati jadi sarang. karna selama musim bertelur tiba, burung merpati akan mencari benda-benda tersebut untuk dibuat alas telur untuk pengeramaan.

demikian tips sederhana ini, moga di baca orang yang memerlukannya tips ini. ow iya, burung merpati hanya mengerami hanya sekitar 19-22 hari. itu waktu yang sudah pasti nya. ngak semua telur bisa menetas juga. paling banyak satu pasang burung merpati hanya menghasilkan 2 telur, 3 telur sangatlah langka. saat telur menetas kasihlah makan be-er atau jagung yang halus ke burung indukan, karna akan disuapi keanak-anaknya.
makanan yang paling baik untuk merpati adalah jagung dan kacang hijau. namun ada beberapa adat yang melarang umatnya memakan atau membunuh burung merpati, apalagi menjualnya untuk disembelih. jadi, usahakan tidak berdagang burung merpati, membunuh, maupun memakannya. karna burung merpati juga merupakan teman manusia seperti layaknya kucing.
SUMBER INFO : merpati

PERAWATAN UNTUK BAKALAN ANIS MERAH

PERAWATAN UNTUK BAKALAN ANIS MERAH

Perawatan bakalan anis merah agar dapat berkicau dan teler pada waktunya perlu mendapat perawatan yang maksimal


Jantan dan Betina Burung Anis Merah Sama Berkicau


Burung anis merah yang berjenis kelamin jantan dan betina sama-sama memiliki kemampuan untuk berkicau dan bergaya teler, karena perilaku tersebut merupakan tanda bahwa burung tersebut sudah mencapai umur masa birahi yang sedang menunjukkan gejala birahi, Umur masa birahi anis merah antara 5 sampai 7 bulan sehingga pada umur tersebut, burung yang dirawat dengan baik akan menunjukkkan gejala birahi berupa rajin berkicau dan teler bergoyang.


Jika anis merah Anda sekarang berumur sekitar 9 bulan dan belum menunjukkan gejala masa birahi atau birahi berupa berkicau atau teler dapat disebabkan karena sistem organ reproduksi burung tersebut tidak berkembang dengan sempurna.

Pakan yang Anda berikan masih di bawah kebutuhan dasar yang diperlukan oleh burung setiap harinya sehingga burung mengalami defesiensi protein dalam waktu yang lama. Kekurangan protein sejak bakalan dapat menjadi penyebab utama tidak munculnya gejala birahi pada anis merah sehingga macet berkicau atau macet teler.

Perawatan Yang Tepat Akan Menghasilkan Burung Yang Super

berikut tips perawatan bakalan anis merah agar dapat berkicau dan teler pada waktunya perlu mendapat perawatan yang maksimal agar semua sistem reproduksinya dapat berkembang dan berfungsi secara normal. Pakan berupa jangkrik, kroto, ulat hongkong serta cacing sebagai sumber protein harus diberikan secara bergantian dan dalam jumlah yang banyak. Tiap hari Senin dan Selasa dapat diberi suplemen yang dapat dioleskan pada serangga atau diteteskan di air minumnya.

Suplemen untuk anis merah tersebut mengandung asam amino esensial sebagai zat pembentuk protein yang sangat diperlukan untuk perkembangan sistem reproduksi burung.

Pada hari Rabu dan Kamis perlu diberi suplemen yang dapat merangsang perkembangan dan elastisitas pita suara sehingga burung menjadi rajin berkicau dengan kualitas suara yang jernih, bening dan mengkristal.

Buah-buahan berupa papaya, pisang atau apel dapat diberikan secara bergantian sebagai sumber serat dan vitamin segar bagi burung. Agar anis merah Anda dapat berkicau dan teler tiap hari, sebelum tidur/pada sore hari diberi 3 tetes formula metabolisme langsung ke mulut. Formula tersebut diberikan hingga anis merah Anda dapat teler. Di samping itu, burung Anda perlu mendapat perawatan secara maksimal seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Sumber anismerah

CARA MENCEGAH PENYAKIT PADA BURUNG MERPATI

CARA MENCEGAH PENYAKIT PADA BURUNG MERPATI
Burung merpati juga memiliki banyak penggemar dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Bahkan hobi ini sudah berumur lama, terutama merpati tinggian. Artkel kali ini membahas perawatan dan pencegahan penyakit pada burung merpati, apapun jenisnya. Tips ini bisa digunakan untuk penggemar dan penangkar merpati. Merpati sering dikatakan mudah dalam perawatan dan penangkarannya, meski sebenarnya tidak semudah yang dibicarakan.

MERPATI BALAP


MERPATI BALAP: SALAH SATU JENIS MERPATI YANG DIGEMARI DI INDONESIA


Satu kata kunci yang paling joss untuk mencegah penyakit adalah menjaga kebersihan kandang. Ia adalah rumah terbaik bagi merpati, yang bisa melindungi burung tersebut dari berbagai kemungkinan buruk seperti terkena sengatan panas matahari, atau terkena limpahan air hujan, sekaligus bisa menjadi tempat untuk beristirahat, menikmati pakan, dan beraktivitas.


Seperti dijelaskan sebelumnya, kalimat “menjaga kebersihan kandang” mudah untuk diucapkan atau ditulis, tetapi tidak selalu mudah untuk dilaksanakan. Khusus penangkar, menjaga kebersihan kandang merupakan keharusan, karena kandang beserta isinya yang bernyawa itu merupakan aset usaha mereka.


Kandang bisa menjadi rumah yang sehat, atau sebaliknya justru rumah yang menyakitkan bagi burung, yang mana semua itu tergantung dari manusia selaku perawat atau penangkar.Sirkulasi udara di dalam kandang juga perlu diperhatikan, karena setiap kotoran (feces) burung mengandung ammonia. Kalau ventilasi buruk, dan kita malas membersihkannya, maka berbagai penyakit pun bakal antre.
Ragam penyakit pada burung merpati

Secara umum, penyakit pada merpati maupun jenis burung lainnya bisa dibedakan menjadi empat menurut sumber penyakitnya :


Penyakit bakteri
Sebagian besar penyakit yang disebabkan bakteri terjadi akibat berhubungan langsung dengan peralatan dan bahan pakan yang terinfeksi, dapat juga berasal dari sengatan dan gigitan binatang, melalui luka, dan inhalasi. Burung yang sehat juga bisa tertular ketika ia kontak dengan burung yang sakit.

Penyakit virus
Pada merpati, penyakit yang disebabkan viru umumnya muncul dari air minum yang sudah terpapar virus tersebut. Bisa juga ditularkan ketika burung sakit bersin, lalu sebagian material yang keluar dari lubang hidung (nostril) maupun paruhnya mengenai burung yang sehat. Virus yang terbawa angin juga seringkali menjadi sumber penularan, sebagaimana terjadi pada virus flu burung (H5N1) akhir-akhir ini.

Penyakit jamur
Penyakit yang disebabkan jamur umumnya terjadi melalui media angin, air minum, atau kontak langsung antara burung yang sakit dan burung sehat. Protozoa seperti Trichomonas yang menyebabkan kanker, misalnya, seringkali dibawa induk burung tanpa terlihat gejalanya, kemudian diwariskan kepada anak / piyikan ketika induk melolohkan makanan ke mulut anaknya.


Penyakit parasit
Parasit bisa bersifat internal (ada di dalam tubuh) maupun eksternal (menempel pada bulu, kulit, atau bagian tubuh lainnya). Parasit internal seperti cacing bisa masuk ke saluran pencernaan merpati, ketika burung menelan cacing atau telurnya. Adapun parasit eksternal seperti tungau, kutu, dan gurem, terjadi ketika kebersihan kandang terlupakan. Butung yang terserang akan mudah menulari burung yang sehat, melalui kontak langsung, terutama jika dipelihara dalam kandang yang sama.

Perawatan tepat untuk mencegah penyakit pada burung merpati

Penyebab :

Penyakit ini paling umum terjadi pada burung merpati, dan disebabkan oleh protozoa mikroskopik yang aktif bergerak. Penularannya dimulai dari satu burung ke burung lain melalui air minum. Bahkan induk merpati bisa menginfeksi anak-anaknya saat melolohkan makanan.

Gejala :

Burung yang terinfeksi akan terlihat tidak aktif seperti biasanya, kehilangan berat badan, bulu-bulunya seperti sobek atau terkoyak, diare, dan sering minum.

Selain itu, ada endapan berwarna kekuningan di mulut atau tenggorokannya (lihat gambar). Burung yang masih muda sangat rentan terhadap penyakit ini.

Pencegahan :

Menjaga kebersihan kandang, termasuk wadah pakan dan wadah air minum secara teratur. Selain itu, makanan dan air minum harus selalu dijaga higienitasnya. Jika menjumpai burung yang sakit, segera diisolasi dan disembuhkan terlebih dulu di kandang karantina.

Setiap kali membeli burung merpati, biasakan tidak langsung mencampurkannya dengan burung yang sudah lama dipelihara. Amati dan isolasikan dulu merpati yang baru dibeli tersebut, minimal selama 1 minggu. Setelah terlihat benar-benar sehat, baru boleh disatukan dengan burung lainnya.
Koksidiosis

Perawatan tepat untuk mencegah penyakit pada burung merpati

Penyebab :

Koksidiosis merupakan penyakit yang sangat menular dan disebabkan bakteri yang menginfeksi usus burung. Burung muda sangat rentan tertular penyakit ini, sehingga akan mengalami stres yang terlihat dari penurunan nafsu makan dan minum.

Gejala :

Burung yang terinfeksi mengalami penurunan nafsu makan secara drastis, bahkan ada yang sama sekali tak pernah / sedikit menyentuh makanan dan minumannya. Matanya sering menutup. kotorannya berwarna hijau dan bercampur air, serta bobot badannya akan merosot taham. Dalam beberapa kondisi, penyakit ini bisa menyebabkan kematian pada burung muda.


Pencegahan :


Selalu membersihkan kandang setiap hari, dan jangan biarkan pakan bercampur dengan kotoran burung. Jauhkan pakan dari binatang pengerat seperti tikus.
Perawatan tepat cegah penyakit

Untuk menekan sekecil mungkin potensi penyakit yang menimpa merpati, berikut ini pola perrawatan tepat yang bisa Anda lakukan secara rutin :

Seperti dijelaskan, selalu menjaga kebersihan kandang, juga kebersihan pakan, dan kebersihan wadah pakan / air minum.

Berikan vaksinasi secara teratur untuk merpati Anda. Mestinya ini berlaku untuk merpati mania maupun penangkar. Sayangnya, hal ini belum membudaya di kalangan penggemar merpati, dan baru sebagian penangkar yang melakukannya.

Periksa selalu kotoran burung pada malam harinya. Jika kotoran berwarna putih lembek / hijau lembek, berarti burung dalam kondisi yang tidak sehat. Pisahkan dari burung lainnya (dikarantina) secara beberapa hari untuk mencegah penularan ke burung yang sehat.

Untuk perawatan harian, biasakan burung mengkonsumsi multivitamin minimal 1-2 kali dalam seminggu. Jika menggunakan BirdVit, dosisnya dua kali lebih banyak daripada burung berkicau. Multivitamin akan memberi efek preventif terhadap serangan penyakit. Sebagian besar penyakit masuk ke tubuh burung ketika kondisi tubuhnya lemah.

Berikan PigeonVit untuk merpati kesayangan Anda, terutama untuk merpati balap, baik merpati tinggian maupun sprint. Produk ini akan memastikan merpati Anda menjadi giring dan keket.
Sumber Infomerati

Monday, August 12, 2013

CIRI MERPATI BALAP YANG BAGUS


Untuk mengetahui Ciri Merpati Yang Bagus/ Kualitas dapat dilihat dari paruhnya, bentuk kepalanya, matanya, dadanya, sayapnya, bulu jawatnya, warna bulu badan, supit, ekor, kakinya.
  1. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Paruhnya. Paruh burung merpati balap yg bagus ada beberapa model, ada yg berbentuk spt burung pipit, ada yg berbentuk spt burung elang tipis & tajam. Pada dasarnya paruh burung harus serasi & seimbang dengan besar kepalanya shg mengurangi friksi saat terbang.
  2. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Bentuk Kepalanya. Bentuk kepala burung merpati ada yg berbentuk nyigar jambe (pinang) dibelah, ada yg mengerucut menuju paruh shg sangat aerodinamis tergantung selera pemilik burung merpati balap. Ada bentuk kepala burung merpati spt ikan louhan, ini akan menambah gesekan & mengurangi kecepatan burung merpati.
  3. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Matanya. Mata burung merpati standarnya bening & tajam spt mata elang, warna mata beragam ada yg kuning, putih sebaiknya yg ber lis merah, kuning kemerahan tergantung selera pemilik burung merpati..
  4. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Lehernya. Leher burung merpati balap harus proporsional, tidak terlalu pendek & tidak terlalu panjang shg tidak menambah gesekan diudara
  5. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Dadanya. Dada burung merpati sebaiknya yang njantung (segi tiga) spt olahragawan.
  6. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Sayapnya. Sayap burung merpati idealnya yang tebal, menutup rapat di kanan kiri badan shg kepakan akan penuh.
  7. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Bulu Jawatnya. Bulu jawat/ lar 10 harus kering & tulangan dari bulu jawat berlidi tebal, shg kuat untuk mengepak, sementara bulu di badan halus
  8. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Warna Bulu. Warna bulu burung merpati ada yg coklat gambir, hitam, tritis , kelabu, kombinasi (selap), tetapi pada umumnya kelabu lebih disukai, tapi semua selera masing-masing pemilik.
  9. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Struktur Dagingnya. Struktur daging burung merpati sebaiknya yg lentur/ empuk saat dipegang.
  10. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Supit/ Wangkongnya. Supit/wangkong burung merpati sebaiknya tajam & keras keduanya berjarak kira-kira sejari kelingking.
  11. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Ekornya. Ekor burung merpati idealnya tebal & tidak terlalu panjang.
  12. Ciri Merpati Balap Yang Bagus/ Kualitas Dilihat Dari Kakinya. Bagian kaki idealnya kekar, kering & tidak terlalu.

Thursday, July 18, 2013

JENIS-JENIS BURUNG PERKUTUT

JENIS-JENIS BURUNG PERKUTUT-TIPSPETANI
Perkutut merupakan burung yang sudah sejak lama dijadikan peliharaan di indonesia terutama di jawa. Perkutut yang memiliki nama ilmiah Geopelia striata ini memiliki tubuh yang berukuran kecil (panjangnya sekitar 20-25cm) dengan bulu berwarna abu-abu.

Perkutut terbagi atas 7 (tujuh) subspesies yang dibedakan atas daerah asal dan mempunyai variasi letak warna bulu yang berbeda dengan ukuran tubuh yang relatif sama, yaitu : 

1. Geopelia striata (G.s) striata


Perkutut belang asli yaitu perkutut lokal dan bangkok yang umum dipelihara. Berasal dari Jawa, Bali, Lombok dan Sumatera. Perkutut jenis ini merupakan jenis yang paling umum dan paling banyak dipelihara di indonesia.

2. G.s. maungeus


Perkutut jenis ini adalah perkutut belang yang sering disebut perkutut Sumba dan berasal dari Sumba, Sumbawa dan Pulau Timor. Sangat mmirip dengan Perkutut Jawa, bedanya tubuh bagian bawah berpalang (bergaris-garis melintang), kulit tanpa bulu disekitar mata berwarna kuning, dan penutup sayap bagian bawah berwarna kadru-tua. Burung remaja sangat mirip dengan burung remaja Perkutut Jawa.

3. G.s. audacis 
Perkutut belang yang berasal dari kepulauan Kei dan Tanimbar. 

4. G.s. papua
Merupakan perkutut belang yang berasal dari Papua (Irian Jaya dan Papua Nugini) 

5. G.s. placida


Jenis ini adalah perkutut belang yang berasal dari Papua dan Australia Utara. 

6. G.s. tranquila


Perkutut belang yang terdapat di Australia Tengah. 

7. G.s. clelaudi


Perkutut belang yang terdapat di Australia Barat.