Pages

Showing posts with label WAWASAN. Show all posts
Showing posts with label WAWASAN. Show all posts

Friday, February 22, 2013

PENTINGNYA INFORMASI DALAM BERWIRA USAHA



Penyuluh Perikanan._ Dalam menjalankan Wira Usaha khususnya dibidang perikanan, Informasi sangat memegang peranan penting, karena dengan informasi yang kita miliki dapat membantu untuk mengambil keputusan yang tepat.
Dengan Informasi yang jelas seorang WiraUsaha yang sudah memiliki kemampuan dan sifat Dasar akan semakin mudah dalam memecahkanpermasalahan,  kemudian dengan memahami rahasia kunci sukses dalam berwira usaha akan semakin mudah untuk mengambilkeputusan.
Informasi yang dibutuhkan oleh Seorang Wirausaha juga harus  informasi bisnis yang lengkap dan akurat. Di samping harus lengkap, sumber-sumber informasi itu juga harus dapat dipercaya.
Apabila sumber-sumber informasi itu datanya kurang lengkap, maka di dalam pengambilan keputusan dan kesimpulan, serta saran-saran yang akan dikemukakan kemungkinan kurang sempurna. Dalam dunia bisnis dan teknologi, formasi-informasi merupakan landasan untuk mengamati bentuk danusaha atau bisnis pada masa mendatang.
Menurut Dr. Alfred Osborne, Jr, Direktur Pusat Studi KeWirausahaan, di Universitas California, menegaskan bahwa informasi dan kebutuhan untuk menggunakan sumber-sumber informasi dapat menciptakan peluang bisnis yang amat banyak. Mengapa demikian??? Karena Kunci sukses keberhasilanberwirausaha, terletak dalam memperoleh dan mengelola informasi dan bukan terletak pada banyaknya informasi.

Informasi Penting yang diperlukan.
Pada era globalisasi, separuh dari pekerja-pekerja di bidang jasa, akan bergerak dalam kegiatan mengumpulkan, menganalisis, menyimpan, dan menjual informasi-informasi bisnis.
Adapun beberapa macam informasi  penting yang diperlukan di antaranya sebagai berikut.
1)  Informasi kuantitatif ; Informasi kuantitatif berisi masukan nilai yang dapat dihitung, seperti masalah berat, jumlah, tekanan, temperatur, dan sebagainya.
2) Informasi kualitatif ;Informasi kualitatif berisi masukan nilai yang dapat dirasa, seperti perubahan produk, mutu produk, kecepatan, panas, dingin, dan sebagainya.
3)  Informasi kontrol; Informasi kontrol, misalnya pemerian petunjuk: apakah suatu perubahan variabel produk, model, atau desain, dapat berjalan normal atau tidak.
4)      Informasi simbol.  
Pada Informasi Tombol, Sumber-sumber informasi yang dapat dipercaya , yaitu bentuk informasi yang bersifat menyeluruh dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Sumber  informasi ini beris jumlah data dan fakta yang berhubungan dengan kebijakan produk dan pemasarannya. Kebutuhan terhadap sumber-sumber informasi berhubungan dengan pemasaran produk. Kegiatan produk memerlukan informasi tentang apa yang akan diproduksi, bagaimana sifat dan persyaratannya, bagaimana mutunya, dan berapa jumlah produk yang harus diproduksi. Pada Sistem pemasaran informasi menentukan bagaimana kecenderungan pasar dan konsumen. Sementara Sebaliknya, sistem produksi akan memberikan informasi kepada bagian pemasaran, tentang apa yang akan dilakukan untuk disampaikan ke pasaran.  
Oleh karena itu, sebaiknya bagi para Wirausaha yang memanfaatkan informasi harus dapat mengumpulkan, mengatur, mengolah, menyampaikan, dan menggunakan informasiinformasi tersebut.

2. Informasi yang diperlukan dalam keputusan Informasi adalah keberhasilan pengambilan keputusan.
Semakin rumit bisnis, maka sistem informasi itu semakin diperlukan oleh seorang irausaha. Kecepatan memperoleh dan menerima akses informasi sangat dibutuhkan oleh para wirausaha. Akan tetapi, bagaimana bentuk informasi yang dibutuhkan para Wirausaha ? Informasi- nformasi yang dibutuhkan oleh para Wirausaha adalah sebagai berikut.
a.   Informasi atas orang, termasuk juga informasi pokok yang dituntut: gaji/upah dan jamainan keselamatan kerja dan hidup.
b.   Informasi atas keseluruhan investasi dan investasi per devisi: pandangan masa depan bisnis, kekayaan/utang, keberlanjutan bisnis.
c.   Informasi dalam operasi sehari-hari: penerimaan kas, pembayaranpembayaran dalam usaha, neraca rugi dan laba sebenarnya, struktur modal.
d.  Fakta dan data untuk pendukung bisnis dan cara yang memungkinkan.  Dalam Kegiatan Wirausaha mengambil keputusan mengenai perluasan usaha: pesaing, konstruksi, pabrik, produk, gudang, pemasaran, dan sebagainya.

Pencarian informasi memerlukan pengamatan yang cermat dan teliti terutama berkaitan dengan hal-hal berikut.
a.       Pesaing,
b.      Seluk-beluk pemasaran.
c.       Seluk-beluk manajemen yang diperlukan.
d.      Perkembangan Arsitektur dan sipil
e.      Pengelolaan dan pengendalian keuangan
f.        Pengalaman dan penelitian usaha.
g.       Sumber dan data yang dapat dipercaya.
h.      Manajemen survai pemetaan.
i.         Perkembangan pariwisata
j.        Perkembangan paket-paket wisata
k.       Administrasi dan pembukuan.
l.         Perawatan peralatan produksi.
m.    Perkembangan teknologi
n.      Akuntansi dan auditing.
o.      Studi kelayakan.
p.      Informasi harga, promosi, dan distribusi.

Adapun urutan prioritas tindakan dalam mengumpulkan informasi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.
  1. Mencari informasi yang dibutuhkan dan diinginkan wirausaha, tetapi tersedia.
  2. Mencari informasi tidak dibutuhkan dan tidak diinginkan wirausaha, tetapi tidak tersedia.
  3. Mencari informasi yang dibutuhkan dan diinginkan wirausaha, tetapi belum tersedia.
  4. Mencari informasi yang dibutuhkan, tetapi tak dikehendaki dan belum tersedia.
  5. Mencari informasi yang dibutuhkan dan tersedia walaupun tak dikehendaki.
Sumber-sumber informasi yang dibutuhkanpara Wirausaha, antara lain meliputi informasi mengenai konsumen, permintaan dan penawaran, pesaingan, advertensi, produk saingan, pengembangan produk, desain, dan prilaku konsumen.
Sumber-sumber bisnis yang dikumpulkan dan diperlukan, persyaratannya yaitu: Data-datanya yang dipercaya; Data-datanya harus lengkap; Data-datanya masih berlaku; Data-datanya dapat dipergunakan. Mencari dan mengumpulkan informasi relatif mudah apabila para Wirausaha cerdas, cekatan, terampil, berpengalaman, dan pandai berkomunikasi dan tidak mudah putus asa serta cepat tidak puas diri.
Kelancaran di dalam berkomunikasi ditentukan oleh keterampilan pada ketepatan cara mengekspresikan diri.
Kunci keberhasilan berwirausaha, terletak dalam memperoleh dan mengelola informasi dan bukan terletak pada banyaknya informasi. Keberhasilan wirausaha yang berhubungan dengan informasi dalam bisnisnya, diantaranya: Harapan masa depan bisnis, Sistem nilai para Wirausaha, Pengalaman Wirausaha dalam bisnis, Kekuatan dan kelemahan bisnis, Sikap dan perilaku konsumen, Daya beli konsumen, Motivasikonsumen, Realitas bisnis, Peluang bisnis, Hambatan dan rintangan bisnis, Pesaing, Pelayanan, Risiko kebutuhan konsumen, Perubahan selera konsumen, Kebijakan pemerintahan.

Jadi kesimpulannya bahwa dalam menjalankan wira usaha Informasi dinilai sangat penting, dan untuk mencapai keberhasilan  diperlukan keahlian  dalam mengelola informasi dan bukan terletak pada banyaknya informasi.

Sampai disini dulu, semoga bisa menambah wawasan, khususnya bagi  anda yang sedanga menjalani aktifitasnya sebagai wira usahawan.
Demikian semoga bermanfaat
wassalam......

Friday, February 15, 2013

Akibat Pencemaran yang disebabkan oleh Radioaktif


Sahabat semua yang saya cintai, ..
Selamat datang dan salam sejahtera untuk semua....
Pada postingan sebelumnya Penyuluh Perikanan telah membuat postingan dengan judul Akibat Pencemaran Air oleh limbah yg mengandung Zat Kimia an organik, dan sebelum itu juga sudah dijelaskan mengenai Akibat Pencemaran air yang disebabkan oleh Bahan oeganik. Dan untuk postingan pada kesempatan ini Penyuluh juga mau berbagi lagi sekedar untuk Sharing dan menambah wawasan untuk kita semua, siapa tahu ada manfaatnya. 

Disini kita akan membicarakan mengenai Akibat Pencemaran air yang disebabkan oleh Bahan Radioaktif. Sahabat, Ternyata air itu bisa cemar karena Limbah. Limbah yang dapat mencemari air ternyata  banyak ragamnya, selain oleh zat Kimia organik dan zat kimia an organik, juga bisa cemar oleh limbah lainnya.  Pencemaran bisa juga disebabkan oleh limbah lainnya seperti Bahan Radioaktif. Pencemaran yang disebabkan oleh radioaktif dapat bersifat alami ataupun akibat kegiatan manusia. Pencemaran radioaktif ke badan perairan antara lain biasanya bersumber dari buangan limbah rumah sakit, pabrik, ataupun tambang uranium. Dari hasil kegiatan yang biasa dilakukan manusia Secara alami, pencemaran radioaktif bersumber pada isotop radioaktif yang secara alamiah ada di air  misalnya saja seperti radon. Pencemaran yang disebabkan radioaktif juga sangat berbahaya hal ini disebabkan karena zatradioaktif  akan berakumulasi dalam tubuh, akibatnya  dapat menyebabkan penyakit kanker, dan kematian terutama  apabila ada pada konsentrasi yang tinggi.  bagi Anak-anak pada umumnya lebih sensitif terhadap pencemaran radiasi tersebut dibanding orang dewasa.
Seyogyanya untuk Fasilitas yang mempergunakan materi radioaktif harus sangat diatur dan dimonitor  selalu secara hati-hati dan gunanya adalah untuk menghindari dan mencegah kebocoran. Biasanya Salah satu sumber kebocoran yang dapat mengakibatkan pencemaran adalah pada penyimpanan limbah bahan radioaktif. Apalagi Akibat daripada penggunaan nuklir, berton-ton limbah radioaktif telah terakumulasi selama beberapa tahun dan harus disimpan secara sangat aman untuk beberapa ratus tahun. Kemudian Potensi bahayanya adalah jika  terjadi kebocoran yang dapat mencemari airtanah dan air permukaan. Oleh karena itulah untuk pembuangan atau penyimpanan yang aman harus  diupayakan secara terus menerus.
Limbah merupakan sisa usaha atau kegiatan manusia itu sendiri.
Ada beberapa konsep dalam mengelola limbah, yaitu mereduksi limbah, meminimalisasi limbah melalui reduksi sumbernya, produksi bersih, dan teknologi bersih.
Kegiatan pelayanan RS selain meningkatkan derajat kesehatan, juga menghasilkan limbah medis. Limbah medis ini mengandung kuman patogen, virus, zat kimia beracun, dan zat radioaktif yang membahayakan dan menimbulkan gangguan kesehatan.
Limbah medis dapat berupa benda tajam, seperti jarum suntik atau perlengkapan infus.
Ada juga limbah infeksius yang berkaitan dengan penyakit menular dan limbah laboratorium yang terkait pemeriksaan mikrobiologi. Limbah jaringan tubuh meliputi organ anggota badan, darah, dan cairan tubuh yang dihasilkan saat pembedahan. Limbah ini dikategorikan berbahaya dan mengakibatkan risiko tinggi infeksi.
Keberagaman limbah memerlukan penanganan yang baik sebelum limbah dibuang. Sayang sebagian besar pengelolaan limbah masih di bawah standar lingkungan karena umumnya dibuang ke tempat perairan dengan sistem open dumping atau dibuang di sembarang tempat. Padahal, limbah medis seharusnya dibakar menjadi abu di insinerator bersuhu minimal 1.200-1.600 derajat celsius.

Nah sampai disini dulu sahabatku semua, semoga sedikit demi sedikit bisa menambah wawasan dan Pengetahuan untuk kita bersama. Jadi hal yang terpenting untuk menjadi renungan kita bersama, bahwa lebih baik kita melakukan tindakan yang bersifat Prefentif. Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Mari kita semua meningkatkan kebersamaan untuk saling menjaga dan mempertahankan kelestarian sumberdaya alam ini secara bersama, agar sumberdaya alam dan perairan ini tetap terjaga dan lestari, Demi keberlangsungan anak cucu kita bersama, nantinya.

Demikian salam berbagi, semoga ada manfaatnya


Sumber:
Dari berbagai sumber 
Dan  dari berbagai Ilmu pengetahuan Dasar tentang Lingkungan



===ooo000ooo===
 
Kita semua makhluk hidup sangat membutuhkan air  yang bersih

Air yang bersih bukan saja dibutuhkan oleh Manusia, Tapi hewan juga membutuhkannya, oleh karena itu kita sebagai Insan yang memiliki kesadaranlah yang memahaminya, Maka Janganlah air yang sudah bersih ini dikotori oleh limbah, tapi sayangilah kelestarian sumberdaya alam termasuk air dan lingkungan di Planet Bumi ini sebaik mungkin.




Friday, February 8, 2013

Lele sangkuriang dan Kolam terpal

Postingan ini masih dalam tindak lanjut pada postingansebelumnya juga merupakan jawaban atas  pertanyaan dari para sahabat. lele sangkuriang dan Kolam terpal ini merupakan sebuah judul yang isinya membicarakan soal ikan lele dan juga kolam terpal. Mengapa lele sangkuriang dan kolam terpal???
Iya tentu saja karena pada umumnya masyarakat disekitar kita lebih suka, dan sering kita lihat dimana-mana pada umumnya ikan lele seperti sangkuriang ini banyak dipelihara di kolam terpal, Walupan sebenarnya banyak juga yang dipelihara dikolam tanah biasa atau dari jenis semen beton. Dan sebenarnya dalam pemeliharaan ikan di kolam Terpal juga bukan hanya ikan lele sangkuriang  saja, bahkan Ikan lainnya pun bisa dipelihara baik ikan inila, Gurami, Bawal, mujair atau ikan patin. Hanya kebanyakan dimana ada kolam terpal biasanya ada ikan lele, tapi tidak juga semuanya begitu.

Hal Yang Perlu diperhatikan dalam Usaha Budidaya Ikan di kolam terpal
Usaha Pembesaran Ikan dengan menggunakan Terpal memang sudah cukup berkembang dan banyak digemari oleh masyarakat, karena selain praktis dan murah, juga merupakan salah satu alternatip usaha yang dapat menghasilkan ekonomi sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
 Dalam pelaksanaannya sistim kolam terpal ini bermacam-macam. Ada yang dibuat diatas tanah dengan lapisan terpal disertai kayu atau bambu sebagai penahan dinding, ada juga yang dilakukan sistim didalam kolam itu sendiri atau dalam tanah yang dilapisi terpal, dan itu disesuaikan dengan situasi, kondisi  dan selera para pelaku masing-masing. Hanya ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan bagi pelaku usaha tersebut, khususnya yang menggunakan kolam yg dilapisi terpal.  

Hal penting yang harus diperhatikan dalam sistim Budidaya dengan Kolam terpal antara lain:
  1. Sebaiknya Usahakan lahan yang digunakan sedikit agak rindang, tapi jangan langsung dibawah pohon.
  2. Terpal ukuran 6 x 8 meter (terpal jenis A3 lebih tebal), saat pemasangan sebaiknya ukuran terpal agak dilebihkan agar dapat dibentuk sesuai rangka/patok,
  3. Untuk yang menggunakan sistim dalam Tanah yg membentuk kolam dengan cara digali, maka sistimnya dengan kedalaman ± 70 cm, dan lebar 4 x 6 m2  untuk menempatkan posisi terpal.
  4. Keliling kolam terpal harus di pagar dengan waring atau lainnya yang serupa, Tujuannya untuk menghindari gangguan hewan ternak, mengantisipasi lele melompat, dan semata-mata untuk menjaga keamanan lingkungan kolam.
  5. Pada Kolam terpal sistim dalam tanah, untuk menguatkan posisi terpal dibibir kolam sebaiknya di pasang karung atau sejenisnya yang diisi dengan tanah sepanjang keliling kolam.
Alat Penunjang
Beberapa jenis alat yang diperlukan sistim pemeliharaan ikan di kolam terpal diantaranya adalah timbangan, alat tangkap (serok/lambit),ember dll. Alat-alat tersebut biasanya dipakai untuk memanen ikan atau pada saat kegiatan sampling pertumbuhan bobot tubuh ikan
 
Persiapan Kolam
Sebelum ikan akan kita pelihara dalam koam terpal tersebut, sebaiknya kolam dipupuk terlebih dahulu. Pemupukan bermaksud untuk menumbuhkan planton hewani dan nabati yang menjadi makanan alami. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang (kotoran ayam) dengan dosis 500-700 gr/m2 atau dalam ukuran 4 x 6 m2  sebanyak 16 Kg. Dan dapat juga dilakukan penambahan urea 15 gr/m2. Tahapan pemupukannya adalah mula-mula kolam diisi air setinggi 3 -5 cm dan dibiarkan selama satu minggu sampai wana air kolam berubah coklat atau kehijauan, yang menunjukkan mulai banyak jasad-jasad renik yang tumbuh sebagai makanan alami. Kemudian secara bertahap ketinggian air ditambah hingga minggu ke dua sebelum benih lele ditebar.
             
Sistim Penebaran benih

  1. Sebelum benih ditebar, sebaiknya benih dibebaskan dari gangguna hama Penyakit terlebih dahulu dengan cara melakukan perendaman didalam larutan KMNO4 (Kalium Permangat) atau PK dengan dosis 35 gr/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5 -10 menit
  2. Waktu yang baik untuk melakukan sistim Penebaran benih sebaiknya  dilakukan pada waktu pagi atau sore hari.
  3. Dilakukan pada pagi atau sore hari karena pada kedua kondisi waktu tersebut ada perbedaan nilai suhu air pada permukaan dan dasar kolam tidak terlalu besar.
  4. Hindari penebaran benih pada kondisi terik matahari secara langsung.
  5. Untuk Kedalam air kolam  disesuaikan dengan jumlah dan ukuran benih.
  6. Jumlah padat tebar benih 75-100 ekor/m2 yang berukuran  5 - 8 cm. Kedalaman air pada benih diterbarkan ± 30 cm, dan dilakukan secara berangsur-angsur untuk disesuaikan supaya stabil dengan ukuran besar kecilnya ikan.
Sistim Pemberian Pakan
Pada dasarnya Lele Sangkuriang merupakan ikan yang bersifat omnivora.Makanan yang diberikan bisa makanan alami yang bisa diperoleh dari sekitar kolam atau tempat tinggal kita. Pemberian makanan tambahan berupa pellet bisa diberikan jika tidak mau repot mencari makanan alami. Dalam Budi Daya Lele Sangkuriang jumlah besar cara ini lebih praktis dilaksanakan. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Cara menghitungnya dengan mengambil sampel beberapa Lele Sangkuring kemudian ditimbang. Untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan efisiensi pemberian pakan, makanan dicampurkan dengan probiotik. Menurut pengamatan beberapa petani dan peneliti probiotik mampu meningkatkan efisiensi pencernakan makanan sehingga ikan lele menjadi cepat besar dan bobot bertambah.
Pemberian pakan frekuensinya 3 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.
Dan untuk diketahui juga bahwa Pemberian pakan buatan (pelet) diberikan sejak benih berukuran 2 minggu berupa bentuk serbuk halus. Kemudian setelah itu berangsur-angsur digunakan pelet diameter 1 milimeter barulah kemudian beralih ke pellet ukuran 2 milimeter (sesuai umur ikan lele). Hal ini dimaksud agar pellet dapat dicerna lebih baik dan lebih merata oleh seluruh ikan sehingga meminimalisir terjadinya variasi ukuran lele selama pertumbuhannya.
Pakan yang diberikan berupa pellet dengan kandungan protein berkisaran antara 28 – 33 %. Pemberian pakan ini dilakukan secara berkala dengan dosis 3-5% dari bobot total ikan dan pemberian sebanyak 3 x sehari (pagi,siang dan sore)

Demikian sampai disini dulu, selamat mencoba semoga berhasil


Sumber referensi: 
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Direktorat Jendral Budidaya perikanan
 

Thursday, February 7, 2013

Mengapa Harus Kolam Terpal ???



Postingan kali  Penyuluh perikanan hanya sekedar untuk menindak lanjuti atas pertanyaan dari sahabat, yang isinya mengatakan seperti ini. "Apakah dalam Pemeliharaan ikan lele harus dengan Kolam terpal????

Untuk menjawab pertanyaan dari sahabat atas pertanyaannya, maka saya akan jelaskan mudah^an bisa membantu untuk menambah pengetahuan dan wawasan yang berguna.
Sebenarnya untuk Usaha Budidaya Perikanan khusunya ikan lele ini tidak harus dengan menggunakan Terpal. Namun kenyataannya memang sudah banyak teknologi yang berkembang dalm usaha Perikanan darat ternyata menggunakn terpal. Usaha Pemeliharaan Ikan dengan Menggunakan Kolam terpal ini memang banyak berkembang. Sebenarnya kolam yang paling baik untuk budidaya ikan lele atau ikan yang lain adalah kolam dari tanah. Namun jika kita sendiri sebagai pelaku utama dan pelaku usaha diperikanan Budidaya ini tidak memiliki lahan yang cukup atau cocok maka alternatif lain  yang lebih simple dan mudah adalah dengan menggunakan kolam terpal.
Mengapa harus kolam terpal????
Nah disini perlu dijelaskan sedikit tentang kolam terpal. Perlu kita tahu bahwa Kolam terpal adalah kolam yang dasarnya maupun sisi-sisi dindingnya dibuat dari terpal.  Saat ini memang sudah banyak masyarakat Indonesia yang memlihara ikan dengan menggunakan Kolam terpal.
 Mengapa demikian??? 
Karena kenyataannya Kolam terpal  dapat mengatasi resiko-resiko yang timbul dan terjadi daripada kolam tanah maupun kolam beton. Untuk Usaha Budidaya lele sangkuriang, Terpal yang dibutuhkan untuk pembuatan kolam ini adalah jenis kolam terpal yang dibuat oleh pabrik dimana setiap sambungan terpal dipres sehingga tidak terjadi kebocoran. Kemudian untuk Ukuran terpal yang sudah disediakan oleh pabrik juga sangat bermacam-macam sesuai dengan besar kolam yang kita inginkan. Dan untuk jelasnya bahwa dalam usaha Pembuatan kolam terpal ini juga bisa dilakukan dipekarangan ataupun dihalaman rumah.
Usaha Budidaya Ikan lele banyak digemari oleh masyarakat, Apalagi pada umumnya dengan  menggunakan Kolam terpal.
Penggunaan Terpal dalam Usaha Budidaya karena kolam terpal banyak memiliki Keunggulan, jika dibandingkan dengan cara memlihara ikan yang bukan terpal.
Ada beberapa keunggulan dalam budidaya ikan ikan dengan sistim kolam terpal antar lain adalah:
  1. Ikan yg kita pelihara akan terhindar dari Musuh alami atau  dan  dari pemangsaan ikan liar
  2. Air dapat diatur sedimikian rupa, Baik Volumenya, dan sangat mudah disaat panen.
  3. Dapat dijadikan peluang usaha mikro dan makro
  4. Produksi ikan Lele yang dihasilkan lebih baik mutunya dan berkualitas, lele terlihat tampak bersih, dan tidak berbau dibandingkan pemeliharaan ikan lele diwadah lain.
  5. Dapat diterapkan di lahan terbatas
  6. Dapat diterapkan di lahan atau tanah yang porous (tanah yang menyerap air) atau berpasir
  7. Biaya investasi murah
  8. Dapat diterapkan di daerah sulit air
  9. Pembuatannya praktis
  10. Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal tidak berbau lumpur
  11. Terjamin Kesehatannya dan jarang diserang penyakit
  12. Kelangsungan hidup (survival rate) ikan lele yang dipelihara di kolam terpal lebih tinggi, bisa mencapai 95%

  Demikian saja selamat mencoba, dan semoga Bermanfaat.



Sumber:
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Direktorat Jendral Budidaya Perikanan