Pages

Showing posts with label MATERI PENYULUHAN. Show all posts
Showing posts with label MATERI PENYULUHAN. Show all posts

Monday, December 17, 2012

Teknologi Budidaya Ikan Emas Koki

Gambar di atas Hanya sekedar saja

Penyuluh Perikanan Mukomuko, Sahabat semua yang saya hormati, Dalam usaha budidaya ikan ada dua kegiatan yang sangat penting yaitu pembenihan ikan dan pembesaran ikan. Pembenihan ikan memegang peranan penting dalam pengembangan suatu usaha budidaya ikan. Buku ini juga merupakan Materipenyuluhan yang  berjudul Pembenihan IkanHias Maskoki (Carrasius auratus) yang terdiri dari 5 ruang lingkup yaitu persiapan pemeliharaan, pemilihan calon induk, pembenihan ikan hias maskoki, pencegahan Penyakit, dan perawatan Benih. Disajikan dengan sistematis agar dapat dengan mudah dipahami oleh para pembaca sehingga akan meningkatkan kompetensi dasar pemeliharaan ikan hias jenis maskoki. Pokoknya lengkap
Untuk memperoleh kompetensi dalam membudidayakan Maskoki, para pembudidaya harus mempelajari empat kegiatan belajar dalam materi penyuluhan ini yaitu, mengidentifikasi Maskoki, menyiapkan wadah dan media budidaya, memelihara Maskoki serta memanen Maskoki. Dengan mempelajari materi penyuluhan BudidayaMaskoki, para pembudidaya diharapkan dapat mengimplementasikannya langsung di lapangan.



Jika menurut anda Buku Panduan ini dirasa sangat penting silahkan anda pelajari dan dapat di download dibawah ini, semoga dengan buku ini akan menambah pengetahuan dan wawasan sahabat semua.










Demikian semoga bermanfaat





Sumber:

Kementerian Kelautan dan Perikanan

Badan Pengembangan sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Pusat Penyuluhan Perikanan

Sunday, December 16, 2012

Teknologi Penangkapan Ikan dengan Pancing Rawai dasar


PenyuluhPerikanan Mmu. Kegiatan penangkapan ikan Merupakan salah satu kegiatan yang bersifat sama seperti orang berburu, yang dilakukan di laut guna menangkap ikan yang layak untuk konsumsi. Berbagai jenis alat tangkap telah dikembangkan untuk membantu mempermudah proses berburu di laut. Alat tangkap dikembangkan dengan mengacu pada tingkah laku jenis ikan dan habitat dimana ikan berada. Berdasarkan habitat ikan, sumber daya ikan dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu ikan pelagis (permukaan) dan ikan demersal (ikan dasar). Jenis-ienis ikan dasar, biasanya adalah ikan karnivora yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, seperti; ikan-ikan karang, kerapu, cucut, dsb. Sesuai dengan karakteristik habitat dan tingkah laku ikan dasar, kemudian dikembangkan beberapa alat tangkap, seperti; pancing, jaring dasar dan rawai dasar.


Pancing rawai dasar merupakan salah satu jenis alat tangkap dasar yang cukup produktif. Disamping mudah dari sisi pengoperasiannya, alat tangkap ini juga relatif murah dari sisi pembiayaannya. Sebagai akibatnya, alat tangkappancing rawai dasar cukup tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia. Pengguna terbesar pancing rawai dasar adalah nelayan yang mempunyai penghasilan menengah ke bawah, karena pancing rawai dasar memerlukan biaya yang relatif kecil sehingga terjangkau oleh nelayan kecil. Sebagian besar pengguna pancing rawai dasar adalah nelayan tradisional dan berpendidikan rendah. Hasil tangkapan pancing rawai dasar, umumnya adalah ikan karnivora yang mempunyai daging lezat. Disamping itu, mutu ikan yang tertangkap dengan pancing juga mempunyai mutu yang lebih baik jika dibandingkan dengan alat tangkap lain. Untuk anda yang ingin mengetahui lebih jelas maka anda bisa melihat informasinya dan dapat dijadikan menjadi bahan pengetahuan yang sangat berguna, silahkan anda download saja semoga akan menambah wawasan dan pengetahuan anda. apalagi jika anda adalah sebagai pelaku utama dan pelaku usaha dalam bidang perikanan maka ini akan menjadi pedoman sebagai bahan pengetahuan.








Demikian semoga bermanfaat



Sumber:

Kementerian Republik Indonesia

Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Pusat PenyuluhanPerikanan

Thursday, December 13, 2012

Teknologi Penangkapan Ikan dengan Pancing Tegak



PenyuluhPerikanan Mmu. Pancing tegak atau disebut juga secara internasioanl dengan Vertivalk Line. Pancing jenis ini terdiri dari satu tali utama yang dibagian bawahnya dipasangi sejumlahh pancing. Pancing dipasang langsung pada tali utama atau menggunakan sistim pencabangan. Pancing dipasangi umpan segar maupun umpan buatan. Ikan yang menjadi tujuan penangkapan umumnya adalah ikan-ikan pelagis dan demersal besar. Ikan pelagis besar yang tertangkap mulai dari ikan madidihang, cucut, lemadang, layaran, dan tuna mata besar. Ikan ikan demersal besar seperti kakap, kerapu, cucut dan pari. Pancing tegak termasuk alat penangkap ikan yang pasif, dan juga ramah lingkungan. Pancing tegak dapat dioperasikan secara tetap maupun dihanyutkan. Nelayan Indonesia melaksanaan operasi pancing tegak secara keseluruha menggunakan tenaga manusia. Jaring insang hampir dapat dioperasikan diseluruh lapisan kedalaman perairan, mulai dari lapisan permukaan, pertengahan hingga lapisan dasar perairan. Juga hanya dapat dioperasiakan di perairan dalam (laut yang kedalamannya lebih dari 500 meter) dan samudera.


Untuk diketahui bahwa kunci utamanya adalah “Menawarkan umpan yang disukai ikan dan didalamnya dipasangi pancing”. Pengertiannya adalah umpan harus mampu menarik perhatian dan disukai ikan, kemudian umpan dimakan ikan dan ikan akan tersangkut pada pancing. Kunci keberhasilan pancing tegak sangat ditentukan oleh daerah penagkapannya, bagaimana memilih umpan yang dipasang pada pancing dan komponen alat penangkapnya. Karena umpan sebagai sebagai penarik perhatian maka sedapat mungkin umpan harus hidup atau tampakk hidup. Sehingga yang harus tampak jelas oleh ikan adalah umpannya bukan alatnya. Kedua hal inilah yang akan mendasari bagaimana memilih umpan dan bahan alat penangkapnya.
Dalam operasionalnya Ikan yang akan ditangkap adalah ikan-ikan berukuran besar, hidupnya membuat koloni yang bermigrasi jarak jauh. Ikan-ikan tersebut umumnya hidup di wilayah perairan pelagic neuritic, dan pada mulai dari lapisan epipelagic, mesopelagic hingga bathypelagic atau hingga kedalaman 1.000 meter. Namun demikian, yang paling efektif adalah hanya kedalaman hingga 300 meter. Untuk anda sebagai pelaku utama dan pelaku usaha dalam bidang perikanan yg ingin mengetahi lebih jelas lagi silajkan di donload di bawah ini



Demikian semoga bermanfaat

Sumber:
Kementerian Republik Indonesia
Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Pusat PenyuluhanPerikanan


Wednesday, December 12, 2012

Teknologi Penangkapan Ikan dengan Pancing Ulur



PenyuluhPerikanan Mmu. Teknologi penangkapan ikan pada dewasa ini sudah mengalami perkembangan yang cukup bagus baik dari segi alat penangkapan ikan, alatalat bantu operasi penangkapan ikan dan teknik pengoperasian alat penangkap ikannya. Walaupun demikian alat penangkap jenis Pancing Ulur ini merupakan salah satu alat penangkap ikan yang sudah lama dan banyak digunakan oleh para nelayan tradisionil skala kecil. Pancing Ulur dapat ditemui hampir diseluruh wilayah Indonesia dan telah digunakan oleh para nelayan. Kontribusi hasil tangkapan Pancing Ulur terhadap produksi perikanan nasional cukup memadai untuk konsumsi setempat.

Pancing Ulur merupakan salah satu jenis alat penangkap ikan yang sering digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan di laut dan  termasuk alat penangkap ikan yang bersifat  aktif, dan juga ramah terhadap  lingkungan. Pengoperasian alat relatif sederhana, tidak banyak menggunakan peralatan bantu seperti halnya alat tangkap pukat ikan dan pukat cincin. Pancing Ulur dioperasikan diberbagai jenis perairan, seperti disekitar pantai, di samudera, di perairan dangkal, diperairan dalam bahkan di perairan sekitar karang. Jenis ikan yang tertangkapsangat bervariasi meliputi ikan-ikan pelagis untuk Pancing Ulur yang dioperasikan disekitar permukaan dan dilapisan kedalaman tertentu suatu perairan serta ikan demersal (dasar) untuk Pancing Ulur yang dioperasikan di dasar perairan.
Untuk memahami dan mengetahui secara mendetail  Penyuluh Perikanan sengaja memberikan Informasi Pengetahuan untuk anda sebagai Pelaku utama dan Pelakuusaha dipersilahkan untuk Mendownload dibawah ini  




Demikian semoga bermanfaat

Sumber rekomendasi:
Kementerian Republik Indonesia
Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Pusat PenyuluhanPerikanan

Tuesday, December 11, 2012

Teknologi Penangkapan Ikan dengan alat tangkap Pole and line



PenyuluhPerikanan Mmu. Alat penangkap ikan pole and line atau sering disebut dengan huhate adalah alat penangkap ikan yang ditujukan untuk menangkap ikan jenis ikan-ikan pelagis (permukaan) khususnya ikan cakalang. Pole and line konsturksinya sangat sederhana terdiri dari joran, tali pancing dan mata pancing, khusus untuk mata pancing tidak seperti mata pancing pada umumnya yaitu mata pancing yang tidak berkait balik, hal ini bertujuan jika ikan yang tertangkap dengan pole and line akan mudah lepas atau terlepas dari mata pancing. Mata pancing ini juga berfungsi sebagai umpan tiruan dengan dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai ikan umpan yang dikaitkan pada mata pancing.
Joran adalah sebagai pemegang tali pancing umumnya terbuat dari bahan bambu berwarna kuning atau saat ini banyak yang terbuat dari bahan fibre dan plastik. Keberhasilan dalam penangkapan ikan tergantung dari umpan hidup yang digunakan dan ketrampilan para awak kapal, Umpan hidup yang digunakan dengan cara dilemparkan kearah gerombolan ikan cakalang setelah berdekatan dengan kapal yang digunakan. Umpan hidup diperoleh dari nelayan bagan tancap dengan jenis ikan teri atau puri dan tembang.  Untuk memahami dan mengetahui secara mendetail  PenyuluhPerikanan sengaja memberikan InformasiPengetahuan untuk anda sebagai Pelaku utamadan Pelaku usaha dipersilahkan untuk Mendownload dibawah ini




Demikian semoga bermanfaat

Sumber:
Kementerian Republik Indonesia
Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Pusat PenyuluhanPerikanan