Pages

Showing posts with label METHODE. Show all posts
Showing posts with label METHODE. Show all posts

Thursday, November 29, 2012

PERANAN MEDIA PENYULUHAN PERIKANAN




Penyuluh Perikanan.com._Pada postingan sebelumnya telah kita jelaskan tentang pengertian Media Penyuluhan perikanan, dan kita juga tahu bahwa  perkembangan dan Kemajuan teknologi perikanan saat ini telah dirasakan begitu semakin pesat, hal ini juga dapat kita rasakan bersama. Kemajuan Perkembangan Teknologi yang merupakan Tuntutan untuk meningkatkan kualitas produksi memang tidak dapat dibiarkan begitu saja. Pengaruh berbagai Tehnologi dan informasi yang berkaitan dengan hal-hal tersebut juga perlu disalurkan dengan cepat dari sumber pesan kepada sasaran, yakni pelaku utama, Pelaku usaha dan keluarganya serta masyarakat perikanan lainnya. Oleh karena itu peranan media penyuluhan perikanan benar-benar sangat penting dan selalu dibutuhkan sebagai penyalur pesan terbaik kepada sasaran, apakah itu berupa informasi maupun Teknologi baru dibidang Perikanan.


Peranan dan penggunaan media penyuluhan perikanan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha dimaksudkan untuk dapat meningkatkan interaksi dengan lingkungan sehingga proses pembelajaran melalui kegiatan penyuluhan dapat  berjalan terus walaupun tidak berhadapan langsung dengan sumber komunikasi. Peranan media penyuluhan perikanan dapat ditinjau dari beberapa segi yakni antara lain adalah sebagai berikut:

1. Peranan media penyuluhanperikanan sebagai saluran komunikasi (channel) dalam kegiatan penyuluhan perikanan.
Menyalurkan pesan/informasi dari sumber/komunikator kepada sasaran yakni pelaku utama dan keluarganya sehingga sasaran dapat menerapkan pesan dengan kebutuhannya.
Menyalurkan "Feed back"/ Umpan balik dari sasaran/komunikan kepada sumber/komuniukator sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan/ pengembangan dalam penerapan tehnologi selanjutnya.
Menyebarluaskan pesan informasi kemasyarakat dalam jangkauan yang luas, mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.
Memungkinkan pelaksanaan penyuluhan perikanan secara teratur dan sistimatik.

2. Peranan media penyuluhanperikanan sebagai Media Belajar dalam kegiatan penyuluhan perikanan.
Pada tahap awal perananpenyuluh perikanan sangat dominan dalam kegiatan belajar pelaku utama, lama kelamaan berubah pelaku utama menjadi lebih dinamis mulai banyak belajar, melalui pengalaman. Melalui interaksi dengan lingkungannya dan memanfaatkan media penyuluhan perikanan. Sekarang penyuluh perikanan berperan sebagai mitra kerja pelaku utama, mendampingi dan membantu pelaku utama dalam memecahkan masalah yang dihadapi dilapangan bersama dengan pelaku utama lainnya melalui kegiatan kelompok tani.

Peranan media penyuluhan perikanan sebagai media belajar dalam kegiatan penyuluhan perikanan sebagai berikut :
a. Memberi pengalaman belajar yang integral dari kongkrit ke abstrak. 

Pelaku utama belajar dimulai dari situasi nyata dilapangan melalui pengalam langsung sebagai contoh saja misalnya, Melalkukan kegiatan Perbaikan alat tangkap Mesin Perikanan, maka kegiatan yang berhubungan dengan perbaikan meliputi perawatan dan seterusnya sehingga akan terkait, mulai dari cara pembongkaran, penggantian elemen pemasangan kembali sampai mesin bagus normal dan yakin akan keamanan dan kenyamanan. Bisa juga dengan contoh-contoh lainnya seperti Pembuatan kakaban untuk tempat menempelnya telur ikan dalam pemijahan ikan mas. Pelaku utama secara berkelompok belajar membuat kakaban yang baik, rapih dan bersih sesuai dengan aturan budidaya. Cara belajar tersebut disebut cara belajar Lewat pengalaman (CBLP). Hasil pengamatan dicatat oleh pelaku utama, kemudian didiskusikan bersama secara priodik.

Selanjutnya pelaku utamabelajar melalui berbagai media penyuluhan perikanan lainnya antara lain: spesimen, poster, leaflet, folder, gambar, slide, flm dan sebagainya. Materi pelajaran tidak terbatas pada hama/penyakit saja tetapi berkembang dengan materi yang terkait seperti Tehnik pemijahan, tehnik pembesaran ikan, cara mencegah hama dan penyakita pada budidaya, musuh alami, pemupukan kolam, fisiologi berbagai jenis diperairan atau tanaman dan sebagainya sampai panen, artinya bahwa kegiatan Penyuluhan selalu berkaitan dan materipun disesuaikan dengan kebutuhan yang ada pada sasaran.

Dengan demikian memberi pengalaman yang luas dan terpadu. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh dan kongkrit kearah abstrak penyuluh perikanan sebagai mitra pelaku utama berfungsi untuk membantu/membimbing proses belajar atau pembelajaran dalam Usahanya sehingga dapat berhasil dengan baik, bagus dan sempurna.

b. Memungkinkan proses belajar dapat berlangsung secara terus menerus dan berkelanjutan.
Teknologi selalu berubah dan berkembang, Oleh karena itu media penyuluhan perikanan harus selalu menyalurkan pesan/informasi yang mutakhir. Siaran pedesaan misalnya adalah media penyuluhan perikanan yang harus selalu siap menyalurkan perkembangan tehnologi yang mutakhir tersebut.

c. Memungkinkan proses belajar secara mandiri.
Tersedianya berbagai macam media penyuluhan perikanan seperti: brosur, kaset rekaman, folder, leaflet, lembaran informasi perikanan (Liptan) dan lain-lain, memungkinkan untuk terjadinya proses belajar secara mandiri.
 Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara sang pembawa pesan dengan sang Penerima (sasaran) sehingga apa yang disampaikan akan lebih efektif dan efisien. 

Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media Penyuluhan dalam proses pembelajaran yaitu :

  1. Penyampaian materi penyuluhan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan sasaran.
  2. Proses Penyampaian pesan dalam Kegiatan Penyuluhan menjadi lebih jelas dan menarik
  3. Proses Penyampaian pesan / Informasi teknologi/pembelajaran menjadi lebih interaktif,Efisiensi dalam waktu dan tenaga, Meningkatkan kualitas hasil yang disampaikan
  4. Media memungkinkan proses kegiatam penyuluhan dapat dilakukan dimana saja. kapan saja,dan untuk siapa saja.
  5. Media dapat menumbuhkan sikap positif sasaran terhadap pesan yang berupa materi, informasi teknologi, dan proses belajar dalam berusaha dibidang Pengetahuan, ketrampilan maupun Sikap.
  6. Merubah peran seorang Penyuluh ke arah yang lebih positif dan produktif, Juga masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang belum sempat ditulis di sini.


Fungsi media dalam penyuluhanPerikanan, khususnya media visual,yaitu sebagai: fungsi atensi, fungsi afektif, fungsi kognitif, dan fungsi kompensatoris. Media penyuluhan Perikanan juga diharapkan dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau Umum misalnya kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu:
(1)    Memotivasi minat atau tindakan,
(2)    Menyajikan informasi dan
(3)    Memberi instruksi.”

Pemakaian media dalam proses kegiatan Penyuluhan dilakun dengan  tujuan agar dapat membangkitkan keinginan yang baru guna menimbulkan Minat, yakni untuk mencoba mengetrapkan, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan Penyuluhan, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap sasaran sehingga dapat merubah dirinya untuk meningkatkan Pengetahuan ketrampilan dan sikap.

Jadi Peranan Media PenyuluhanPerikanan sangatlah penting dan diperlukan agar pelaksanaan Kegiatan dapat dilaksankan secara konsisten,berkesinambungan dan teratur namun memenuhi target sesuai dengan kebutuhan sasaran yang dapat dilaksanakan dengan prinsip siap untuk melaksanakannya dengan waktunya kapan saja, dimana saja, dan untuk siapa saja.


Demikian semoga bermanfaat

Sumber Referensi:
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Pusat Pengembangan Penyuluhan Perikanan

Tuesday, October 30, 2012

UMPAN YG DIGUNAKAN DALAM OPERASI MINI LONG LINE ATAU RAWAI TUNA


Mini long line atau rawai tuna dalam operasinya menggunakan Umpan dari jenis ikan. Biasanya sebelum akan melakukan operasi dilakukan penangkapan (Fishing) untuk mencari umpan di laut itu sendiri, baik dengan Gilnet maupun dengan alat tangkap lainnya sehingga Ikan yang akan ditangkap dapat dijadikan  sebagai umpan untuk melakukan kegiatan penangkapan pada Mini long line atau rawai tuna.

Ada beberapa jenis ikan yang biasa digunakan sebagai Umpan untuk Mini long line atau rawai tuna seperti Ikan Lemuru, Cumi-cumi atau sotong, Ikan kembung, ikan layang atau ikan lainnya yang sejenis, termasuk juga ikan bandeng.

 Cara pemasangan umpan pada mata pancing:
Adapun dalam pelaksanaan Penangkapan Mini long line yang merupakan alat tangkap pancing maka cara yang digunakan untuk pemasangan yaitu pada Matanya, tutup insang, ekor, dan punggungnya.

Beberapa jenis ikan yang biasa digunakan sebagai umpan dalam pengoperasian Mini long line atau rawai tuna, diantaranya adalah :

Ikan Lemuru (Sardinella longiceps);. Ikan Lemuru ini sering dipakai dan digunakan untuk dijadikan Umpan dalam penangkapannya. Ikan lemuru ini Mempunyai satu sirip punggung yang berjari-jari lemah sebanyak 16-17 buah, satu sirip dubur berjari-jari lemah 14-15 buah. . Panjang lemuru dapat mencapai 20cm, umumnya berkisar 10-15 cm.. Umpan ikan lemuru dalam 1kg ± 15 ekor
 
Ikan Cumi-cumi (Loligo spp.);. Cumi-cumi juga dapat digunakan sebagai umpan dalam penangkapan alat tangkap ini. Bentuk badan cumi-cumi memanjang runcing (Marjuki, Soselisan dan Astro, 1983). Makanan cumi cumi berupa ikan kecil dan crustacean. Binatang ini memburu mangsanya pada malam hari. Umpan yang biasa digunakan dalam 1kg terdapat ± 12 ekor cumi-cumi

Ikan Kembung (Rastrelliger spp.) ; Ikan Kembung merupakan Ikan Konsumsi, namun dalam operasional Penangkapan Tuna Ikan ini digunakan sebagai Umpan, dan ikan ini mempunyai dua sirip punggung, sirip punggung pertama berjari-jari keras sebanyak 10 buah, sedangkan sirip punggung kedua berjari-jari keras 1 buah dan berjari-jari lemah 11-12 buah. Umpan yang biasa digunakan adalah 1kg ± 12 ekor .

Ikan Layang (Decapterus spp);. Ikan layang ini yang sering dipakai umumnya sebagai umpan dalam operasi penangkapan Mini long line. Ikan ini Mempunyai dua sirip punggung, sirip punggung pertama berjari-jari keras 8 buah, sedangkan sirip punggung kedua berjari-jari keras 1buah dan 31-33 buah jari-jari lemah. Umpan yang biasa digunakan adalah 1kg ± 15 ekor .

Ikan Bandeng (Chanos chanos);Jika tidak ada ikan laut maka ikan bandeng dapat digunakan sebagai Umpan pada penangkapan Mini long line. Bandeng termasuk family chanidae. Mempunyai satu sirip punggung dan berjari-jari keras sebanyak 9 buah, sedangkan sirip dubur pertama mempunyai 5–6 jari-jari lemah dan 11-12 jari-jari lemah pada sirip dubur kedua. Umpan yang biasa digunakan adalahberat 1kg berjumlah 8-10 ekor.
 





Demikian semoga bermanfaat

Artikel terkait:
  1. Hasil tangkapan Mini Long Line
  2. Methode Pengoperasian Mini Long Line
  3. Cara Penanganan Hasil tangkapan Mini Long Line


sumber refernsi:
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Direktorat jendral Perikanan Tangkap
Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan
Pusat Pengembangan Penyuluhan Perikanan
Materi Penyuluhan Perikanan

Monday, October 29, 2012

Cara Penanganan Hasil Tangkap Mini Long Line


Ikan merupakan salah satu hewan atau makhluk hidup yang mudah membusuk. untuk itu dalam peroses penangkapan yang dilakukan dengan menggunakan Mini long line perlu ditangani secara Profesional. Penanganan ikan segar bertujuan untuk mengusahakan agar kesegaran ikan dapat dipertahankan selama mungkin, atau setidaktidaknya ikan tersebut masih tetap dalam keadaan yang segar atau cukup segar hingga sampai kepada tangangan konsumen. Oleh karena itu perlu penanganan
yang baik.Jadi begitu ikan tertangkap dan diangkut ke atas kapal, harus  secepat mungkin dilakukan penanganan dengan sebaik mungkin, benar dan hati-hati. Demikian selanjutnya sampai ikan disimpan di dalam palkah dalam keadaan dingin Ikan hasil tangkapan rawai tuna dibekukan atau ditimbun dengan es curah di dalam palkah. Ikan hasil tangkapan kapal   biasanya ditujukan untuk kebutuhan ikan segar  (fresh fish), kemudian untuk mendapatkan ikan segar ini biasanya ikan tuna hasil tangkapan yang telah dikeluarkan isi perut dan insangnya serta telah dicuci, kemudian disimpan di dalam palkah dengan cara ditimbuni es curah .

Persiapan Dek Kerja.
Persiapan dek yang dimaksudkan adalah ;
  1. Menyiram dek dengan menggunakan pompa air laut
  2. Menyikat dek sampai bersih dari segala kotoran
  3. Gunakan sabun hijau untuk membersihkan minyak atau kotoran yang sukar dihilangkan.
  4. Membersihkan serta menempatkan peralatan kerja seperti keranjangikan, ganco pendek, ganco panjang, pisau ikan, golok, sekop, dan lain-lain pada tempat tersendiri yang mudah dijangkau bila diperlukan
Jika pekerjaan itu dikerjakan pada siang hari, maka di bagian dek kerja harus dipasang tenda/terpal dengan tujuan agar :
  1. Lantai dek kerja tidak menjadi panas.
  2. Ikan-ikan hasil tangkapan tidak terkena sinar matahari langsung karena akan mempercepat penurunan mutu/kesegaran ikan.
  3. Memberi kenyamanan kerja bagi ABK yang sedang bertugas. Pemasangan tenda tersebut harus diperhatikan agar pemasangannya jangan sampai menggangu pekerjaan lainnya di atas dek atau pelayaran itu sendiri.
 Adapun penanganan tuna untuk tujuan  beku sebagai berikut:
  1. Ikan dinaikan ke atas dek, jika masih hidup dibunuh dengan memukul tulang kepala di tengah-tenggah diantara mata jika dilihat ada titik berwarna putih dengan menggunakan palu hingga mati
  2. Potong ekor pada ruas tulang ekor yang ketiga dihitung dari pangkal ekor
  3. Tusuk jantungnya dari pangkal sirip dada selebar 3cm hingga mengenai jantung, Maksudnya adalah untuk mengeluarkan darah
  4. Potong insang, usus pada kloaka, potong insang dan robek perut dari kloaka hingga tenggah-tenggah sirip perut
  5. Potong sirip punggung, sirip dubur dan tutup insang
  6. Pasang tali gantungan pada pangkal ekot dengan memasukan tali ke dalam kulit ikan

 Gambar Pemotongan ekor ikantuna pada ruas ketiga

 Gambar pemotongan sirip dan turup insang


Gambar  Pemasangan tali pengantung


Penanganan ikan untuk tujuan ikan segar biasanya hanya dikeluarkan insang dan isi perutnya, kemudian dicuci bersih dengan air yang mengalir.

Demikian semoga bermanfaat

Jangan lewatkan juga baca atau Copas dibawah ini, silahkan:
1. Hasil Tangkapan Mini Long Line atau Rawai Tuna
2. Methode Pengoperasian Mini Long Lie
 
Sumber referensi:
Kementerian kelautan dan perikanan
Badan Pengembangan SDMKP
Direktorat Jendral Perikanan Tangkap
Pusat Pengembangan Penyuluhan Perikanan
materi Penyuluhan Perikanan