Pages

Wednesday, August 1, 2012

Menjaga keseimbangan hidup


Sahabat..??! ....sesungguhnya berbagi itu indah....
Dalam menjalani kehidupan ini kita harus seimbang. Ketika Anda memenuhi kebutuhan jasmani, kebutuhan rohani jangan terlupakan. Bila tubuh Anda memerlukan nutrisi fisik, maka jangan lupakan nutrisi mental.
Seimbang berarti menjalani kehidupan dengan positif, memperhatikan tiap aspek kebutuhan manusia. Bila Anda berprestasi di kantor, jangan lupa untuk berprestasi di tengah keluarga. Jika Anda bahagia menerima pemberian orang lain, jangan lupa untuk berbagi dengan sesama dan bersyukur dengan apa yang ada.
 


Tuhan telah memberi contoh utamanya keseimbangan dalam menjalani hidup. Contoh pentingnya keseimbangan juga telah tampak di organ tubuh yang dimiliki makhluk hidup. Coba Anda perhatikan ikan. Mengapa ikan mampu menjaga keseimbangan tubuhnya di dalam air meski dalam keadaan tidur? Itu karena adanya gurat sisi di sekitar tubuh ikan.
 
Jika Anda perhatikan bagian tubuh ikan secara melintang, dari insang hingga ekor akan tampak satu garis lurus. Garis inilah yang disebut gurat sisi (Linea lateralis). Gurat sisi berfungsi untuk mengetahui perbedaan tekanan air di sekeliling tubuh ikan, sehingga ikan tetap dalam posisi tegak dan seimbang.
Manusia pun demikian, memiliki alat keseimbangan di telinga bagian dalam. Alat kesimbangan manusia terdiri dari utrikulus, sakulus dan 3 saluran setengah lingkaran yang berisi sel rambut dan terhubung dengan sel saraf.
 
Tiap tiap alat keseimbangan makhluk hidup akan tidak stabil kalau individu tadi berputar ke satu arah dengan cepat. Setelah berputar, dirinya akan merasa pusing dan sulit untuk bangun dalam beberapa saat.

Sama dengan keseimbangan dalam hidup kita. Jika diri kita hanya berputar di satu tempat saja dan tidak memperhatikan yang lain, kita akan terkejut dengan apa yang terjadi pada tempat yang kita abaikan. Kita yang bekerja keras di kantor namun bermalas-malasan di rumah, akan merasa pusing dan stres dengan apa yang terjadi di rumah. Sebaliknya bersemangat di rumah, dan malas di tempat kerja, akan membuat kita menyesal kelak di hari tua, karena kita kurang mengoptimalkan potensi di saat muda.
Maka seimbangkan hidup Anda, antara materi dan spiritual, fisik dan mental serta pekerjaan dan keluarga. Semuanya butuh mendapat perhatian. Dengan keseimbangan, Anda bisa berjalan tegak di dunia dan di kehidupan setelahnya kelak.


Salam berbagi.

Thursday, July 26, 2012

Memilih untuk menjadi yang terbaik



Bulan Puasa Memang Bulan berkah, Bulan kesempatan, dimana pada Bulan ini kita sebagai insan beriman lebih banyak melakukan pendekatan Kepada Tuhan bila dibandingkan dengan Bulan-bulan lainnya. Dan di bulan ini pula kita sebagai Manusia yang memiliki harapan untuk menjadi manusia terbaik maka di sinilah kita berusaha dengan menjalankan Berbagai Ibadah Puasa, Ibadah Tarweh, dan Ibadah ibadah lainnya yang dapat membantu dan meningkatkan pahala selama Bulan Puasa ini, sekaligus Mengabulkan Permohonan apa yang kita cita-citakan, dibulan inilah kesempatan yang terbaik untuk mendekatkan diri kita Kepada Sang Khalik, Sang Kuasa, Sang Pemberi dan Mengabulkan Doa.

Dalam Bulan ini juga kita digembleng untuk merenung melakukan pilihan hidup, pentingnya hidup dan di bulan ini hati kita mulai belajar untuk menjadi yang terbaik.

Sahabat, .. Banyak orang berebut menjadi orang penting dalam kehidupan sehari-hari. Ada berbagai motivasi yang diungkapkan. Berbagai usaha ditempuh untuk meraih keinginan untuk menjadi orang penting. Setelah meraih keiningan itu, orang merasa bahagia. Soalnya, apakah cukup orang menjadi orang penting dalam hidup ini?


Padahal  belum cukup seseorang  untuk menjadi orang penting.   “Memang baik jadi orang penting, tetapi  justeru  jauh lebih penting untuk jadi orang baik.”

Tentu saja ini sebuah ungkapan yang menantang manuisa untuk semakin menjadi orang baik dalam hidup ini.

Sahabat, ... tentu saja pesan tadi punya makna yang mendalam bagi hidup manusia. Boleh-boleh saja orang berlomba-lomba untuk menjadi orang penting. Namun yang mesti diingat adalah orang mesti berusaha untuk menjadi orang baik dalam hidup ini. Ketika orang hanya mengejar keinginan untuk menjadi orang penting, orang bisa menempuhnya dengan cara-cara yang tidak terpuji.

Untuk itu, perlu kesadaran dalam diri manusia tentang makna kehidupan ini. Apakah orang hidup untuk mengejar cita-cita menjadi orang penting? Atau orang mesti menjadi orang baik lebih dahulu baru menjadi orang penting? Tentu saja tidak mudah menjadi orang yang baik. Orang mesti menghadapi berbagai rintangan dalam hidup ini. Orang mesti melewati tantangan-tantangan.

Namun kalau orang tetap bertahan pada prinsip untuk menjadi orang baik lebih dahulu, orang akan mengalami hidup ini menjadi lebih bermakna. Hidup ini menjadi suatu kesempatan untuk melakukan hal-hal baik dan berguna bagi orang lain. Orang akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi orang yang baik. Namun soal baik buruknya seseorang tentu bukan penilaian dari diri sendiri. Hal itu merupakan penilaian dari orang lain atas kinerja dan sepak terjang seseorang dalam hidup ini.

Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk menjadi orang yang baik. Orang yang baik itu orang yang mampu melepaskan diri dari egoisme dan cinta diri yang berlebihan.

Mengapa mesti demikian?
  1. Karena orang yang baik itu mesti rela berkorban bagi sesamanya.
  2. Orang yang baik itu rela mendahulukan kepentingan untuk kebahagiaan sesamanya.
  3. Orang yang baik itu mampu memberi dirinya bagi kebahagiaan sesamanya.
Mari kita berlomba-lomba menjadi orang yang baik dengan cara-cara yang baik. Hanya dengan menjadi orang baik, kita mampu menjadi pembawa kegembiraan dan harapan dalam hidup sehari-hari.


Anda Mungkin pernah Melihat sebuah Film Superman, ... Bagaimana Peran Seorang Superman dalam pertunjukan Film tersebut, Anda pasti tahu dan siapa pun Orang yg melihat Menonton semua paham bahwa sosok Superman adalah sosok Manusia Terbaik, ia suka Menolong sekalipun ia sanggup mengorbankan dirinya untuk kepentingan Orang lain ataupun kepentingan umat manusia.....
demi Memyelamatkan Orang banyak Superman Sanggup Mengorbankan dirinya, untuk kepentingan Kemanusiaan sekalipun banyak kendala maupun hambatan yang ditempuhnya, dan Ia selalu Muncul pada saat Pertolongan itu amat diperlukan, Oleh karena itu wajar kalau  Ia sangat di cintai oleh setiap Orang, atau Manusia di Dunia.... ( SUPERMAN : Hanya sekedar contoh Cerita), ....


Demikian saja semoga postingan ini membawa makna dan memberi manfaat,  semoga Yang kuasa selalu memberkatinya..... Amiin ya robal alamiin******* **



Wednesday, July 25, 2012

Ekstrak Rumput Laut untuk Pengobatan Kanker



Ekstrak rumput laut berpotensi untuk dijadikan obat untuk limfoma, kanker sel darah putih. Demikian hasil studi pendahuluan yang dilakukan tim peneliti di Universitas Hashemit di Yordania. Para peneliti bereksperimen dengan senyawa yang berasal dari rumput laut dan menggunakannya untuk mengobati limfoma sel-B.

"Beberapa bentuk limfoma sel-B resisten terhadap pengobatan standar, dan dengan demikian diperlukan terapi baru," kata Mohammad Irhimeh, asisten profesor hematologi/onkologi dan sel-sel induk di Universitas Hashemit.

Sebelumnya para ilmuwan telah melaporkan bahwa senyawa yang disebut fucoidan, ditemukan dalam rumput laut, untuk membunuh sel tumor pada tikus dan sel tumor pada manusia.


Dalam studi baru ini, Irhimeh dan rekan-rekannya menguji sel-sel limfoma manusia dengan jenis ekstrak rumput laut. Mereka menemukan bahwa ekstrak rumput laut menghambat pertumbuhan sel-sel kanker, tetapi tidak mempengaruhi sel-sel sehat.


Sumber:
TEMPO Interaktif, Yordania
HealthDay News/Ngarto Februana
 http://www.tempo.co/read/news/2010/03/12/107232202/Ekstrak-Rumput-Laut-untuk-Pengobatan-Kanker

Target Produksi Rumput Laut


Tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi rumput laut 5,1 juta ton. Target tersebut seiring keinginan menjadikan Indonesia sebagai produsen utama rumput laut di dunia.

"Pemerintah terus berupaya meningkatan produktivitas kelautan dan perikanan secara terpadu. Salah satunya melalui kebijakan industrialisasi rumput laut," kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Saut P Hutagalung, saat membuka Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Rumput Laut di Takalar dan Jeneponto, Selasa 15 Mei di Hotel Grand Clarion.


Menurut dia, industrialisasi rumput laut penuh hambatan dan tantangan. Salah satunya, kualitas rumput laut yang belum memenuhi standarisasi industri. Karena itu, butuh perhatian penuh. "Kami memilih lima daerah yakni Jeneponto, Takalar (Sulsel), Sumbawa (NTT), Parigi Moutong dan Minahasa Utara (Sulut) sebagai percontohan nasional industrialisasi rumput laut. Diharapkan program industrialisasi itu bisa berjalan mulai dari daerah," kata Saut.

Khusus untuk budi daya rumput laut, potensinya cukup besar untuk dikembangkan. Saut mengatakan, budi daya rumput laut menggunakan modal kerja yang relatif kecil dengan teknologi yang sudah dikuasai serta masa tanam relatif pendek, yaitu 45 hari.  Hal itu, memungkinkan pembudidaya rumput laut meningkatkan pendapatan masyarakat setempat sekaligus menyerap banyak tenaga kerja.

"Potensi budidaya rumput laut sangat besar karena panjang garis pantai Indonesia mencapai 95.000 kilometer, sehingga ke depan komoditas itu, akan menjadi fokus pengembangan," bebernya.

Berdasarkan data KKP, pada 2011 produksi rumput laut Indonesia mencapai 4.305.027 ton. Sebanyak 95.200 ton merupakan produksi rumput laut jenis glacilaria sp kering. Tahun 2011 Indonesia juga telah mengekspor agar-agar (hasil olahan rumput laut) sebesar 1.827 ton dengan nilai total USD12,6 juta.

Menurut Saut, selama ini, rumput laut Indonesia diekspor ke China dan Eropa. Ia mengakui, volume ekspor rumput laut RI masih kecil. Selain itu, industri pengolahan di dalam negeri juga masih kekurangan pasokan. 

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani dan Pengelola Rumput Laut Indonesia (ASPPERLI), Arman Arfah, mengatakan, melalui rencana aksi bersama pengembangan industri rumput laut pada dua lokasi di Takalar dan Jeneponto diharapkan membuka akses ke perbankan.


Menurut Arman, hingga saat ini, persoalan utama rumput laut sulit dikembangkan karena perbankan belum tertarik untuk membiayai pembudidaya rumput laut. Pembudidaya umunya mendapat dana dari para tengkulak atau rentenir.

Meski dengan bunga tinggi, pembudidaya harus bisa menerima. Sebab mereka membutuhkan modal untuk budi daya. "Persoalan pendanaan telah lama dihadapi petani. Para petani rumput laut sulit mendapatkan kredit sebab bank menilai usaha ini tidak feasible dan tidak bankable," bebernya. (aci/upi)


 Sumber:  MAKASSAR, FAJAR 

Saturday, July 21, 2012

Sekilas Tentang Pohon Damar

Damar merupakan salah satu tanaman kayu asli Indonesia yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Damar biasanya dimanfaatkan kayunya karena mempunyai nilai jual yang cukup tinggi, terutama digunakan untuk pertukangan. Pulp dan kayu lapisnya termasuk golongan awet IV dan awet III dengan berat jenis kayunya sekitar  0,49. Nama damar sendiri diambil karena pohon ini memproduksi kopla (getah) atau yang biasa kita sebut dengan “damar”. Getah tersebut biasa digunakan untuk cat, vernis spiritus, plastik, bahan sizing, pelapis tekstil, bahan water proofing, tinta cetak, dan lain sebagainya.

Pohon ini mempunyai ciri-ciri berbatang tinggi tegak dengan daunnya yang hijau sepanjang tahun. Pohon ini juga biasa digunakan sebagai pohon pendeuh karena kerimbunan daun-daunnya. Selain itu juga digunakan sebagai penghias jalan, karena jika pohon damar ditanam berjajar sesuai garis lurus, maka akan terlihat indah dan menarik. Selain manfaat-manfaat tersebut, saat ini pohon damar juga sedang diteliti dalam bidang kesehatan terkait dengan kemampuannya menyembuhkan penyakit Alzheimer.


Tanaman ini cukup mudah untuk dibudidayakan, seperti tanaman-tanaman kayu yang lainnya. Damar dapat tumbuh pada tempat denga ketinggian diatas 400 dpal. Namun beberapa spesies damar juga ada yang dapat tumbuh dibawah ketinggian tersebut. Kondisi tanah yang dibutuhkan relatif subur serta memiliki solum dengan curah hujan rata-rata 3000-4000 mm per tahun. Pohon ini tidak tahan dengan musim panas, jadi hanya tumbuh di tempat yang banyak hujannya seperti di daerah tropis.

Penanamannya biasanya menggunakan model tumpangsari. Saat awal penanaman, pohon damar membutuhkan tanaman peneduh sebagai naungan, biasanya dengan menggunakan tanaman akasia. Bila damar sudah mulai tinggi maka tanaman peneduh tersebut dapat diganti dengan tanaman penyela yang dapat berupa tanaman pangan. Sistem ini sangat dianjurkan, karena pendapatan selama menunggu hingga damar dapat dipanen berasal dari tanaman sela. Tanaman sela disesuaikan dengan rotasi yang ada disekelilingnya. Perawatannya dilakukan bersamaan dengan perawatan tanaman sela.

Jika anda berniat membudidayakan pohon damar, CV MITRA BIBIT meyediakan bibit damar berkualitas. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan bibit silahkan menghubungi contact person yang tersedia 
Untuk anda yg berminat ,
Silahkan Hubungi: CV.MITRA BIBIT

Thursday, July 5, 2012

MENGENAL RUMPUT LAUT


Sahabat semua yang saya Cintai,..Postingan ini saya akan membicarakan Sekilas Rumput Laut, ya sekedar berbagi, semoga ada manfaatnya....
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa  Indonesia memiliki perairan yang sangat luas dan berpotensi besar untuk pengembangan industri perikanan berbasis rumput laut. Pada saat ini pengembangan industri rumput laut masih menjadi salah satu program revitalisasi Kementrian Kelautan dan Perikanan, karena komoditas rumput laut memberikan kontribusi dan penyumbang devisa negara terbesar setelah komoditas udang dan tuna.

Pengembangan industri rumput laut di Indonesia memiliki prospek yang cerah. Hal ini disebabkan karena tehnik pembudidayaan rumput laut yang relatif mudah dikuasai oleh masyarakat,, sehingga usaha tersebut dapat dilakukan secara masal. Disamping itu permintaan terhadap rumput laut dan produk olahannya baik di pasar domestik maupun internasional selalu menunjukkan peningkatan setiap tahunnya.      

Dalam rangka peningkatan nilai tambah serta nilai jualnya, maka pengembangan usaha budidaya rumput laut, harus diikuti dengan pengembangan industri pengolahannya. Pada kegiatan penyuluhan materi perikanan kali ini pengembangan teknologi pengolahan rumput laut menjadi berbagai jenis olahan yang berbasis rumput laut harus dikembangkan selaras dengan perkembangan budidayanya.  . 

Potensi  sumberdaya rumput laut diperairan  Indonesia cukup besar dan kebutuhan akan produk olahannya, baik di dalam maupun diluar negeri cukup tinggi. Sampai saat ini hasil produksi rumput laut sebagian besar di ekspor dalam bentuk kering dan hanya sebagian kecil saja yang diolah menjadi alginat ,karagenan dan agar agar. Selain diekspor dalam bentuk kering, karagenan.alginat dan agar agar, rumput laut juga dapat diolah menjadi berbagai makanan siap saji seperti manisan, dodol, cendol, nata de seaweed, selai, pudding, permen jelly ,dll.
 
Pada Sistim pemberian  Materi Penyuluhan perikanan pengolahan rumput laut merupakan materi yang digunakan oleh penyuluh sebagai pelaku utama dalam menyelenggarakan penyuluhan materi hasil perikanan dan pengolah rumput laut sebagai pelaku usaha dalam mengikuti program penyuluhan pengolahan rumput laut.  
 
Sebenarnya postingan ini kita akan membagi topik sehingga sistimnya dapat dimengerti karena akan berkaitan antara satu dengan lainnya.
Namun disini kita coba dulu untuk memahami tentang Potensi, Distribusi, dan Klasifikasi Rumput laut.
 
 A. Potensi,Distribusi dan Klasifikasi Rumput laut
1 Biologi dan Ekologi Rumput Laut                 
Pertumbuhan dan penyebaran rumput laut sangat tergantung dari faktor faktor oseanografi. (Fisika, kimia dan pergerakan atau dinamika laut), serta jenis substart dasarnya. Untuk pertrumbuhannya rumput laut mengambil nutrisi dari sekitarnya secara difusi melalui dinding thallusnya. Perkembang biakan rumput laut dilakukan dengan dua cara, yaitu secara kawin antara gamet jantan dan gamet betina (generatif) serta secara tidak kawin dengan melalui vegetatif dan konjugatif.          

Beberapa jenis rumput laut di Indonesia yang bernilai ekonomis seperti Eucheuna sp dan Hypnea sp  yang juga disebut carrageenophyte menghasilkan metabolit primer senyawa hidrokoloid yang disebut karagenan, Glacelaria sp dan Gelidium sp  yang juga disebut agarophyte menghasilkan metabolit primer senyawa hidrokoloid yang disebut agar. Sementara Sargassum sp  yang disebut juga alginophyte menghasilkan metabolit primer yang disebut alginat. 
 
2. Wilayah Sebaran Rumput Laut di Indonesia.          
Suatu karunia Allah SWT yang patut disyukuri, bahwa dua pertiga dari wilayah Indonesia berupa laut. Berbagai potensi biota laut terkandung didalamnya, diantaranya adalah algae ( ganggang laut). Gulma laut atau rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut. Istilah "rumput laut" adalah rancu secara botani karena dipakai untuk dua kelompok "tumbuhan" yang berbeda. Yang dimaksud sebagai gulma laut adalah anggota dari kelompok vegetasi yang dikenal sebagai alga("ganggang").           

Sumber daya ini biasanya dapat ditemui di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Gulma laut alam biasanya dapat hidup diatas substrat pasir dan karangmati. Di beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, gulma laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, gulma laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang. Sementara di daerah pantai barat Sumatera, gulma laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera utara dan Aceh/Nanggroe Aceh Darussalam

 Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis gulma laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis gulma laut yang banyak dibudidayakan diantaranya adalah Euchema cottonii   dan Gracilaria spp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya gulma laut ini di antaranya berada di wilayah pesisir KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu,Provinsi Kepulauan Riau, Sulawesi,Maluku Pulau Lombok  dan Papua.         

Wilayah sebaran jenis rumput laut ekonomis penting di Indonesia, tersebar diseluruh kepulauan.Untuk rumput laut yang tumbuh alami ( wild stock) terdapat di hampir seluruh perairan dangkal Laut Indonesia yang mempunyai rataan terumbu karang. Sedangkan sebaran rumput laut komersial  yang dibudidayakan hanya terbatas jenis Eucheuma dan Glacelaria. Jenis Eucheuma dibudidayakan di laut agak jauh dari sumber air tawar, sedang Glacelaria dapat dibudidayakan dilaut dekat dengan muara sungai karena untuk jenis ini salinitas yang sesuai berkisar antara 15 – 25 per mil.  Lokasi budidaya Eucheuma tersebar diperairan pantai di beberapa Kepulauan Riau,Bangka Belitung,Lampug selatan, Pulau Panjang (Banten) Pulau Seribu, Karimun Jawa ( Jawa tengah) Selatan Madura,Nusa dua,Nusa Lembongan dan Nusa Penida (Bali) , Lombok barat,Lombok tengah (Teluk Ekas) Sumbawa,Larantuka Teluk Maoumere, Sumba,Alor,Kupang, P Rote,Sulawesi utara, Gorontalo,Bualemo,Bone Bolango, Samaringa (Sulawesi tengah) Sulawesi tenggara, Jeneponto, Takalar,Selayar, Sinjai dan Pangkep ( Sulawesi selatan); Seram Ambon, dan Aru (Maluku), Biak serta Sorong.Sementara untuk budidaya Glacelaria dalam tambak tersebar luas di daerah daerah serang (Banten) Pantai Utara Jawa  (Bekasi,Karawang,Subang Cirebon,Indramayu Pemalang, Brebes,  dan Tegal). Sebagian pantai utara Jawa timur ( Lamongan dan Sidoarjo) untuk derah di luar pulau Jawa hampir di semua perairan tambak Sulawesi selatan dan Lombok barat serta Sumbawa..  Produksi rumput laut nasional tahun 2010 mencapai 3,082 juta ton, di atas target yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar 2,574 juta ton dan rumput laut sudah menjadi komoditas unggulan dan menjadi penyumbang utama produksi perikanan budidaya. (KKP,2010)  Untuk menopang salah satu produk unggulan ini, maka hal hal yang harus diketahui adalah pengenalan  jenis rumput laut yang ada di Indonesia serta penanganan sampai menjadi produk setengah jadi atau rumput laut kering.

3.  Klasifikasi Rumput Laut Komersial dan Produk Olahannya
a. Euecheuma    
®        Divisio      :   Rhodophyta    
®        Kelas        :   Rhodophyceae    
®        Bangsa     :  Gigartinales    
®        Suku         :   Solierisceae    
®        Marga       :   Euecheuma   
®        Jenis         : E. spinosum dan E cottonii



Gambar 1: E.cottonii                                Gambar 2: E.spinosum


Nama  untuk jenis  ini  nama dagangnya lebih dikenal adalah E ,cottonii , ciri cirinya  Yaitu thalus silindris, permukaan yang licin, cartilageneus    (menyerupai tulang rawan/muda), berwarna hijau terang, hijau olive dan coklat kemerahaan. Percabangan thallus berujung runcing atau tumpul,ditumbui nodulus (tonjolan tonjolan), duri lunak tumpul untuk melindungi gametangia. Percabangan bersifat alternates ( selang seling), tidak beraturan, serta dapat bersifat dichotomus (percabangan dua dua), atau trichotomus (system percabangan tiga tiga).   Habitat rumput laut ini memerlukan sinar matahari untuk proses foto sintesis. Oleh karena itu rumput laut ini hanya hidup didaerah lapisan fotik, yaitu kedalaman sejauh sinar matahari masih dapat menembus kedalaman air. Di alam jenis ini hidup berkumpul dalam satu komunitas atau koloni dan indikator jenisnya  hidup di rataan terumbu karang dangkal sampai kedalaman 6 m, melekat di batu karang atau benda keras lainnya.  Faktor yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan jenis ini yaitu cukup arus deras dengan salinitas (kadar garam) yang stabil yaitu berkisar 28 -34 per mil. Oleh karena itu rumput laut ini baik jika tumbuh jauh dari muara sungai.

b. Hypnea sp      
Divisio      : Rhodophyta    
®        Kelas        : Rhodophyceae    
®        Bangsa     : Gigartinales    
®        Suku         : Hypneaceae    
®        Marga       :  Hypnea    
®        Jenis         : Hypnea sp
 

Gambar 3: Hypnea sp

c. Glacelaria    
®        Divisio      : Rhodophyta
®        Kelas        : Rhodophyceae    
®        Bangsa     : Gigartinales
®        Suku         : Glacelariaeceae    
®        Marga       :  Glacelaria    
®        Jenis         : Glacelaria gigas                        
®        Glacelaria verrucosa                      
®        Glacelaria lichenoides
 

Gbr 4. G. gigas           Gbr 5 :G. verrucosa          Gbr 6:G.lichenoides

 Habitat rumput laut jenis ini pada umumnya dapat hidup sampai 300 – 1000 m dari pantai, salinitas air berkisar 15 – 30 per mil dengan suhu air berkisar antara 20 -28 ◦C kedalaman air 0.5 – 1 m dengan kondisi air jernih sehingga sinar matahari mampu menembus ke dalam air. Oleh karenanya jenis rumput laut ini sebaiknya dekat dengan muara sungai.

d. Gelidium      Divisio      : Rhodophyta   
®        Kelas        : Rhodophyceae    
®        Bangsa     : Gilidiales     S
®        uku         : Gelidiaceace
®        Marga       :  Gelidium     
®        Jenis         : Gelidium sp


Gambar 7:  Gelidium sp

e. Sargassum     Divisio      : Rhodophyta    
®        Kelas        : Phaeophyceae    
®        Bangsa     : Fucales    
®        Suku         : Sargassacaceae   
®        Marga       : Sargassum    
®        Jenis         : Sargassum polyfolium


Gambar 8 : S. Polifolium                      Gambar 9: S. crassifolium

 Rumput laut coklat jenis Sargassum adalah rumput laut yang mempunyai cabang seperti jari, dan merupakan tanaman yang berwarna coklat, berukuran relatif besat, tumbuh dan berkembang pada substrat dasar yang kuat. Bagian tanaman menyerupai semak yang berbentuk simetris bilateral atau radikal serta dilengkapi dengan bagian bagian untuk pertumbuhan ( Atmadja et al, 1996)       
 
Thalus berbentuk silindris atau gepeng percabangannya menyerupai tanaman perdu di darat, daun melebar, lonjong atau seperti pedang, mempunyai gelembung udara ( bladder), umumnya hidup soliter dan panjangnya dapat mencapai 7 m. Rumput laut ini tumbuh di perairan yang terlindung ataupun dapat juga diperairan yang berombak besar pada habitat berkarang, atau pada bongkahan karang  (Kadi dan Atmaja, 1988).  Di perairan Indonesia terdapat 28 spesies yang berasal dari 6 genus.
 

Add caption

Gambar 10. Diagram klasifikasi rumput laut komersial dan produk  Olahannya

  
Untuk diketahui, bahwa
Jenis Rumput laut banyak sekali dan terdiri dari beberapa jenis, Sedangkan untuk jenis rumput laut yang potensial  dan tersebar di  Indonesia  pada umumnya adalah
1.       Sargassum sp,
2.       Hypnea sp,
3.       glacelaria sp,
4.       Eucheuma sp
5.       dan Gelidium sp.

Untuk Glacelaria sp memerlukan pertumbuhan dengan salinitas rendah,sedang untuk eucheuma sp memerlukan salinitas yg tinggi.

Jenis potensial ini tersebar diseluruh perairan Indonesia  .  
 
selanjutnya....anda perlu membaca
  1.  Kandungan gizi dan manfaat rumput laut
  2.  Penanganan rumput laut
  3. Produk rumput laut  dan pemanfaatan industri
  4. Aneka produk dan  olahan rumput laut
Semoga bermanfaat......Terima kasih atas kunjungannya....
 
Sumber Referensi:
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Pengembangan sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Pusat Pengembangan Penyuluhan Perikanan
Materi Penyuluhan Perikanan

KANDUNGAN GIZI DAN MANFAAT RUMPUT LAUT.


 Postingan ini adalah merupakan lanjutan dari Pengenalan Rumput laut, jadi setelah kita mengenal tentang Rumput laut kita akan membahas tentang kandungan yang ada pada Rumput laut.

A. Kandungan Kimia Rumput Laut       
Kandungan rumput laut umumnya adalah mineral esensial (besi, iodin, aluminum, mangan, calsium, nitrogen dapat larut, phosphor, sulfur, khlor. silicon, rubidium, strontium, barium, titanium, cobalt, boron, copper, kalium, dan unsur-unsur lainnya), asam nukleat, asam amino, protein, mineral, trace elements, tepung, gula dan vitamin A, D, C, D E, dan K. 


Kandungan kimia penting lain adalah karbohidrat yang berupa polisakarida seperti agar – agar. Karagenan dan alginat ( Atmadja,1999). Rumput laut yang banyak dimanfaatkan adalah dari jenis ganggang merah karena mengandung selain agar – agar. Karagenan dan alginat , porpiran dan furcelaran. Jenis ganggang coklatpun juga sangat potensial  seperti Sargassum dan Turbinaria karena mengandung pigmen klorofil  a dan c, beta  carotene,  filakoid ,violasantin dan fukosantin, pirenoid dan cadangam makanan berupa laminarin, dinding sel yang terdapat pada selulosa dan algin. Berdasarkan strukturnya karagenan dibagi menjadi tiga jenis yaitu kappa,iota dan lambda karagenan. Karagenan pada ganggang merah merupakan senyawa polisakarida yang tersusun dari D –galaktosa dan L.-galaktosa 3,6 anhidrogalaktosa yang dihubungkan yang dihubungkan  oleh ikatan 1-4 glikosilik.          

Kandungan rumput laut umumnya adalah mineral esensial (besi, iodin, aluminum, mangan, calsium, nitrogen dapat larut, phosphor, sulfur, chlor. silicon, rubidium, strontium, barium, titanium, cobalt, boron, copper, kalium, dan unsur-unsur lainnya), asam nukleat, asam amino, protein, mineral, trace elements, tepung, gula dan vitamin A, D, C, D E, dan K. .Tabel komposisi kimiawi  dari beberapa jenis rumput lau dapat dilihat pada Tabel 1. 

Tabel 1. Komposisi Kimiawi Beberapa Jenis Rumput Laut

Sumber : Yunizal,2004

Penggunaan  jenis rumput laut E.cottonii   tidak hanya terbatas sebagai makanan utama pada industri karagenan, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan makanan, akan tetapi juga sumber gizi yang baik selain itu juga merupakan sumber mineral yang baik.       

Tabel  2 Kandungan mineral  rumput Laut E.cottonii sp.

 Sumber : Istini et al 1989

B. Pemanfaatan Produk Rumput Laut
Hasil olahan di Indonesia  di antaranya berupa  agar, karagenan dan alginat. Yang merupakan hidrokoloid. Dengan beberapa sifat yang dimiliki rumput laut, maka olahan tersebut dapat berfungsi sebagai gelling agent,thinkener, viscosi fiying agent, atau sebagai emulsifying agent. Manfaat rumput laut dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Manfaat Agar, Karagenan dan Alginat

C. Standart Rumput Laut kering       
Untuk mendapatkan nilai jual yang tinggi, persyaratan mutu bahan baku  rumput laut kering atau pun hasil produk dasarnya harus memenuhi standar. Rumput kering yang bagus dan memenuhi standar perdagangan adalah rumput laut yang kandungan benda asingnya seperti pasir,atau batu karang tidak lebih dari 5%. Kandungan airnya sekitar 20-22%. Rumput laut

kering jenis Eucheuma, gelidium, glacelaria,dan hypnea yang akan diekpor harus memenuhi standar mutu sebagai berikut.

Tabel  4 Standar Mutu beberapa jenis rumput laut kering
 

*) Benda Asing,garam,pasir,karang,kayu.dan jenis lain
 **) Benda asing Garam,Pasir,Karang dan Kayu       

2. Standart Agar – agar        
Agar agar bubuk merupakan komoditas yang diekspor  dan beberapa pengusaha sudah mengusahakan  dalam skala industri.Di Indonesia agar agar sudah mulai di produksi pada tahun 1930, dan sekarang beberapa industri pengasil  agar – agar sudah banyak memproduksi, Untuk mengekspor bubuk agar – agar mutu produk harus memenuhi persyaratan untuk bubuk agar agar di Indonesia umumnya menggunakan jenis glacelaria. 

Pada Tabel  5 dapat dilihat standar mutu agar agar. Tabel. 5 Standar Mutu Agar agar
 
Sumber Poncomulyo dkk,2006

Standar Industri Indonesia (SII) untuk karaginan belum dirumuskan. Standar mutu yang ditetapkan FCC (Food Chemical Codex), FDA, dan FAO (Food and Agricultural Organization) meliputi spesifikasi

kadar logam berat Pb, sulfat, air, abu, abu tak larut asam, bahan tak larut asam, dan viskositas larutan. Standar mutu internasional berdasarkan ISO 9002 untuk produk karaginan adalah sebagai berikut 

Tabel  6 Standar Mutu  Karagenan

 Natrium alginat sebagai food grade menurut Cottrell and Kovacs (1977) harus bebas dari selulose dan warnanya sudah dilunturkan, sehingga menjadi putih. Sedangkan untuk yang mutu industrial untuk warna masih diperbolehkan adanya beberapa bagian dari selulose dengan warna coklat sampai mengarah ke putih dengan kisaran pH  3.5 – 10, viskositas  larutan 1% alginat, kadar air  5-20% dengan ukuran partikel 10-200  standar mesh ( Winarno,1990).

Tabel   7. Spesifikasi mutu asam alginat, Natrium alginat dan propilen glikol alginat



 Jadi telah diketahui bahwa Kandungan kimia rumput laut terdiri dari protein, lemak, air dan mineral. Bahan baku yang dibuat untuk produk dasar seperti agar agar, karagenan dan alginat untuk dapat di ekspor harus memenuhi persyaratan.sesuai dengan persyaratan Codex
bersambung ke:
selanjutnya....anda perlu membaca

1.       Penanganan rumput laut





Sumber Referensi:
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Pengembangan sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan
Pusat Pengembangan Penyuluhan Perikanan
Materi Penyuluhan Perikanan