Pages

Saturday, June 15, 2013

Cara Mengatasi Kutu Aphids Pada Cabai

Beberapa hari yang lalu, kami mendapat kiriman beberapa foto tanaman cabai yang terserang hama dari bpk. Riaditya, salah seorang mitra kami di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Beliau bertanya, ”bagaimana cara mengatasi hama kutu kebul pada tanaman cabai?” Namun setelah kami selidiki dari foto-foto yang kami terima, sepertinya hama yang menyerang tanaman cabai pak Riaditya bukanlah kutu kebul, melainkan kutu aphid…
Kutu aphid pada daun cabai, bergerombol di bagian bawah daun.
Gambar 1. Kutu aphid pada daun cabai, bergerombol di bagian bawah daun.
Kutu aphid merupakan serangga super kecil (ukurannya 1/32 sampai 1/8 inci). Walaupun kecil, tapi masih bisa dilihat dengan mata telanjang.  Di bagian mulutnya memiliki tindik penghisap. Mereka menyerang daun cabai (dan banyak tanaman budidaya lainnya) dengan cara menghisap cairan dalam daun, terutama pada daun muda dan pucuk. Mereka juga menyerang jaringan batang tanaman yang lunak, “mencuri” nutrisi di dalamnya.
Berikut ini penampakan lebih jelas dari aphid:
Aphid, kutu pencuri nutrisi tanaman
Gambar 2. Aphid, kutu pencuri nutrisi tanaman
Nah, kalau kutu kebul penampakannya sebagai berikut:
Kutu kebul/kutu putih (Bemisia tabaci)
Gambar 3. Kutu kebul/kutu putih (Bemisia tabaci). Klik artikelnya di sini…
Kutu aphid mengeluarkan zat sekresi lengket, berbau manis, yang mengundang ketertarikan semut-semut. Oleh karena itu jika tanaman cabai Anda dikerubungi semut (terutama di bagian pucuknya), itu bisa jadi pertanda kalau tanaman Anda teserang hama kutu, terutama aphid. Ada hubungan saling menguntungkan antara aphid dan semut (simbiosis mutualisme). Dimana semut memakan zat manis yang disekresikan kutu daun, dan sebagai “balas budi”,  semut melindungi kutu daun dari pemangsa dan parasit. Sungguh indah… :)
Kutu yang sering menggagalkan pembungaan pada cabai ini bukan hanya menyerang tanaman sayuran, melainkan juga banyak jenis tanaman lainnya, seperti tanaman hias/bunga.
zat gula yang disekresikan aphid, mengundang semut-semut untuk datang.
Gambar 2. Zat gula yang disekresikan aphid, mengundang semut-semut untuk datang.
Nampak bahwa semut-semut berkerubung di bagian bawah daun, menghisap gula yang disekresikan aphid.
Gambar 3. Nampak semut-semut berkerubung di bagian bawah daun, menghisap gula yang disekresikan aphid.
Gejala
Gejala serangan aphid hampir mirip dengan serangan tungau, akibat cairan daun yang dihisapnya, menyebabkan daun menjadi melengkung ke atas, keriting (kadang memelintir ke samping), dan belang-belang. Daun seringkali menjadi layu, menguning, dan akhirnya rontok. Berbeda dengan tungau, kutu aphid memiliki kemampuan berkembang biak sangat cepat, karena selain dapat memperbanyak diri dengan perkawinan biasa, hama ini juga mampu bertelur tanpa pembuahan.
Secara umum, serangan aphid menimbulkan sejumlah dampak berikut pada tanaman:
  • daun melengkung ke atas, keriput, atau memelintir
  • daun berbintik-bintik
  • daun menguning, layu, dan rontok
  • pertumbuhan terhambat, tanaman menjadi kerdil
  • tunas dan percabangan tidak berkembang
  • tanaman gagal berbunga, sehingga produktivitas/hasil panen sangat rendah
Dampak dari serangan aphid: pertumbuhan tanaman terhambat (kerdil) dan hasil panen rendah.
Gambar 4. Dampak dari serangan aphid: pertumbuhan tanaman terhambat (kerdil) dan hasil panen rendah.
Seperti yang Sahabat Organik saksikan pada gambar 4 di atas, tanaman mitra kami di Kaltim ini nampak kerdil dan daun keriput, melengkung ke atas. Hal ini disebabkan cairan daun dihisap terus menerus oleh si kutu. Dasar kutu…! :)
Dampak Lebih Jauh
Kerugian yang diakibatkan serangan kutu daun cukup besar, di mana bisa menurunkan hasil panen, walaupun memang jarang menyebabkan tanaman mati. Dampak lainnya, air liur kutu aphid merupakan racun bagi tanaman, di mana tanaman seolah-olah merasakan “sakit”. Barangkali bisa diibaratkan bagaimana kita merasakan gatal dan panas tersengat saat digigit kutu ranjang alias tumbila… hehehe…
Celakanya, aphid bukan sekedar pencuri nutrisi tanaman, melainkan juga sering menjadi vektor/penular penyakit dari ratusan virus tanaman, termasuk virus kuning/gemini. Aphid juga memberi kontribusi terhadap penyebaran penyakit busuk daun (Phytophthora infestans) pada banyak jenis tanaman, misalnya pada kentang.
Kutu aphid menyebarkan penyakit dengan cepat, karena mereka sering berpindah dari satu tanaman ke tanaman lain, terutama di malam hari.
Pengendalian
Aphid memang sering bikin petani kesal, karena mereka sulit disingkirkan. Mau ditinju, tubuh mereka kekecilan… mau ditindes, jumlah mereka terlalu banyak… hehe. Sedangkan penyemprotan dengan pestisida kimia semakin hari semakin tidak efektif, di samping harganya yang terus meroket. Lantas, apa yang mesti kita lakukan?
Ada beberapa kiat (secara perilaku) yang membantu mengurangi intensitas serangan aphid, walaupun mungkin tidak sepenuhnya tuntas.
  • Periksa daun tanaman Anda secara teratur, untuk memastikan tanda-tanda kutu daun. Carilah kelompok kutu yang bergerombol di balik daun, terutama pada pucuk dan daun muda, serta pada daun yang terlihat menggulung dan keriput.
  • Jika populasinya masih sedikit, tindes saja kutu daun dengan tangan (gunakan sarung tangan).
  • Bisa juga menyemprotkan air bertekanan tinggi ke tanaman, sehingga dapat mencuci dan melemparkan aphid, namun cara ini tidak efektif diterapkan di ladang pertanian.
  • Jika memungkinkan, jangan menanam tanaman yang dapat menarik semut di lahan budidaya Anda, seperti melon, rambutan, dll. Seperti telah dijelaskan, semut akan memakan pemangsa aphid. Nah, dengan demikian populasi aphid bisa tak terkendali jika pemangsanya musnah.
  • Ada beberapa jenis serangga yang bisa kita manfaatkan untuk memangsa aphid, seperti kepik atau lacewings hijau. Di beberapa negara, serangga-serangga ini dapat dibeli dari toko taman atau secara online. (Baca artikelnya di sini)
  • Aphid juga bisa “ditangkap” dengan menempatkan perangkap lengket berwarna kuning di dekat tanaman budidaya Anda, namun sayangnya cara ini bisa menarik lalat buah datang (dari jauh) yang justru bisa mengancam buah cabai Anda.
  • Jaga lahan Anda bersih, bersihkan gulma secara rutin, gunting daun-daun dan ranting-ranting ranting cabai Anda yang terlalu rimbun atau rusak.
  • Gunakan mulsa perak untuk menutup bedengan Anda. Diketahui bahwa plastik mulsa perak dapat menekan populasi hama kutu selama bulan-bulan pertama.
  • Karena perilaku kutu aphid yang terus menerus menghisap cairan nutrisi pada tanaman, maka cukup realistis jika kita “mengganti” nutrisi tersebut dengan menyuplai tanaman dengan pemupukan berbahan organik secara intens.
Pengendalian dengan Insektisida Organik
Seperti disebutkan di atas, pengendalian berbasis perilaku/budaya mungkin tidak sepenuhnya menuntaskan serangan aphid di lahan budidaya Anda. Oleh karena itu diperlukan solusi lain yang lebih praktis dan “beraksi cepat”. Dalam hal ini, kami sarankan bahwa Sahabat Organik untuk menggunakan insektisida berbasis organik, bisa dengan membelinya di toko-toko pertanian terdekat atau secara online. Kami, Bumi Makmur Walatra sendiri mengeluarkan produk insektisida organik yang sudah banyak dipakai oleh petani-petani cabai di berbagai daerah di Indonesia

Wednesday, June 12, 2013

TIPS PENANGKARAN BURUNG ANIS KEMBANG

TIPS PENANGKARAN BURUNG ANIS KEMBANG.Menangkar burung anis kembang bisa menjadi lahan usaha yang ekonomis, selain mudah didapat burung anis kembang juga sangat mudah dalam perawatannya. Menangkar burung anis kembang ini menjadi pilihan yang tepat bagi kicaumania kita yang ingin belajar menangkarkan burung dari jenis anis / punglor ini.

TIPS PENANGKARAN BURUNG ANIS KEMBANG

Artikel berikut mengulas mengenai bagaimana menangkarkan burung anis kembang dengan cara yang sederhana, selamat menyimak

Pemilihan indukan
Sebelum memulai penangkaran sebaiknya pilih indukan dengan kriteria sebagai berikut:

Untuk anis kembang Jantan

  • Pilih burung anis kembang jantan yang sudah cukup umur dengan perkiraan sudah melewati 3 kali masa mabungnya dan juga burung dalam kondisi gacor dan ngeroll.
  • Pilih burung yang sehat ,mulus dan tidak cacat.
  • Pilih burung yang berkualitas baik jika anda ingin anakannya memiliki turunan yang bagus, bisa dilihat dari bentuk fisik tubuhnya yang panjang dan langsing (lencir) serta gaya berdirinya yang tegak.

Untuk Anis kembang Betina


  • Pilih Betina yang sudah cukup umur atau sudah melewati 2x masa mabung
  • Pilh betina yang sehat, mulus dan tidak cacat
  • Pilih betina yang sudah birahi atau ngeper jika ditempel atau mendengar suara burung jantan
  • Untuk pemula sebaiknya menyiapkan beberapa ekor indukan betina untuk persiapan jika burung terebut tidak berjodoh dengan indukan jantan yang kita miliki.

Setelah mendapatkan burung yang kita inginkan dengan kriteria diatas, waktunya penjodohan :


Tempelkan kandang yang berisi burung jantan dan burung betina
Tahapan ini adalah tahapan awal perkenalan, agar jantan dan betina bisa saling mengenal. proses ini biasanya memakan waktu 1 hari - 1 minggu tergantung ketertarikan kedua indukan.

Mandi bersama

Setelah jantan dan betina saling berjodoh biasanya tanda tandanya adalah burung jantan akan memainkan makanannya dengan membawa bawa makanannya di paruhnya (dicapit) dengan berusaha memanggil si betina untuk mau disuapi selain itu tanda lainnya adalah tidur dengan jarak yang berdekatan atau rendengan. Jika semua hal itu sudah kita lihat, sudah waktunya kita berikan kesempatan buat burung untuk mandi bersama dalam karamba mandinya. selama mandi itulah bisa kita perhatikan tingkah laku kedua burung tersebut, jika terjadi perkelahian segera pisahkan dan mulai mengulangi proses penjodohan ini dari awal kembali.

Disatukan dalam 1 kandang

Jika setelah beberapa hari burung mau mandi bersama dan terlihat akur, sekarang waktunya memasukan kedua indukan ini kedalam kandang penangkarannya. bisa dicoba dengan menggunakan kandang harian yang luas sambil menempatkan tempat sarang yang bisa terbuat dari anyaman rotan / bambu atau bahkan batok kelapa.

Jangan lupa pula untuk meletakan bahan bahan membuat sarangnya seperti sabut kelapa, serat nanas, jerami dan daun cemara kering.

jika burung terlihat akur dan burung jantan terlihat sibuk membuat sarang sambil terlihat merayu betina dan mencoba menyuapinya maka pada proses ini bisa diteruskan dengan tetap menggunakan kandang harian tersebut sebagai kandang penangkarannya atau memindahkannya ke kandang penangkaran permanen.

Salam kicau dan semoga bermanfaat.

Tuesday, June 11, 2013

Sistim Operasi penangkapan ikan dengan Pole and line


Pole anda Line adalah salah satu dari jenis alat penangkapan Ikan laut yang biasa dilakukan oleh para Nelayan pada daerah tertentu yaitu yang memiliki potensi Jenis Ikan pelagis atau ikan permukaan yang cukup besar dan memiliki nilai ekonomis tingggi seperti Ikan cakalang.

Alat tangkap Pole and line ini memiliki konsturksi yang  sangat sederhana terdiri dari joran, tali pancing dan mata pancing, khusus untuk mata pancing  yang tidak seperti mata pancing pada umumnya yaitu mata pancing yang tidak berkait balik, hal ini bertujuan jika ikan yang tertangkap dengan pole and line akan mudah lepas atau terlepas dari mata pancing. Mata pancing  yang digunakan ini juga berfungsi sebagai umpan tiruan  yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai ikan umpan yang dikaitkan pada mata pancing.  Joran adalah sebagai pemegang tali pancing umumnya terbuat dari bahan bambu berwarna kuning atau saat ini banyak yang terbuat dari bahan fibre dan plastik.


Keberhasilan dalam penangkapan ikan tergantung dari umpan hidup yang digunakan dan ketrampilan para awak kapal, Umpan hidup yang digunakan dengan cara dilemparkan kearah gerombolan ikan  cakalang  setelah berdekatan dengan kapal yang digunakan. Biasanya untuk mendapatkan  umpan hidup diperoleh dari nelayan bagan tancap dengan jenis ikan teri atau puri dan tembang.


Pada umumnya kapal yang digunakan untuk menangkap ikan  dengan alat tangkap pole and line  ini dilengkapi denga bak atau tempat umpan hidup agar umpan hidup tersebut dapat deipertahankan hidup hingga waktu penggunaannya di daerah penangkapan ikan. Dalam melakukan Usaha Penangkapan dengan menggunakan Kapal penangkapan tersebut dilengkapi dengan pipa -pipa yang terpasang di sepanjang lambung kapal khususnya di bagian haluan, jika ikan cakalang sudah berada didekat kapal untuk ditangkap dengan pancing pole and line, air semprotan dilakukan melalui pipa tersebut kearah gerombolan ikan yang berada dekat kapal.

Agar dapat mempertahankan gerombolan ikan cakalang tetap berada di sekitar kapal maka perlu dihindari adanya tetesan darah dari ikan cakalang yang tertangkap, oleh karena itu jika ikan sudah terkait di mata pancing sesegera mungkin diangkat ke atas kapal melalui atas kepala para pemancing. Jadi sebelum di lakukan operasi penangkapan dengan pemancingan, pertama-tama ditemuakan gerombolan ikan yang menjadi tujuan tangkap pole and line.

Untuk anda yang ingin mengetahui lebih jelas silahkan baca deskripsi alat tangkap Pole and Line sebagai berikut :

  1. Joran (galah) terbuat dari bambu (umumnya berwarna kuning) yang cukup tua dan tingkat elastisitas yang baik. Panjang joran berkisar 2 - 2,5 meter dengan diameter bagian pangkal 3 - 4 cm dan bagian unjuk berkisar 1 -1,5 cm.
  2. Tali Utarna (main line) terbuat dari bahan sintetis polyethilene dengan panjang sekitar 1,5 - 2 meter disesuaikan dengan panjang jorannya, cara pemancingan, tinggi haluan kapal dan jarak penyemprotan air. Diameter tali 0,5 cm dan nomor tali adalah no. 7.
  3. Tali Sekunder terbuat dari bahan monopilament berupa tali berwarna putih sebagai pengganti kawa baja (wire leader) dengan panjang, berkisar 20 cm.
  4. Mata Dancing (hook) yang tidak berkait batik. Mata pancing yang digunakan bernomor 2,5 - 2,8 . pada bagian atas mata pancing terdapat timah berbentuk Blinder dengan panjang sekitar 2 cm dan berdiameter 8 mm serta dilapisi nikel agar tertihat lebih mengkilap.

Sisi luar sunder terdapat cincin untuk mengikat tali sekunder, dibagian mata pancing dilapisi guntingan tali rapia berwarna berbentuk rumbai-rumbai yang berfungsi sebagai umpan tiruan.

Pengoperasian atat tangkap Pole and Line bisa dilakukan dekat rumpon, sementara pemancing sudah bersiap disudut kiri kanan pada haluan kapal (cara mendekati ikan harus dari sisi kiri dan kanan bukan dari arah belakang), untuk itu mari sejenak kita lihat bagaimana para Taruna praktek melakukan kegiatan operasi penangkapan Ikan dengan menggunakan alat tangkap pole and line.
Taruna STP praktek dengan alat tangkap pole and line

pada prinsipnya Pada saat jarak jangkau, umpan dilemparkan yang kemudian ikan dituntun ke arah haluan kapal. Pelemparan umpan dilakukan secepat mungkin sehingga gerakan ikan dapat mengikuti gerakkan umpan menuju haluan kapal. Jangan lupa juga mesin penyemprot sudah difungsikan agar ikan tetap berada di dekat kapal. Waktu pemancingan tidak perlu dilakukan pelepasan ikan dari mata pancing, karena saat joran disentuhkan ikan akan jatuh ke atas kapal dan terLepas dengan sendirinya dari mata pancing.

Berdasarkan pengalaman dan keahlian, pemancing dikelompokan ke dalam 3 (tiga) kelas pemancing. Pemancing kelas I sebagai pemancing berpengalaman ditempatkan dihaluan kapal, pemancing kelas II di samping kapal dekat dengan haluan sedangkan pemancing kelas III ke samping kapal agak jauh dari haluan. Untuk memudahkan pemancingan maka pada kapal Pole and Line dikenaL adanva "flyinq deck" atau tempat pemancingan.

Jenis-jenis ikan yang merupakan hasil tangkapan utama dari aLat tangkap Pole and Line ini diantaranya ; Ikan Tuna, Cakalang dan Ikan Tongkol.

untuk lebih jelasnya mari kita lihat kenmbali bagaimana yang biasa dilakukan dari beberapa nelayan berpengalaman yang sudah biasa menggunakan alat tangkap pole and line.





Pole and Line Fishery in the maldies



Pole and line Fishing Action




Bagi anda yang ingin mengetahu teknologi penangkan ikan dengan alat tangkap pole and line Secara mendetail dan lengkap silahkan kunjungi DISINI Atau KLIK Disini


Demikian sampai disini dulu untuk menambah pengetahuan dan wawasan, semoga bermanfaat
Terima kasih atas kunjungannya



Sumber Informasi:

KKP.SDMKP,PPP

Thursday, June 6, 2013

KKP TERBITKAN KEPMEN PENANGGULANGAN IUU FISHING



Kegiatan perikanan tangkap dunia terus mengalami peningkatan sangat pesat. Akibatnya, gejala overfishing di beberapa bagian perairan dunia mulai terlihat. Fenomena ini juga diikuti dengan meningkatnya praktek Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing yang mengancam kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya.
Kondisi ini mendorong negara-negara anggota Food and Agriculture Organization (FAO) merumuskan acuan yang dapat diterapkan oleh negara-negara di dunia tentang pengelolaan dan pembangunan perikanan yang tertib, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Diantaranya melalui The Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) yang disepakati pada tahun 1995.
Sayangnya, dalam perkembangannya implementasi CCRF dinilai belum cukup sebagai instrumen dalam pengelolaan sumber daya perikanan termasuk pencegahan dan penanggulangan IUU Fishing. Oleh karena itu negara-negara anggota FAO telah merumuskan dan menyepakati aksi internasional untuk memerangi IUU Fishing yang dituangkan dalam International Plan of Action to Prevent, Deter and Eliminate IUU Fishing (IPOA-IUU Fishing) pada tahun 2001. IPOA-IUU Fishing merupakan rencana aksi global dalam rangka mencegah kerusakan sumber daya perikanan dan membangun kembali sumber daya perikanan yang telah atau hampir punah, sehingga kebutuhan pangan yang bersumber dari perikanan bagi generasi saat ini dan yang akan datang tetap dapat terjamin ketersediaannya. IPOA-IUU Fishing tersebut harus ditindaklanjuti oleh setiap negara, termasuk Indonesia dengan menyusun rencana aksi pencegahan dan penanggulangan IUU Fishing di tingkat nasional.

Menurut Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Syahrin Abdurrahman, sebagai salah satu unit kerja di lingkungan KKP, PSDKP telah melakukan inisiasi penyusunan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan IUU Fishing, yang pada tanggal 27 Desember 2012 telah ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, sebagai Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP/50/MEN/2012 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan IUU Fishing Tahun 2012-2016.  “Keputusan Menteri KP ini dimaksudkan sebagai acuan bagi setiap unit organisasi di lingkungan KKP dalam upaya mencegah dan menanggulangi kegiatan IUU Fishing sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, dan sebagai bahan koordinasi untuk mencegah dan menanggulangi kegiatan IUU Fishing dengan kementerian/instansi lain yang terkait,” katanya.

Syahrin menjelaskan, adapun tujuannya adalah untuk mendukung pengelolaan dan pembangunan perikanan yang tertib, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Beberapa hal yang tertuang dalam Kepmen tersebut, antara lain dirumuskan tentang upaya pencegahan IUU Fishing di Indonesia dilakukan dengan pengendalian pengelolaan penangkapan ikan melalui mekanisme perizinan, pengawasan perikanan, dan ditindaklanjuti dengan penegakan hukum. “Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama dan koordinasi antar instansi pemerintah yang mempunyai kewenangan di laut, yaitu Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, TNI-AL, dan Polisi Perairan,” jelasnya.

Menurut Syahrin, ada beberapa upaya penanggulangan IUU Fishing di Indonesia. Diantaranya, dilakukan dengan mengadopsi atau meratifikasi peraturan internasional. Selain itu, pemerintah melakukan review dan penyesuaian legislasi nasional jika diperlukan. Upaya lain, KKP merekrut Pengawas Perikanan dan PPNS serta melakukan pengembangan kapasitas. Untuk tingkat internasional, KKP juga telah berpartisipasi aktif dalam RFMO dan organisasi perikanan internasional lainnya serta berperan aktif dalam RPOA-IUU Fishing. Baik dengan mengimplementasikan MCS melalui VMS, observer, log book dan pemeriksaan di pelabuhan serta membentuk dan mengembangkan kapasitas UPT Pengawasan SDKP di daerah. Upaya lain adalah menyediakan infrastruktur pengawasan, seperti kapal pengawas dan speedboat pengawasan. “Disamping itu, KKP telah meningkatkan kapasitas Pokmaswas, membentuk Pengadilan Perikanan, serta mengintensifkan operasi pengawasan dan melakukan patroli bersama atau terkoordinasi,” jelasnya.

-- 

Pusat Data Statistik dan Informasi
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Gedung Mina Bahari I lantai 3A
JL. Medan Merdeka Timur No.16
Jakarta Pusat 10110
Telp. (021) 3519070 ext. 7440
Fax. (021) 3519133
Sumber: KKP
 http://www.kkp.go.id/index.php

Wednesday, June 5, 2013

ANEKA MANFAAT SAYUR BROKOLI

Selain enak dan lezat dimakan, brokoli sejak lama sudah dikenal sebagai sayuran yang berkhasiat. Bahkan, sudah menjadi rahasia umum bahwa brokoli mengandung sebuah senyawa bernama sulforaphane, yang diyakini berkhasiat untuk melawan kanker. Apakah hanya itu saja manfaat brokoli? Tentu tidak!

Tanaman brokoli konon berasal dari daerah Mediterania. Asal tahu saja, sejak zaman Yunani kuno, tanaman ini sudah dibudidayakan. Brokoli masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970-an. Saat ini, dengan mudah kita bisa membeli brokoli bahkan di pasar tradisional sekali pun.

Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau. Kepala bunga tersebut tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar dikelilingi dedaunan. Bentuk brokoli sendiri mirip dengan kembang kol, namun berbeda warna — brokoli hijau dan kembang kol putih.

Sebagai makanan, brokoli biasanya direbus atau dikukus. Dapat pula dimakan mentah jika mau. Di dalamnya banyak terkandung vitamin C dan serat makanan. Ia juga mengandung senyawa glukorafanin yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Namun tidak hanya kanker yang bisa diberantas oleh brokoli. Berdasar hasil penelitian, kandungan yang terdapat dalam sayuran berbentuk pohon beringin kecil ini berpotensi mengobati sejenis penyakit kulit. Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang, sebagaimana sulforafana, ditengarai memiliki aktivitas antikanker.Selengkapnya, berikut ini kandungan senyawa yang terdapat pada brokoli: air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, vitamin (A, C, E, tiamin, riboflavin, nikotinamide), kalsium, betakaroten, dan glutation. Selain itu, brokoli mengandung sulforafan dan iberin yang merangsang pembentukan glutation.

Walau sudah cukup lama diyakini dapat membantu jantung tetap sehat, namun khasiat brokoli yang lain secara medis baru belakangan ini diketahui. Beberapa manfaat sayuran brokoli bagi kesehatan tubuh di antaranya:

  • Mencegah gangguan pernafasan
  • Meningkatkan daya kerja otak
  • Mengatur tingkat gula darah
  • Menetralkan zat penyebab kanker
  • Melindungi sistem kekebalan tubuh
  • Meningkatkan kecantikan kulit

Tuesday, June 4, 2013

GAMBAR TANAMAN BUAH JAMBLANG

GAMBAR TANAMAN BUAH JAMBLANG
Sekilas mengenai buah jamblang, buah ini merupakan buah yang tergolong buah jambu, namun memiliki rasa yang sepat masam. Buah ini juga kayak akan Vitamin A dan Vitamin C loh. Berikut beberapa fotonya, kalau tertarik untuk mendownload tinggal klik kanan, save image as pada masing-masing gambar Buah Jamblang.
Foto Buah Jamblang

Gambar Buah Jamblang

Buah Jamblang

Gambar Buah Jamblang Sepat Masam




Foto Buah Jamblang Sepat Masam

Sunday, June 2, 2013

GAMBAR TANAMAN JAGUNG

Jagung (Zea mays L.) termasuk kedalam familia Poaceae (Gramineae).Tanaman berumpun, tegak, tinggi lebih kurang 1,5 meter. Batang bulat, masif, tidak bercabang, warna kuning atau jingga. Daun tunggal, berpelepah, bulat panjang, ujung runcing, tepi rata, panjang 35-100 cm, lebar 3-12 cm, warna hijau. Bunga majemuk, berumah satu, bunga jantan dan betina bentuk bulir, di ujung batang dan di ketiak daun, warna putih. Buah berbentuk tongkol, panjang 8-20 cm, warna hijau kekuningan.