Pages

Thursday, July 5, 2012

ANEKA PRODUK DAN OLAHAN RUMPUT LAUT

setelah kita mengetahui tentang Produk dan pemenfaatan Industri Rumput laut sekarang kita akan bahas tentang Aneka produk dan Olahan Rumput laut

A. PRODUK RUMPUT LAUT
1.Alginat
Alginat pertama kali di ekstrak dari rumput laut jenis Laminaria  oleh seorang ahli kimia Inggris ECC .Stanford pada tahun 1883, kemudian ekstraksi alginat dikembangkan  dengan tujuan untuk memperbaiki mutu alginat yang dihasilkan.  Rendemen alginat yang dihasilkan dari rumput laut tergantung dari jenis rumput laut coklat, kondisi tempat tumbuhnya dan iklim serta intensitas cahaya, besar kecilnya arus, umur dan juga penanganan pada pra panen , proses pasca panen.     


Sebelum proses ekstraksi alginat rumput laut coklat yang telah dikeringkan dilakukan perlakuan pendahuluan, tujuannya untuk menentukan mutu akhir alginat yang dihasilkan yaitu perendaman dalam air,dilanjutkan dalam asam atau CaCL2 dan atau pada larutan formaldehid. 

2. Proses Pembuatan Alginat  
a. Pembersihan         
Sebelum diolah rumput laut dibersihkan dari kotoran, seperti pasir,batu karang dll.Pencucian dilakukan dengan cara menyemprotkan air ke rumput laut. Direndam selama 24 jam dengan air bersih, hingga lunak.

b. Perendaman        
Tahapan selanjutnya rumput laut dapat digunakan sebagai bahan baku alginate. Untuk menghilangkan kotoran yang larut dalam alkali, rumput laut direndam dalam larutan HCL 0.1 - 0.5% Tujuan perendaman dalam air untuk mengembalikan kondisi rumput laut seperti pada kondisi awal / segar, lunak sehingga mempermudah proses ekstraksi serta melarutkan zat yang terkandung dalam rumput laut seperti laminari, manitol,zat warna serta garam garam lain  (KCL


Gambar 16 perendaman Rumput laut Coklat sebelum diekstrak


c. Ekstraksi/perebusan
Rumput laut yang sudah diasamkan ( asam Alginat) dicuci dengan menggunakan air panas 45◦C selama 30 – 60 menit.Setelah itu rumput laut di potong – potong dan diaktrak dengan larutan Na2CO3 12- 13%  pada suhu 60 – 70 ◦C.Tujuannya untuk mempermudah pemisahan  larutan alginat dengan residu, ditambah air sebanyak 4 kali volume larutan 


 Gamba 17 Ekstraksi/Perebusan rumput laut coklat dalam larutan   basa


d. Penyaringan        
Larutan alginat dipisahkan dengan menggunakan floating tank untuk memisahkan kotoran yang terikut dengan larutan alginat



Gambar 18 Penyaringan


e. Pemutihan/Pemucatan        
Setelah bebas dari kotoran, larutan alginat diputihkan dengan menambahkan  larutan  NaOH  12%  sebanyak  1/10  volume larutan  alginat.



Gambar  19 Pemutihan/Pemucatan

f. Pengendapan asam alginat       
Tahapan selanjutnya adalah pengendapan dengan menambahkan laruta asam sulfat (H2SO4) 10% sebanyak 1/10 volume laruitan alginat dan dimasukkan bersama sama ke dalam tangki koagulasi/pengendapan, gel asam alginat dipisahkan dari larutan dengan cara filtrasi atau pemisah centrifugal.



 Gambar 20   Pengendapan Asam alginat

g. Pengendapan Natrium alginat         
Natrium alginat mengendap pada konsentrasi alcohol diatas 30%  yaitu 40% dengan cara diaduk pelan pelan dan didiamkan hingga mengendap sempurna. Asam alginat diubah menjadi natrium alginat dengan menambahkan NaCO3 dan metil alcohol.Garam alginat yang terbentuk dipisahkan dari larutan dengan cara disaring



Gambar 21 Pengendapan Natrium Alginat

h. Pengeringan dan Penepungan      
Garam alginat yang sudah dipisahkan dikeringkan diatas para – para dan selanjutnya dihaluskan sampai menjadi bubuk dengan ukuran 80 m- 100 mesh 

 

 Gambar  24  Skema pengolahan Na Alginat (yunisal,1999)


2. Pengolahan ATC a. Alkali Treated Carragenan (ATC)         
Proses pengolahan rumput laut menjadi ATC pada prinsipnya adalah sangat sederhana, yaitu dengan merebusnya dalam larutan KOH pada suhu 85oC selama 2-3 jam. Kemudian rumput laut dinetralisasi melalui pencucian, dipotong-potong dan dikeringkan sehingga diperoleh ATC Cottonii yang berbentuk kepingan (Chips). Perebusan rumput laut dalam larutan alkali dimaksudkan untuk meningkatkan titik leleh karaginan di atas suhu pemasaknya, sehingga tidak larut menjadi pasta. Selain digunakan sebagai bahan baku pengolahan karaginan murni, ATC juga diproses lebih lanjut sebagai bahan pengikat dan penstabil dalam industry makanan ternak untuk pasaran Eropa, Amerika dan Asia Pasifik.


b. Prosedur :
1.       Rumput laut dicuci terlebih dahulu sampai bersih.
2.       Setelah itu lakukan perebusan dalam larutan KOH 6-8% yang telah dipanaskan terlebih dahulu hingga suhu 80-85oC, selama 2-3 jam. Jika konsentrasi KOH yg digunakan 6%, maka lama perebusan 3 jam atau jika konsentrasi KOH yang digunakan 8%, maka lama perebusan 2 jam.  Volume larutan KOH yang digunakan sebagai perebus sebanyak 3-4 kali berat rumput laut kering. Selama perebusan rumput laut diaduk-aduk sehingga pemanasan merata. 

3.       Selanjutnya rumput laut direndam dan dicuci berulang-ulang sampai sampai air pencuci netral (pH 7). Larutan KOH bekas rebusan rumput laut dapat digunakan kembali sebanyak 3-4 kali, tetapi konsentrasinya harus diukur kembali. 

4.       Rumput laut kemudian dipotong-potong sepanjang 4-5 cm, kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari selama 2-3 hari, sehingga diperoleh ATC dalam bentuk kepingan (chips).

5.       Produk akhir yang diperoleh kemudian digiling dan disaring menjadi tepung ATC yang berukuran 40-60 mesh. 

3. Karaginan (Skala Rumah Tangga)
a. Karaginan         
Karagenan adalah senyawa hidrokoloid yang merupakan senyawa polisakarida frantai panjang yang diekstrak dari jenis rumput laut kaginofit, contohnya E.cottonii sp,Hypnea sp.         

Derajad kekentalan karagenan dipengaruhi oleh konsentrasi, temperature dan molekul lain yang larut dalam campuran tersebut.       

b. Prosedur :
  1. Rumput laut direndam dalam air tawar selama 12-24 jam, kemudian dibilas dan ditiriskan.
  2. Setelah bersih rumput laut direbus dalam air dengan perbandingan rumput laut dengan air 1:15, suhu 120oC selama 15 menit. Perebusan memakai pres cooker. Selanjutnya dilakukan perebusan lagi tanpa tekanan pada suhu 100oC selama 2-3 jam.
  3. Rumput laut yang lunak dihancurkan dengan blender dan ditambahkan air panas (90oC) dengan perbandingannya 1:30. Hasilnya disaring dengan dengan kain kasa halus.
  4. Filtrat diendapkan dengan menambahkan metal alkohol dengan perbandingan 2.5:1, bisa juga dengan menambahkan alkohol 90%, atau membekukannya pada suhu -10oC – 6oC selama 24 – 48 jam.
  5. Endapan yang bercampur alkohol disaring dengan kain kasa. Hasil saringan ini masih berupa karaginan basah. Filtrat yang beku perlu dicairkan dahulu untuk selanjutnya disaring lagi.
  6. Karaginan basah dikeringkan selama 3-4 hari. Tepung karaginanan dapat diperoleh setelah proses penggilingan.  

4. Semi Carragenan Refined (SCR)
 a.  Diskripsi Semi Carragenan Refined         
Semi refined carrageenan (SRC) merupakan produk intermediate untuk mendapatkan karagenan dengan mutu yang lebih baik. Rumput laut yang digunakan adalah rumput laut jenis Eucheuma sp segar yang baru dipanen.  Untuk mendapatkan kandungan karagenan yang maksimum sebaiknya rumput laut dipanen tepat 42 hari setelah budidaya.

bahan : Eucheuma cottonii  sp segar, KOH b.
Prosedur  Pengolahan
1.       Pencucian
Rumput laut Rumput  laut yang baru dipanen dicuci bersih untuk menghilangkan garam dan kotoran lainnya.

2.       Perebusan
Perbusan RL dalam larutan KOH 6-8% yang telah dipanaskan lebih dulu sampai mencapai suhu 80-85oC, selama 2-3 jam.  Untuk konsentrasi KOH 6% waktu perebusan yang diperlukan adalah 2 jam.  Volume larutan KOH yang digunakan untuk perebusan adalah 3-4 kali berat rumput laut kering.  Selama perebusan dilakukan pengadukan agar panas merata.

3.       Pencucian
Setelah perebusan dilakukan pencucian berulang-ulang sampai air pencuci netral (pH 7).  Larutan KOH bekas perebusan dapat digunakan kembali sebanyak 3-4 kali dengan konsentrasi yang diukur kembali.

4.       Pemotongan
Rumput laut yang sudah bersih dan netral dipotong-potong dengan ukuran 2-5 cm.

5.       Pengeringan
Potongan rumput laut kemudian dijemur dibawah sinar matahari selama 2-3 hari atau menggunakan mesin pengering.

6.       Pengemasan
Rumput laut dalam bentuk chips tersebut kemudian dikemas dalam kemasan plastik jenis PE ketebalan 0.3 mm.


5 .Agar agar  
a. Agar agar rumput laut         
Pengolahan rumput laut menjadi bahan baku sudah banyak dilakukan petani, akan tetapi hanya terbatas sampai rumput laut kering. Pengolahan agar agar dari rumput laut merupakan alternatif untuk pengembangan usaha para petani.               

Agar agar merupakan senyawa ester asam sulfat dari senyawa galaktan yang tidak larut dalam air dingin,tetapi larut dalam air  panasdengan membentuk gel. Pada umumnya agar agar ini dibuat dari bahan baku Glacelaria sp .

b. Pengolahan agar agar rumput laut        
1,Perendaman dan pencucian          
Rumput laut yang telah mengalami proses pencucian awal ,dicuci ulang sampai bersih, selanjutnya rumput laut direndam dalam kaporit 0.25% selama 4-6 jam sambil diaduk hingga diperoleh rumput laut yang putih dan bersih. Setelah putih, rumput laut direndam selama 3 – 4 jam dengan menggunakan air tawar.         

2.Penambahan asam cuka dan asam sulfat encer 
Rumput laut ditempatkan dalam wadah, kemudian ditambah dengan asam sulfat encer dan asam cuka diaduk selama 15 menit atau sampai betul betul lunak. Selanjutnya pencucian ulang sampai bau bahan kimia hilang.         

3. Perebusan
Hasil rendaman dengan sulfat, selanjutnya ditambah air dengan perbandingan 1 : 50 ,dimasak dengan suhu 90 -100◦C dengan pH 5 – 6, Tingkat keasaman diatur dengan menambahkan asam cuka 0.5%. Fungsi asam cuka untuk memperoleh tekstur molekul yang konsisten dan sebagai stabilizer. Pemasakan dilakukan selama 4 – 8 jam sambil diaduk hingga rata. Hingga rumput laut menjadi bubur encer.           

4. Penyaringan               
Bubur rumput laut encer disaring , untuk memisahkan antara residu dan larutan.Filtrat didinginkan sampai membeku           

5.Pengepresan               
Agar agar yang sudah beku dipotong dengan ketebalan 1 cm, potongan agar agar ditumpuk kemudian di bagian atas diberi pemberat dan didiamkan selama 24 jam sampai terjadi terjadi lembaran tipis selanjutnya dijemur sampai kering.


Gambar  25, Lembaran agar agar kering

6. Penepungan             
Lembaran lembaran agar agar dihaluskan hingga menjadi  tepung.




6. Dodol Rumput Laut  
a. Diskripsi Dodol           
Makanan atau jajanan yang dibuat dr rumput laut  dan tepung ketan, santan kelapa, dan gula merah, kadang-kadang dicampur buah-buahan, spt durian, sirsak dibungkus daun (jagung), kertas.

BAHAN:
Eucheuma cottonii  100  % 
Tepung ketan  5  %
Gula pasir   30  %
Garam          0,2  %
Vanili    0,2  %
Pewarna   0,01 %
Air    200  %

b.Cara Pengolahan:
1. Eucheuma cottonii kering direndam dalam air bersih selama 24-48 jam kemudian ditimbang.


Gambar 27 Perendaman rumput Laut 

2. Pemotonganl rumput laut  dan pemblenderan diblender



Gambar 28   Pemotongan dan pemblenderan

3. Rumput laut yang sudah di haluskan kemudian dimasak dalam air mendidih, diaduk sampai mengental/menjendal.


Gambar  29 ..Pengadukan

4. Penambahan bahan-bahan lain dan aduk sampai menjendal/tidak lengkat bila ditekan dengan jari


Gambar 30 Dodol rumput laut

5. Setelah masak  adonan dituangkan ke dalam cetakan/Loyang dan dinginkan sampai menjendal.
6. Potong-potong ukuran 3x2x1 cm, kemudian keringkan dengan oven 60-70oC (24-48 jam).
7. Dikemas dengan plastik atau kertas minyak.  7. Manisan Rumput Laut a.  Deskripsi Manisan Rumput Laut Pada umumnya manisan terbuat dari buah buahan, dan terdiri dari manisan basah dan kering. Namun baik manisan basah maupun kering bentuknya harus menarik dan rasa yang disukai konsumen. Pada dasarnya pembuatan manisan rumput laut sama dengan pembuatan manisan buah.           

Bahan : 
Rumput  Eucheuma cottonii 300 gr
Gula     600 gr Air     600 ml
Asam sitrat    0,5 %
Natrium benzoate   0,1 %
Pewarna    secukupnya. 

b. Cara Pengolahan 
1     Pencucian      
Untuk membuat manisan rumput laut ada beberapa tahap proses yang harus dilakukan,yaitu pencucian, perendaman,dan pengolahan. Sebelum direndam, rumput laut dicuci terlebih dahulu, untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada rumput laut.


Gambar . 31 Rumput laut kering

2.Perendaman              
Setelah itu  rumput laut kering direndam dengan air tawar sebanyak 10 Kali berat rumput laut sampai rumput laut terendam semua dalam air. Setiap 12 jam sekali air tawar diganti dengan yang baru, Penambahan air saat perendaman menjadi 2 (dua) kali lipat, untuk mengembangkan volume rumput laut. Perendaman dilakukan dua sampai 3 hari hingga mengembang sampai 5 – 6 kali berat rumput laut kering, dan teksture rumput laut lunak , tidak amis dan berwarna putih bersih dan bening


Gambar 32 Rumput laut setelah perendaman

3. Perendaman dalam tawas           
Tahapan selanjutnya adalah perendaman dalam air tawas atau kapur sirih dengan konsentrasi 1%  selama 2 jam yang gunanya agar rumpur laut tidak berair atau kesat. Rumput laut yang sudah ditangani ini merupakan bahan baku untuk manisan. 4. Pemotongan dan pembuatan larutan gula Rumput laut yang telah dicuci dan ditiriskan  selanjutnya dipotong potong denngan ukuran panjang 3 – 3,5 cm


Gambar 33 pemotongan rumput laut

Penyiapan larutan gula dengan  perbandingan Gula dan air 1:1 Untuk   mendapatkan larutan gula yang bersih, selama perebusan dapat   dibersihkan dengan putih telur


Gambar 34 Pembuatan larutan gula

5 Penyaringan      
Setelah mendidih, larutan gula disaring dengan menggunakan kain kasa, lalu didinginkan. Tujuan penyaringan untuk memisahkan larutan dari kotoran kotoran yang tercampur dengan gula, sehingga tidak mengotori rumput laut yang akan direndam. Selanjutnya larutan ditambah dengan perasa dan larutan asam sitrat 0.5%, sodium benzoate, 0,1% -0,2% serta pasta pewarna dan aroma 1%,Fungsi dari asam sitrat adalah memberikan rasa asam, sedang benzoate adalah sebagai pengawet , pewarna untuk member warna agar menari, sedangkan aroma untuk perasa. 


Gambar 35 Penyaringan      Gambar 36 Perendaman larutan gula

6. Perendaman           
Rumput laut kemudian dimasukkan ke dalam larutan gula dingin dengan per perbandingan air gula dan rumput laut 1 :2, Perendaman dilakukan lebih  kurang selama 1 hari,sampai  gula Benar – benar meresap.  Setelah perendaman, rumput Laut dikemas ke dalam wadah  tertutup dan disimpan ke dalam wadah dan disimpan di dalam lemari es.



Gambar 37 Manisan Rumput Laut

8. Cendol Rumput Laut
a. Deskripsi Cendol         
Cendol adalah sejenis minuman dari santan dan gula merah  yang isinya dari potongan rumput laut  yang ditambah dengan perasa 

b. Pengolahan
Bahan :
Eucheuma cottonii  100 %
Kapur atau air beras 1 %
Pewarna   secukupnya
 Essence   1 %
Susu    secukupnya Garam   0,2 %
Tepung sagu   15 %
Tepung beras  20 %


Keterangan:
1. Perendaman
Rumput laut Eucheuma cottonii kering dicuci bersih direndam dalam air atau air cucian beras selama 1-2 hari , ganti air setiap 12 jam sampai bau amis hilang

2, Perebusan     
Setelah direndam, rumput laut direbus dengan selama 30-60 menit. Perbandingan air:rumput laut adalah 2:1.

3  Pemblenderan
Setelah direbus kemudian diblender/dihancurkan Setelah halus, direbus kembali dengan ditambahkan pewarna, essence, susu, garam, tepung sagu dan tepung beras.

4. Pencetakan
Setelah semua bahan tercampur rata dan adonan kental, cetak menjadi cendol . Selama proses pencetakan, ditampung dalam air es.



Gambar 38 : Cendol Rumput Laut

 9. Nata de Seaweed
 a. Deskripsi Nata de SeaWeed
        Nata de seaweed adalah jenis olahan  rumput laut menjadi bahan minuman yang produknya diolah dengan cara fermentasi dengan menggunakan  , Produk jadi nata berbentuk jelly hasil fermentasi rumout laut dengan bakteri Acetobacter  selama 2 sampai 3 minggu.


Bahan :
 Rumput laut Eucheuma cottonii  200 gr
Starter bakteri Acetobacter xylinum
Asam cuka     0,75 %
Ammonium Sulfat    0,5  %
Gula Pasir     10  %


b. Cara Pengolahan
1 Ekstraksi rumput laut      
Rumput laut basah (200 gr), diblender selanjutnya direbus dalam air mendidih (8000 ml) selama 1-2 jam dengan api kecil.  Kemudian dilakukan penyaringan, sehingga dihasilkan filtrat.  Ukur volume filtrat.

2. Pengaturan kondisi lingkungan       
Pengaturan kondisi  terhadap filtrat diatur kondisi keasamannya (pH 3-4) menggunakan asam cuka 0,75%. Juga ditambahkan gula pasir 10% dan ammonium sulfat 0,5% dari volume filtrat.

3 Proses Fermentasi        
Filtrte segera dimasukkan ke dalam wadah plastik atau botol bermulut lebar, dan inokulasi dengan bakteri Acetobacter xylinum.  Fermentasi dilakukan selama 2-3 minggu.

4 Pemanenan dan Pengemasan        
Nata yang sudah terbentuk, diangkat, dicuci bersih, direbus untuk menghilangkan asam.  Selanjutnya dipotong-potong kecil, dimasukkan ke dalam larutan gula  (15% gula pasir dan 0,07% asam sitrat) dan dikemas.



Gambar : 39 Nata de Seaweed

Manfaat rumput laut banyak sekali .  Jenis rumput laut yang potensial di  Indonesia diantaranya adalah Hypnea sp, ,Eucheuma sp. Jenis rumput laut ini adalah bahan baku untuk karagenan.Atc juga merupakan produk dari bahan baku E.cottonii sp yang diolah menjadi potongan atau bubuk.     

 Agar agar merupakan senyawa ester asam sulfat dari senyawa galaktan yang tidak larut dalam air dingin,tetapi larut dalam air panasdengan membentuk gel. Pada umumnya agar agar ini dibuat dari bahan baku Glacelaria sp Sedangkan untuk jenis Sargassum sp dan gelidium sp pemanfaatannya untuk alginat.       

Dari bahan agar agar, karagenan ataupun alginat ini pemanfaatannya dalam industri untuk kebutuhan makanan, minuman , farmasi non pangan dan masih banyak lagi. Rumput laut sangat kaya akan mineral dan vitamin, dan polisakarida untuk kepentingan kesehatan.





Untuk tidak dilewatkan:


Selamat membaca Semoga bermanfaat



Sumber referensi: 
Kementerian kelautan dan perikanan
Badan pengembangan sumberdaya Manusia kelautan dan perikanan
Pusat Penyuluhan Perikanan

Friday, June 22, 2012

Pentingnya Penghijauan


Asalamau alaiikum.....
Sahabat Bloger yang saya Cintai, dalam postingan kali ini   kita  akan  coba untuk berbagi  kembali Walaupun hanya  sekedar tukar informasi dan pengetahuan yang semuanya untuk menambah wawasan  kita bersama, sebab kalau bukan kita   sebagai generasi penerus lantas   siapa lagi....
Saya Rasa  Kita semua tahu , .....bahwa Akibat Pemanasan global yang saat ini  telah melanda hampir  di seluruh belahan dunia,  dan salah satunya karena rusaknya cadangan hutan dunia akibat ekploitasi hutan yang tidak terkendali. Dampak buruk dari rusaknya hutan, menyebabkan kadar O2  atau Oksigen diatmosfir semakin menipis, hingga dapat mengancam  keberlangsungan makhluk hidup di Bumi ini..........oleh karena itu salah satu cara yang terbaik untuk tetap menjaga keberlangsungan Bumi ini dengan tetap menjaga, memelihata, dan Menanam Kembali....


Kegiatan Penghijauan Memang sangatlah Penting dan sudah saatnya kita sebagai Generasi penerus   khususnya kita-kita ini para Generasi Bloger juga  perlu untuk ikut berperan serta dalam Pelaksanaan Penghijauan....sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa  PENGHIJAUAN adalah salah satu kegiatan penting yang harus dilaksanakan secara konseptual dalam menangani krisis lingkungan, dan juga salah satu cara terbaik dalam menghadapi Pengaruh Massal akibat Pemansan Global. Kegiatan PENGHIJAUAN Ternyata  Begitu pentingnya sehingga penghijauan sudah merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Bahkan melibatkan Dunia.


Sudah Banyak fakta yang  yang terjadi  telah  menunjukkan bahwa tidak jarang pembangunan dibangun di lahan pertanian maupun ruang terbuka hijau. Padahal tumbuhan dalam ekosistem berperan sebagai produsen pertama yang mengubah energi surya menjadi energi potensial untuk makhluk lainnya dan mengubah CO2 menjadi O2 dalam proses fotosintesis. Sehingga dengan meningkatkan penghijauan di perkotaan berarti dapat mengurangi CO2 atau polutan lainnya yang berperan terjadinya efek rumah kaca atau gangguan iklim. Di samping vegetasi berperan dalam kehidupan dan kesehatan lingkungan secara fisik, juga berperan estetika serta kesehatan jiwa. Mengingat pentingnya peranan vegetasi ini terutama di perkotaan untuk menangani krisis lingkungan maka diperlukan perencanaan dan penanaman vegetasi untuk penghijauan secara konseptual.

Dari berbagai pengamatan dan penelitian ada kecenderungan bahwa pelaksanaan penghijauan belum konseptual, malah terkesan asal jadi. Oleh karena dalam pelaksanaan pengijauan perlu  Memilih jenis Bibittanaman  yang  mudah diperoleh, kualitas bagus disamping harga  dapat terjangkau  dan cepat tumbuh.


Penghijauan juga dapat dilakukan di perkotaan
Dalam arti Penghijauan luas adalah segala daya dan Upaya untuk memulihkan, memelihara dan meningkatkan kondisi lahan agar dapat berproduksi dan berfungsi secara optimal, baik sebagai pengatur tata air atau pelindung lingkungan.  Ada pula yang mengatakan bahwa penghijauan kota adalah suatu usaha untuk menghijaukan kota dengan melaksanakan pengelolaan taman-taman kota, taman-taman lingkungan, jalur hijau dan sebagainya. Dalam hal ini penghijauan   yang dilakukan di perkotaan merupakan kegiatan pengisian ruang terbuka di perkotaan.

Pada proses fotosintesa tumbuhan hijau mengambil CO2 dan mengeluarkan C6H12O6 serta peranan O2 yang sangat dibutuhkan makhluk hidup. Oleh karena itu, peranan tumbuhan hijau sangat diperlukan untuk menjaring CO2 dan melepas O2 kembali ke udara. Di samping itu berbagai proses metabolisme tumbuhan hijau dapat memberikan berbagai fungsi untuk kebutuhan makhluk hidup yang dapat meningkatkan kualitas lingkungan.

Setiap tahun tumbuh-tumbuhan di bumi ini mempersenyawakan sekira 150.000 juta ton CO2 dan 25.000 juta ton hidrogen dengan membebaskan 400.000 juta ton oksigen ke atmosfer, serta menghasilkan 450.000 juta ton zat-zat organik. Setiap jam 1 ha daun-daun hijau menyerap 8 kg CO2 yang ekuivalen dengan CO2 yang diembuskan oleh napas manusia sekira 200 orang dalam waktu yang sama. Setiap pohon yang ditanam mempunyai kapasitas mendinginkan udara sama dengan rata-rata 5 pendingin udara (AC), yang dioperasikan 20 jam terus menerus setiap harinya. Setiap 93 m2 pepohonan mampu menyerap kebisingan suara sebesar 8 desibel, dan setiap 1 ha pepohonan mampu menetralkan CO2 yang dikeluarkan 20 kendaraan.(Zoer’aini Djamal Irwan,1996).

Begitu pentingnya peranan tumbuhan di bumi ini dalam menangani krisis lingkungan terutama di perkotaan, sangat tepat jika keberadaan tumbuhan mendapat perhatian serius dalam pelaksanaan penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota.


Pelaksanaan Penghijauan memang sangat Penting  karena memiliki peran dan fungsi yang meliputi:
(1)    Sebagai paru-paru kota. Tanaman sebagai elemen hijau, pada pertumbuhannya menghasilkan zat asam (O2) yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk pernapasan;
(2)    Sebagai pengatur lingkungan (mikro), vegetasi akan menimbulkan hawa lingkungan setempat menjadi sejuk, nyaman dan segar;
(3)    Pencipta lingkungan hidup (ekologis);
(4)    Penyeimbangan alam (adaphis) merupakan pembentukan tempat-tempat hidup alam bagi satwa yang hidup di sekitarnya;
(5)    Perlindungan (protektif), terhadap kondisi fisik alami sekitarnya (angin kencang, terik matahari, gas atau debu-debu);
(6)    Keindahan (estetika);
(7)    Kesehatan (hygiene);
(8)    Rekreasi dan pendidikan (edukatif) :
(9)    Sosial politik ekonomi.


Seperti yang dikemukan oleh Eckbo (1956) bahwa pemilihan jenis bibit tanaman untuk penghijauan agar tumbuh dengan baik hendaknya dipertimbangkan syarat-syarat hortikultura (ekologikal) dan syarat- syarat fisik. Syarat hortikultural yaitu respons dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan tanah, hama dan penyakit, serta syarat-syarat fisik lainnya yaitu tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, aroma.


Unsur hutan kota
Fungsi dan manfaat hutan antara lain untuk memberikan hasil, pencagaran flora dan fauna, pengendalian air tanah dan erosi, ameliorasi iklim. Jika hutan tersebut berada di dalam kota fungsi dan manfaat hutan antara lain menciptakan iklim mikro, engineering, arsitektural, estetika, modifikasi suhu, peresapan air hujan, perlindungan angin dan udara, pengendalian polusi udara, pengelolaan limbah dan memperkecil pantulan sinar matahari, pengendalian erosi tanah, mengurangi aliran permukaan, mengikat tanah. Konstruksi vegetasi dapat mengatur keseimbangan air dengan cara intersepsi, infiltrasi, evaporasi dan transpirasi.


Menelaah fungsi penghijauan perkotaan dan fungsi hutan dapat dikatakan bahwa penghijauan perkotaan merupakan unsur dari hutan kota. Sedangkan hutan kota adalah bagian dari ruang terbuka hijau kota. Hutan kota (urban forestry) menurut Grey dan Denehe (1978), meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Fukuara dkk. (1988) mengemukakan tentang hutan kota, yaitu ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah perkotaan yang memberikan manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk kota dalam kegunaan proteksi, estetika serta rekreasi khusus lainnya.


Sedangkan menurut Grey dan Denehe (1978), hutan kota (urban forestry) meliputi semua vegetasi berkayu di dalam lingkungan pemukiman, mulai dari kampung yang kecil sampai kota besar. Mengingat pekarangan mengandung sifat perhutanan yang beraspirasi untuk kepentingan rakyat, maka pengembangan perhutanan yang bersifat pekarangan ini tampaknya lebih demokrasi yaitu sistem agroforestry yang dikelola rakyat. Pekarangan dapat menghasilkan kayu, bambu, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan obat-obatan.


Sebagai konsekuensi tumbuhan sebagai produsen pertama dalam ekosistem, dan mengingat fungsi hutan kota dan fungsi penghijauan perkotaan sangat bergantung kepada vegetasi yang digunakan maka tidak perlu lagi dipersoalkan luas lahan sebagai syarat hutan kota. Yang penting adalah jumlah dan keanekaragaman vegetasi yang ditaman di perkotaan sebanyak mungkin. Dengan demikian penghijauan perkotaan sebagai unsur hutan kota perlu ditingkatkan secara konseptual meliputi perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan dengan mempertimbangkan aspek estetika, pelestarian lingkungan dan fungsional. Pelaksanaan harus sesuai dengan perencanaan begitu pula pemeliharaan harus dilakukan secara terus-menerus.


Teknik penanaman
Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan yaitu dalam teknik penanaman pohon adalah;
(1) Pemilihan bibit tanaman. Bibit generatif adalah berasal dari biji, merupakan bibit yang lebih tepat karena mempunyai akar tunggang dan dapat hidup lebih lama. Bibit vegetatif, adalah bibit yang berasal dari bagian-bagian vegetatif tanaman, seperti batang, daun dan akar. Bibit vegetatif umumnya kurang kokoh dan perakarannya dangkal sehingga cepat merusak trotoar, jalan atau saluran drainase.

Bibit yangbaik sekurang-kurangnya telah tumbuh di wadahnya selama 6 bulan dengan batang tinggi minimal + 1.50 m dan diameter 0.05 m, untuk mengujinya cukup dengan mencabut bibit tersebut. Apabila bibit mudah lepas dari wadahnya berarti baru dipindahkan dan belum cukup baik ditanam di lapangan, sebaliknya jika sulit dilepaskan berarti perakarannya sudah terbentuk dengan baik dan dapat ditanam di lapangan;

(2) Penanaman. Lubang tanam untuk menanam bibittanaman perlu dipersiapkan sedikitnya satu minggu sebelum penanaman dilakukan. Ukuran lubang tanam sangat bergantung pada besarnya tanaman. Ukuran standar lubang tanam adalah 0.75 m (tinggi) x 0.90 m (lebar) x 0.90 m (panjang); (3) Perawatan pascatanam. Mempertahankan posisi tumbuh agar tetap tegak dan stabil. Menyiram tanaman 2-3 hari sekali terutama di musim kemarau sambil membuang ranting-ranting yang kerimg. Memupuk tanaman 3 bulan sekali dengan pupuk NPK 25 gram per lubang.


Manfaat lainnya pada tanaman hutan adalah:
1.       Sebagai suplyer Oksigen yang merupakan bahan baku utama untuk pernafasan manusia.
2.       Sebagai pencegah banjir
3.       Sebagai penyejuk alam
4.       Sebagai paru-paru dunia


Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa, penghijauan adalah salah satu kegiatan yang penting untuk kelangsungan makhluk hidup apalagi diera pemanasan global, penghijauan juga bermanfaat terhadap kelangsungan makhluk hidup agar tidak punah diera mendatang.
Postingan ini sebenarnya akan  membawa harapan bagi kita  untuk diterapkan dilingkungan masyarakat agar mendapat manfaat dimasa yang akan datang karena 1 pohon sangat berarti bagi kehidupan makhluk hidup.


Berdasarkan Postingan ini, maka admin mengajak kita semua bersama  untuk memperhatikan hal-hal berikut:
1.          Jagalah lingkungan dengan menjaga lahan hijau yang telah ada.
2.          Lakukanlah penghijauan agar lingkungan kita tetap asri dan hijau.
3.          Lindungilah hutan kita dengan melarang orang-orang yang ingin merusak hutan
4.          Marilah kita bersama-sama mencari solusi mengenai permasalahan global dengan mencegahnya melalui penghijauan.
5.          Marilah kita bersam-sama menciptakan inovasi baru didalam menciptakan lingkungan yang hijau dan terbebas dari polusi udara.
6.          Untuk Melakukan penghijauan di sekitar kita bisa juga dengan memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman buah-buahan selain dapat menjaga kelestarian, juga dapat hasil dari tanaman itu sendiri, dan anda bisa mencari/ Pesan bibit tersebut pada Perusahaan yang yang benar-benar terjamin Mutu dan Kwalitasnya seperti MITRA BIBIT, anda bisa pilih di sana.
7.          Gunakan Bibit tanaman Yang memiliki mutu dan kwalitas yang terjamin, dan kita sudah punya Mitra Bibit tanaman, Maka silahkan Hubungi jika anda memiliki kebutuhan sesuai dengan pesanan..




Untuk di ketahui, bahwa   "Yang terpenting  dalam penghijauan ini  adalah selain kita  menjaga tanaman yang sudah ada dengan cara merawat dan memeliharanya,  juga melakukan Penanaman Kembali  terutama jika lahan kita masih kosong, yaitu sebagai penghijauan, persoalan yang penting dalam melakukan usaha bibit tanaman kita bisa melakukan kerja sama dengan CV.MITRA BIBIT, yang sudah terpercaya dan dijamin Bagus, baik mutu maupun kwalitasnya.



Demikian, semoga Bermanfaat...


Sunday, June 17, 2012

Sepuluh Kualitas Karakter



Sahabatku yang terbaik, pada postingan kali ini saya akan mencoba untuk berbagi tentang kualitas karakter seseorang,  Postingan ini juga bukan ciptaan saya tapi saya kutip dari berbagai sumber yang sangat bermanfaat buat kita semua, .....

Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”.
Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.



Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya  tidak merasa minder.


Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.


Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.


Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.


Bertanggung Jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya.
Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.


Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.


Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.
Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.


Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah- masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.


Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.
Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.



 Demikian semoga bermanfaat